16 Pemain Terbaik Aston Villa Dalam Sejarah Premier League

Prestasi Aston Villa dalam kompetisi English Premier League cukup membanggakan. Walaupun belum bisa menembus dominasi The Big Four, klub ini secara konsisten tampil sebagai kuda hitam yang cukup sering finish di zona Eropa. Klub ini belum pernah terdegradasi dari Premier League, bahkan sempat menjadi runner-up kompetisi di musim 1992-93.

Tak hanya itu, sejak Premier League dimulai pada tahun 1992, Aston Villa sudah memenangkan dua trofi Piala Liga Inggris dan dua trofi Piala Intertoto. Nah, siapa sajakah pemain klub ini yang layak disebut sebagai yang terbaik dalam kompetisi Premier League? Temukan jawabannya dalam artikel IlmuBola berikut!


16. Dean Saunders


Dean Saunders adalah striker andalan Aston Villa dalam tiga musim pertama mereka di Premier League. Pemain asal Wales ini dibeli dari Liverpool pada tahun 1992 dengan nilai transfer 2,5 juta poundsterling. Musim perdananya di Aston Villa berjalan dengan sangat mulus, di mana ia mencetak enam gol di empat pertandingan pertama. Tak hanya itu, ia juga berperan besar membantu Aston Villa memenangkan Piala Liga tahun 1994 dan terpilih sebagai Aston Villa Supporters Player of the Year 1994-95.


15. Darius Vassell


Darius Vassel dikenal sebagai salah satu super-sub terbaik yang pernah bermain untuk timnas Inggris. Berperan sebagai pemain pengganti untuk striker utama seperti Michael Owen, Alan Shearer, dan Wayne Rooney; Vassell kerap mencetak gol-gol penting setelah dimasukkan di tengah-tengah pertandingan dari bangku cadangan. Karirnya di Aston Villa berlangsung selama tujuh tahun, dari 1998 hingga 2005. Ia dikenal sebagai seorang striker yang sangat cepat, lincah, dan cerdik.


14. Andy Townsend

Andy Townsend bergabung dengan Aston Villa di tahun 1993 setelah dibeli dari Chelsea dengan harga 2,1 juta poundsterling. Gelandang asal Inggris ini berperan sebagai kapten tim Aston Villa saat mereka memenangkan Piala Liga tahun 1996. Penampilannya bersama klub tersebut cukup stabil, di mana Townsend berperan besar sebagai gelandang jangkar yang menjadi penghubung antara lini penyerangan dan lini pertahanan Aston Villa. 


13. John Carew


John Carew adalah seorang target-man yang dianggap sebagai salah satu pesepakbola Norwegia terbaik sepanjang masa. Selama empat tahun bermain untuk Aston Villa, Carew tiga kali menjadi top skorer terbanyak klub ini. Ia dikenal sebagai seorang striker bertubuh tinggi, kuat, dan sering mencetak gol melalui sundulan kepala. Musim terbaik Carew terjadi di tahun 2008-09, ketika ia membantu klubnya memenangkan Piala Intertoto. Ia pindah dari Aston Villa ke West Ham United pada tahun 2011, tempat di mana ia mengakhiri karirnya sebagai pesepakbola profesional.


12. Dion Dublin

Dion Dublin dibeli dari Aston Villa pada tahun 1998 dan berhasil mengambil alih posisi sebagai striker utama klub tersebut setelah Dwight Yorke pindah ke Manchester United. Sebelum pindah ke Aston Villa, Dublin menyandang predikat sebagai top skorer Liga Inggris musim 1997-98 saat bermain untuk Coventry City. Selama enam tahun bermain untuk Aston Villa, Dublin tiga kali menjadi top skorer klub ini. Total, ia mencetak 59 gol dari 190 penampilan.


11. Kevin Richardson

Kevin Richardson selalu dikenang oleh fans Aston Villa sebagai sosok kapten yang karismatik. Gelandang asal Inggris ini memimpin rekan satu timnya menyelesaikan musim pertama mereka di Premier League sebagai runner-up. Tak hanya itu, ia juga membantu klubnya memenangkan trofi Piala Liga di tahun 1994. Richardson bermain untuk Aston Villa selama empat musim dalam periode 1991-1995, mencetak 16 gol dalam 188 penampilan.


10. Gareth Southgate

Gareth Southgate dikenal sebagai salah satu bek Inggris terbaik sepanjang masa. Ia bermain untuk Aston Villa dalam periode 1995-2001, memenangkan satu trofi Piala Liga dan satu trofi Piala Intertoto. Penampilannya di klub tersebut sangat stabil, membuat posisinya sebagai bek tengah nomor-satu nyaris tidak tergantikan. Ia dikenal sebagai seorang defender yang tenang, taktis, dan cerdas. Total, Gareth Southgate mencetak sembilan gol dalam 244 penampilan bersama Aston Villa.


9. Mark Bosnich


Walaupun ada banyak penjaga gawang hebat yang pernah bermain untuk Aston Villa di kompetisi Premier League seperti Thomas Sorensen, Brad Friedel, dan Brad Guzan; belum ada yang bisa mengalahkan reputasi Mark Bosnich. Kiper asal Australia ini mulai tampil secara reguler di skuad utama Aston Villa pada musim 1993-94, setelah tampil luar biasa di semifinal Piala Liga dengan menggagalkan tiga tendangan penalti. Sejak saat itu, ia tampil sangat konsisten dan mulai diakui sebagai salah satu kiper terbaik di Premier League. Di tahun 1