15 Bek Brazil Terbaik Dari Masa ke Masa

Selain memiliki gelandang dan striker yang berteknik tinggi, kekuatan timnas Brazil juga terletak pada barisan pertahanan. Walaupun mungkin permainan mereka tidak terlalu menonjol, bek-bek asal negara Samba tersebut juga memiliki peran penting dalam membantu negaranya menjadi salah satu negara sepakbola terkuat di dunia.

Tak hanya di level tim nasional, para pemain bertahan asal Brazil juga sukses di level klub. Beberapa dari mereka bergabung dengan klub-klub terkuat Eropa seperti Chelsea, Real Madrid, Barcelona, dan masih banyak lagi. Tidak sedikit pula yang berhasil memenangkan banyak gelar di liga negara asalnya.

15. Alex


Alex adalah seorang bek tengah yang sukses berkarir bersama klub-klub di tiga negara yang berbeda: Chelsea, PSV, dan Paris Saint-Germain. Pemain ini memiliki tubuh tinggi besar dan sering melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti sehingga dijuluki "The Tank." Sepanjang karirnya, Alex memenangkan tiga gelar Eredivisie, satu gelar Premier League, dan satu gelar Ligue 1. Tak hanya itu, Alex juga membantu timnas Brazil memenangkan Copa America 2007.


14. Roque Júnior


Roque Junior menghabiskan lima tahun bermain untuk Palmeiras sebelum hijrah ke Liga Eropa di tahun 2000. Di Eropa, ia bermain untuk beberapa klub seperti AC Milan, Leeds United, Duisburg, dan Siena. Sepanjang karirnya, Roque Junior dikenal sebagai seorang bek tengah yang tangguh dan kuat. Ia membantu Milan menjuarai Liga Champions 2002-2003 serta berperan penting dalam mempersembahkan trofi Piala Dunia 2002 untuk Brazil.


13. Marcelo


Selepas era Roberto Carlos dan Cafu, sangat sedikit bek sayap Brazil yang memiliki permainan  menonjol. Marcelo adalah satu dari sedikit pemain tersebut. Namanya mulai tenar ketika bergabung bersama Real Madrid di  tahun 2007. Sama seperti Roberto Carlos, Marcelo juga berposisi sebagai bek kiri dan memiliki naluri menyerang yang tinggi. Bersama Madrid, sejauh ini Marcelo sudah memenangkan tiga gelar La Liga dan satu trofi Copa del Rey.


12. David Luiz


Dalam dua tahun terakhir ini, David Luiz dianggap sebagai seorang defender dengan performa paling konsisten di Chelsea. Tak hanya berpostur tinggi besar dan kuat dalam bertahan, Luiz juga kerap mencetak gol-gol penting. Ia bahkan menjadi tumpuan utama lini belakang Chelsea saat kapten mereka, John Terry, mengalami cedera panjang beberapa tahun yang lalu. Di Chelsea, Luiz sudah memenangkan satu gelar Liga Champions dan satu trofi Europa League.


11. Luís Pereira


Berposisi sebagai bek tengah, Luis Pereira bermain untuk timnas Brazil dalam periode 1973-1977. Saat itu, ia menjadi tumpuan utama negaranya untuk menghentikan pemain-pemain terbaik dunia dalam turnamen World Cup 1974. Walaupun tidak memenangkan satu trofi pun bersama negaranya, Pereira terbilang cukup sukses berkarir di level klub. Bersama Palmeiras, ia memenangkan empat gelar Liga Brazil. Tak hanya itu, Pereira juga menjuarai La Liga musim 1976-77 ketika bermain untuk Atletico Madrid.


10. Aldair


Aldair merupakan salah satu bek yang memiliki karir cukup panjang bersama timnas Brazil. Pemain ini bermain untuk negaranya dari tahun 1989 hingga 2001, memenangkan satu gelar World Cup dan dua trofi Copa America. Di level klub, Aldair dianggap sebagai salah satu pemain terbaik AS Roma, di mana ia memperkuat klub tersebut selama 13 tahun. Sepanjang karirnya, Aldair dikenal sebagai seorang defender yang low profile namun menampilkan performa yang stabil dan konsisten.


9. Domingos da Guia


Domingos adalah bek legendaris yang bermain untuk timnas Brazil dalam periode 1930-1946. Ia dianggap menjadi defender pertama Brazil yang menunjukkan permainan menonjol. Karena ketangguhannya di lini belakang, bek tengah ini bahkan dipanggil dengan julukan "the Divine Master." Ia menjadi andalan Brazil di turnamen Piala Dunia 1938. Tak hanya itu, Domingos juga berhasil menjuarai liga sepakbola di tiga negara yang berbeda, yaitu Brazil, Uruguay, dan Argentina.


8. Thiago Silva


Menilik performa dan kemampuannya yang sangat komplit sebagai seorang defender, tak berlebihan jika Thiago Silva disebut sebagai bek terbaik Brazil yang saat ini masih aktif bermain. Penampilannya mulai mencuri perhatian publik ketika bermain untuk AC Milan di tahun 2009. Ia membawa klub tersebut menjuarai Liga Italia musim 2010-11 serta dinobatkan sebagai Serie A Defender of the Year pada tahun yang sama. Setelah itu, Silva pindah ke Paris Saint-Germain dan sukses menjuarai gelar Ligue 1.


7. Dani Alves


Tak hanya vital dalam bertahan, Dani Alves juga berperan sangat penting dalam penyerangan tim. Sudah lebih dari lima tahun posisinya sebagai bek kanan nomor satu di Barcelona tidak tergantikan. Ia dipercaya untuk mengawal zona sayap kanan tim tersebut sehingga pemain-pemain seperti Iniesta, Xavi, dan Fabregas bisa leluasa mengembangkan serangan. Sejauh ini, Alves sudah memenangkan empat gelar La Liga, dua trofi Liga Champions, dua trofi FIFA Club World Cup, dan dua trofi UEFA Super Cup.


6. Lucio


Lucio adalah salah satu bek tengah Brazil yang paling banyak memenangkan trofi, baik di level klub maupun level tim nasional. Selain memenangkan satu trofi World Cup dan dua trofi Piala Konfederasi bersama timnas Brazil, Lucio juga meraih tiga gelar Bundesliga, satu gelar Serie A, dan satu trofi Piala Champions. Walaupun tidak banyak membantu penyerangan dan minim dalam mencetak gol, ketangguhan Lucio sebagai seorang bek tidak perlu diragukan lagi. Ia memiliki kemampuan marking, tackling, dan heading yang nyaris sempurna.


5. Carlos Alberto Torres


Prestasi terbaik Carlos Alberto adalah saat memimpin Brazil menjadi juara World Cup 1970. Dalam turnamen tersebut, bek kanan ini dipercaya sebagai kapten tim. Ia juga mencetak satu gol yang diangggap sebagai salah satu gol terbaik dalam sejarah Piala Dunia dalam pertandingan melawan Italia. Walaupun menunjukkan performa yang menawan, Carlos Alberto belum pernah sekali pun bermain di Liga Eropa. Pemain ini mengakhiri karirnya di New York Cosmos pada tahun 1982.


4. Djalma Santos


Djalma Santos adalah seorang bek kanan yang membantu Brazil memenangkan Piala Dunia 1958 dan 1962. Selain Franz Beckenbauer, ia adalah satu-satunya pemain yang masuk ke dalam tim all-star tiga turnamen Piala Dunia yang berbeda. Pemain ini menghabiskan sebagian besar karir klubnya bersama dua tim, Portuguesa dan Palmeiras. Ia juga menjadi satu dari sedikit pemain belakang yang tidak pernah dikartu-merah sepanjang karirnya.


3. Nílton Santos


Nilton Santos adalah seorang bek kiri yang dikenal memiliki kemampuan dribbling yang luar biasa. Ia menunjukkan permainan memukau dalam pertandingan melawan Austria, di mana ia menggiring sendiri bola dari daerah pertahanannya hingga ke kotak penalti lawan dan diselesaikan dengan tendangan keras yang berbuah gol. Ia merupakan salah satu pemain terpenting yang membawa Brazil menjuarai Piala Dunia 1958 dan 1962. Nilton Santos menghabiskan seluruh karir profesionalnya bermain untuk satu klub, Botafogo.


2. Cafu


Cafu adalah salah satu bek terbaik Brazil yang mampu menunjukkan kemampuan bertahan dan menyerang dengan sama baiknya. Berposisi sebagai bek kanan, Cafu mempersembahkan dua trofi Piala Dunia untuk negaranya. Salah satu penampilan terbaiknya terjadi di Piala Dunia 2002, di mana Cafu yang dipercaya sebagai kapten tim mampu memimpin negaranya menjadi juara turnamen tersebut. Di level klub, ia memenangkan dua trofi Serie A, satu trofi Liga Champions, dan satu trofi FIFA Club World Cup.


1. Roberto Carlos


Meninjau dari kemampuan ofensif dan defensif, tampaknya tak salah menobatkan Roberto Carlos sebagai bek terbaik Brazil sepanjang masa. Walaupun bertubuh pendek, bek kiri ini memiliki kecepatan lari yang sangat tinggi dan tendangan keras yang kerap berbuah gol. Karirnya di level klub maupun tim nasional juga cukup sukses, di mana Roberto Carlos memenangkan dua trofi Copa America, satu trofi Piala Dunia, empat gelar La Liga, dan tiga trofi Liga Champions.

15 Gelandang Brazil Terbaik di Dunia

Barisan penyerangan tim nasional sepakbola Brazil selalu diisi oleh pemain-pemain berbakat dan berteknik tinggi. Para gelandang dari negeri Samba tersebut tak hanya piawai dalam menyuplai passing-passing yang akurat, namun juga kerap menunjukkan permainan indah nan menghibur. Tak hanya bersinar bersama tim nasional, mereka juga meraih banyak prestasi di level klub.

Dalam artikel kali ini, IlmuBola menyajikan daftar 15 pemain tengah Brazil terbaik sepanjang masa. Beberapa nama, seperti Kaka, Ronaldinho, dan Rivaldo pasti sudah tidak asing bagi pecinta sepakbola karena mereka bahkan beberapa kali dinominasikan sebagai pesepakbola terbaik dunia.

15. Juninho Pernambucano


Juninho dikenal sebagai salah satu pesepakbola dengan kemampuan eksekusi tendangan bebas terbaik sepanjang masa. Ia menghabiskan sebagian besar karirnya di klub Liga Perancis, Lyon. Di klub ini, Juninho memenangkan tujuh gelar Ligue 1 selama tujuh tahun berturut-turut, dari tahun 2002 hingga 2008. Sayang, walaupun tampil sangat cemerlang di level klub, ia jarang mendapat kesempatan bermain di level timnas karena kalah bersaing dengan gelandang menyerang lainnya seperti Kaka dan Ronaldinho.


14. Leonardo Araújo


Leonardo adalah seorang gelandang serba bisa yang bermain untuk timnas Brazil pada periode 1990-2002. Posisi utamanya adalah gelandang tengah, namun ia juga bisa dimainkan sebagai sayap ataupun bek kiri. Leonardo pernah bermain untuk tiga klub besar Eropa, AC Milan, PSG, dan Valencia; serta pernah tampil di Liga Jepang bersama Kashima Antlers. Selain membantu timnas Brazil menjuarai Piala Dunia 1994, Leonardo juga memenangkan satu gelar Liga Italia, satu gelar Liga Jepang, dan dua gelar Liga Brazil.


13. Emerson


Emerson merupakan seorang pemain tengah yang memiliki fungsi utama sebagai gelandang jangkar, namun juga bisa bermain sebagai seorang playmaker. Ia merupakan salah satu andalan lini tengah AS Roma ketika klub ini menjuarai Serie A pada tahun 2000, bersama Damiano Tommasi. Setelah itu, ia menjalani karir yang cukup sukses di Juventus dan Real Madrid. Sepanjang karirnya, ia memenangkan tiga gelar Serie A, satu gelar La Liga, dan satu trofi Copa America.


12. Raí


Rai adalah salah satu gelandang menyerang yang dianggap sebagai pemain terbaik Paris Saint-Germain sepanjang masa. Bermain untuk timnas Brazil dalam periode 1987-1998, Rai merupakan sosok kunci yang membantu negaranya memenangkan Piala Dunia 1994. Tak hanya memiliki umpan-umpan yang akurat, kemampuan playmaking Rai dan kreativitasnya membuatnya menjadi seorang gelandang menyerang yang ideal. Di PSG, ia memenangkan satu gelar Ligue 1, dua trofi Piala Perancis, dan satu trofi Winners' Cup.


11. Falcao (Paulo Roberto Falcao)


Falcao merupakan pemain tengah andalan timnas Brazil di era 1980an. Ia bermain bersama Zico dan Socrates, membentuk salah satu barisan lini tengah terkuat sepanjang masa. Karirnya cukup gemilang, di mana ia memenangkan sepuluh gelar Liga Brazil dan membawa AS Roma menjadi juara Serie A di tahun 1983. Tak hanya itu, Falcao juga sempat menjadi pesepakbola dengan gaji tertinggi di Eropa saat masih bermain di AS Roma.


10. Toninho Cerezo


Toninho Cerezo hingga saat ini sering disebut sebagai gelandang bertahan Brazil terbaik sepanjang masa. Ia memiliki stamina yang sangat tinggi dan kemampuan taktikal yang sangat baik. Cerezo menjalani karir yang cukup baik di Liga Italia dalam periode 1983-1992. Bersama dua klub, AS Roma dan Sampdoria, ia memenangkan satu gelar Serie A, empat trofi Coppa Italia, dan satu trofi Winners' Cup. Bersama timnas Brazil, ia tampil sebanyak 57 kali dan mencetak tujuh gol.


9. Gilberto Silva


Gilberto Silva adalah salah satu gelandang Brazil yang menjalani karir gemilang bersama Arsenal dalam periode 2002-2008. Ia adalah seorang gelandang bertahan pekerja keras yang memiliki determinasi tinggi. Peranan Gilberto Silva sangat vital, baik dalam pertahanan maupun penyerangan tim. Selain memenangkan satu gelar Premier League dan dua trofi Piala FA, Gilberto juga membantu timnas Brazil menjuarai Piala Dunia 2002 dan Copa America 2007.


8. Socrates


Socrates dikenal karena penampilannya yang sangar, dengan berewok dan kumis di wajahnya. Ia merupakan andalan lini tengah Brazil dan memiliki kemampuan passing akurat, fisik yang kuat, dan kreativitas tinggi. Socrates menghabiskan sebagian besar karirnya di Liga Brazil, dan hanya sempat bermain selama satu musim di Liga Eropa bersama Fiorentina. Salah satu prestasi individual terbaiknya adalah ketika terpilih sebagai pemain terbaik Amerika Selatan tahun 1983.


7. Dunga


Berbeda dengan kebanyakan pemain tengah Brazil yang menampilkan teknik-teknik sepakbola nan indah, Dunga adalah sosok gelandang yang berperan sebagai seorang "perusak." Ditempatkan sebagai seorang gelandang bertahan, Dunga terkadang harus bermain keras dan kasar untuk menghentikan serangan lawan. Karirnya bersama timnas Brazil cukup gemilang, di mana Dunga memenangkan Piala Dunia 1994, Copa America 1997, dan meraih dua trofi Piala Konfederasi. Tak hanya itu, sebagai pelatih, ia juga membantu timnas Brazil menjuarai Copa America 2007. 


6. Didi 


Didi adalah seorang gelandang tengah yang membawa timnas Brazil menjuarai Piala Dunia 1958 dan 1962. Tak hanya itu, ia bahkan dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam turnamen 1958. Didi dikenal sebagai seorang gelandang dengan teknik tinggi yang kerap mencetak gol melalui tendangan bebas. Selain sukses berkarir di Liga Brazil, ia juga memenangkan dua trofi Piala Champions ketika bermain untuk Real Madrid, walaupun lebih banyak tampil sebagai pemain cadangan di klub tersebut.


5. Rivaldo


Rivaldo merupakan salah satu contoh gelandang modern Brazil yang mampu menunjukkan gaya permainan yang indah namun juga efektif. Ia berposisi sebagai gelandang menyerang, namun juga bisa bermain sebagai seorang winger maupun second striker. Bersama Ronaldinho dan Ronaldo, Rivaldo membentuk trio bernama "Ro-Ri-Ro" yang memimpin timnas Brazil menjuarai Piala Dunia 2002. Periode karir terbaiknya dijalani bersama Barcelona, di mana ia memenangkan dua gelar La Liga, satu trofi Copa del Rey, dan dianugerahi penghargaan Ballon d'Or pada tahun 1999.


4. Roberto Rivelino


Rivelino adalah gelandang menyerang dengan teknik yang komplit. Ia terkenal karena umpan-umpan jarak jauhnya yang akurat serta tendangan kerasnya dari luar kotak penalti yang kerap berbuah gol. Tak hanya itu, Rivelino juga dikenal sebagai pencipta gerakan bernama "flip flap," sebuah gerakan mengecoh pemain lawan dengan menggoyangkan badan yang kerap ditampilkan oleh Ronaldinho dan Cristiano Ronaldo. Prestasi terbaiknya di level tim nasional adalah membantu negaranya menjuarai Piala Dunia 1970.


3. Kaka


Kreatif, visioner, dan produktif dalam mencetak gol. Kaka adalah seorang gelandang menyerang yang membantu timnas Brazil memenangkan Piala Dunia 2002 serta Piala Konfederasi 2005 dan 2009. Di level klub, karir terbaik Kaka terjadi ketika bermain untuk AC Milan dalam periode 2003-2009. Selain memenangkan satu gelar Serie A dan satu trofi Liga Champions, Kaka juga dianugerahi gelar Ballon d'Or pada tahun 2007.


2. Zico


Dengan total 48 gol yang dicetaknya, Zico adalah top skorer kedua timnas Brazil sepanjang masa, di bawah striker legendaris, Pele. Ia merupakan seorang playmaker yang menjadi andalan timnas Brazil di tahun 1980-an dan dikenal karena tendangan bebasnya yang kerap berbuah gol. Walaupun tak memenangkan satu gelar internasional pun bersama timnas Brazil, penampilan individu Zico tetap dipuji oleh pecinta sepakbola. Terbukti, ia berhasil meraih gelar World Footballer of the Year di tahun 1981 dan 1983.


1. Ronaldinho


Ronaldinho adalah pemain yang paling pantas menyandang gelar sebagai gelandang Brazil terbaik sepanjang masa. Ia memiliki skill yang sangat lengkap, mulai dari teknik yang tinggi, kemampuan dribbling yang memukau, umpan-umpan akurat, eksekusi set-pieces yang kerap berbuah gol, serta naluri mencetak gol yang tinggi. Tak hanya itu, ia juga sukses di level klub maupun tim nasional. Sepanjang karirnya, Ronaldinho memenangkan satu trofi Piala Dunia 2002, satu trofi Copa America 1999, dua gelar La Liga, satu trofi Liga Champions, dan satu penghargaan Ballon d'Or.

15 Striker Brazil Terbaik Dalam Sejarah Sepakbola

Setiap kali berbicara tentang sepakbola, pasti imajinasi kita akan melayang ke Brazil, sebuah negara Amerika Selatan yang dikenal sebagai negeri sepakbola. Dari negara ini, lahir ribuan pemain-pemain sepakbola berbakat. Para pemain Brazil tersebut memiliki peran yang sangat signifikan dalam membuat sepakbola menjadi salah satu olahraga terpopuler di dunia.

Siapa sajakah striker Brazil yang paling hebat dan paling banyak mencetak gol? Untuk menjawab pertanyaan ini, maka IlmuBola menyajikan ranking berikut. Di sini, kami memberi anda daftar 15 striker terbaik Brazil dari masa ke masa. Ranking dalam daftar ini dibuat dengan memperhatikan beberapa faktor, antara lain prestasi individu maupun tim, skill, dan tentu saja dedikasi mereka terhadap dunia sepakbola.

Catatan: Kami tidak memasukkan nama Ronaldinho dalam daftar ini karena selama karirnya ia lebih banyak berposisi sebagai seorang gelandang menyerang daripada seorang striker.


15. Marcio Amoroso


Marcio Amoroso adalah seorang striker yang sudah pernah bermain untuk lebih dari sepuluh klub di enam negara yang berbeda. Ia juga menjadi top skorer di dua kompetisi bergengsi Eropa, Serie A dan Bundesliga. Karir terbaik Amoroso dijalani ketika ia bermain bersama Borussia Dortmund, di mana ia berhasil membawa klub ini menjadi juara Bundesliga musim 2000-01 sekaligus menjadi top skorer kompetisi tersebut. Ia juga membawa timnas Brazil menjadi juara Copa America tahun 1999.


14. Neymar


Walaupun masih berusia muda, kami merasa Neymar layak masuk ke dalam daftar striker terbaik Brazil sepanjang masa. Pemain ini sudah menggemparkan dunia sejak berusia 17 tahun berkat penampilan gemilangnya bersama Santos. Keahliannya dalam melakukan driblling dan tekniknya yang tinggi berperan vital dalam membawa Santos menjuarai tiga gelar Liga Brazil dan satu trofi Copa Libertadores. Menilik kondisi di mana Neymar sekarang bermain bersama pemain-pemain terbaik dunia di Barcelona, ia tampaknya masih akan meraih banyak prestasi, baik bersama klubnya maupun prestasi individual.


13. Careca


Careca adalah partner sehati Diego Maradona ketika mereka berdua membawa Napoli menjadi juara Serie A tahun 1990. Saat itu, Careca dan Maradona benar-benar dipuja oleh para fans karena mereka mampu membawa klub kecil seperti Napoli menjadi juara Italia. Prestasi lain yang pernah diukir Careca adalah saat meraih Silver Boot dalam Piala Dunia 1986. Sepanjang karirnya dari tahun 1982 hingga 1993, Careca mencetak 30 gol dari 64 penampilan untuk timnas Brazil.


12. Tostão


Tostao sebenarnya baru dimainkan sebagai seorang striker di penghujung karirnya sebagai pesepakbola profesional. Sebelumnya ia berposisi sebagai seorang gelandang tengah. Posisinya sebagai seorang gelandang ternyata tak menghalanginya mencetak banyak gol. Ia bahkan masih memegang rekor sebagai top skorer sepanjang masa klub Cruzeiro, dengan total 242 gol. Tostao baru secara resmi dimainkan sebagai striker di turnamen Piala Dunia 1970. Hasilnya tak mengecewakan, di mana ia mampu membawa negaranya menjadi juara dalam turnamen tersebut.


11. Bebeto


Bebeto adalah striker yang mempunyai peran besar dalam membawa Brazil menjadi juara Piala Dunia 1994. Bersama Romario, ia berhasil membuat Tim Samba menjadi pemenang turnamen sekaligus menyajikan permainan sepakbola yang indah. Penampilan terbaik Bebeto lainnya terjadi dalam Copa America tahun 1989, di mana ia membawa Brazil menjadi juara sekaligus menjadi top skorer turnamen tersebut. Sepanjang karirnya, Bebeto bermain sebanyak 341 kali dan mencetak 178 gol.


10. Ademir 


Ademir adalah top skorer turnamen Piala Dunia 1950. Walaupun ia gagal membawa negaranya menjadi juara, ia tetap tampil impresif dengan mencetak tujuh gol dalam turnamen, empat di antaranya ia cetak dalam pertandingan melawan Swedia di mana Brazil menang dengan skor 7-1. Di masa keemasannya, Ademir dikenal sebagai seorang striker yang cepat, memiliki teknik yang tinggi, dan sering memamerkan kemampuannya mengolah bola di tengah-tengah pertandingan.


9. Mario Jardel


Mario Jardel adalah salah satu striker Brazil yang paling banyak mencetak gol di Liga Eropa, namun justru jarang diberi kesempatan bermain di tim nasional. Periode terbaik Jardel terjadi ketika ia bermain bersama FC Porto dari tahun 1996 hingga 2000, di mana ia mencetak 130 gol dari 125 penampilan. Ia bahkan tiga kali menjadi top skorer terbanyak di Eropa, dengan jumlah di atas 35 gol setiap musimnya. Bersama Porto, Jardel memenangkan tiga gelar Liga Portugal.


8. Arthur Friedenreich


Arthur Friedenreich konon adalah pemain sepakbola kulit hitam pertama yang mampu memukau dunia. Awal karirnya terasa berat, karena saat itu ia tidak diizinkan bermain sepakbola karena olahraga ini hanya diperuntukkan oleh kaum kulit putih. Baru pada tahun 1909, ia mendapat kesempatan bermain sebagai pesepakbola profesional. Ia sembilan kali menjadi top skorer Liga Brazil, memenangkan puluhan gelar, dan konon bahkan dikabarkan mencetak ribuan gol di sepanjang karirnya. Friedenreich mengakhiri karirnya di tahun 1935 bersama Sao Paulo.


7. Leônidas da Silva


Leonidas adalah top skorer Piala Dunia 1938 dengan total tujuh gol. Ia dijuluki sebagai "Manusia Karet" karena kelenturan dan fleksibilitasnya dalam mengolah bola. Leonidas adalah pencipta gerakan "Bicycle Kick," sebuah tendangan yang dilakukan dengan menjatuhkan diri dalam posisi setengah salto. Dari 19 penampilan bersama timnas Brazil, Leonidas mencetak 21 gol. Prestasi terbaiknya adalah membawa Brazil menduduki peringkat ketiga dalam Piala Dunia 1938.


6. Jairzinho


Jairzinho adalah seorang penyerang sayap yang dijuluki sebagai "the Hurricane" karena kecepatannya yang tinggi saat menggiring bola, dan kemampuan driblling-nya yang bisa mengobrak-abrik pertahanan lawan. Pemain ini adalah legenda klub Botafogo yang berperan penting dalam membawa klub ini menjuarai Piala Dunia Antarklub tahun 1968. Di tahun 1970, Jairzinho mencetak prestasi yang lebih hebat lagi, menjuarai Piala Dunia 1970 bersama Brazil.


5. Vavá


Bersama Didi dan Pele, Vava menjadi tumpuan utama timnas Brazil dalam turnamen Piala Dunia 1958 dan 1962. Ia membawa Brazil menjuarai kedua turnamen tersebut, bahkan menjadi top skorer dalam Piala Dunia 1962. Vava juga menjadi pemain pertama yang mencetak gol dalam dua pertandingan final Piala Dunia yang berbeda. Di timnas Brazil, ia berperan sebagai seorang target-man, mendampingi Pele yang memiliki peran lebih bebas sebagai seorang second striker.


4. Garrincha


Garrincha adalah penyerang sayap terbaik yang pernah dimiliki Brazil hingga sekarang. Pemain ini memiliki skill dribbling yang sangat bagus, cepat, dan lincah. Karena tubuhnya yang kecil dan gerakannya yang cepat, Garrincha dijuluki sebagai "si burung kecil." Bersama Pele, Garrincha membawa Brazil memenangkan dua Piala Dunia berturut-turut pada tahun 1958 dan 1962. Sepanjang karirnya, Garrincha bermain sebanyak 598 kali dan mencetak 232 gol.


3. Romario


Romario adalah salah satu finisher terbaik yang pernah dimiliki oleh timnas Brazil. Ia memang bertubuh kecil dan pendek, namun sangat efektif dalam mencetak gol. Bersama timnas Brazil, Romario memenangkan dua trofi Copa America dan satu trofi Piala Dunia 1994. Ia tiga kali menjadi top skorer Liga Brazil, dan dikabarkan mencetak lebih dari 1.000 gol sepanjang karirnya. Setelah pensiun, Romario kini aktif bekerja sebagai seorang politisi.


2. Ronaldo


Ronaldo adalah seorang striker yang sempurna. Ia cepat, efektif, dan memiliki teknik yang tinggi. Pemain ini bahkan dijuluki sebagai "Il Phenomenon" karena penampilannya yang memukau dunia. Sepanjang karirnya, ia memenangkan dua trofi Piala Dunia, dua trofi Copa America, dan dua kali dianugerahi penghargaan Ballon d'Or. Tak hanya itu, Ronaldo juga menjadi top skorer sepanjang masa turnamen World Cup, dengan total 15 gol. Jika saja tidak sering dilanda cedera, pasti Ronaldo bisa meraih lebih banyak prestasi dan mencetak lebih banyak gol.


1. Pele


Pele adalah seorang pemain yang dijuluki sebagai "Dewa Sepakbola." Ia adalah pemain yang paling banyak mencetak gol dalam sejarah sepakbola, dengan total 1281 gol dari 1363 penampilan. Tak hanya itu, Pele juga menjuarai tiga turnamen World Cup tahun 1958, 1962, dan 1970. Pemain ini bahkan dianugerahi gelar sebagai "Pahlawan Nasional Brazil." Selama memperkuat timnas Brazil dari tahun 1957 hingga 1971, Pele tampil dalam 92 pertandingan dan mencetak 77 gol.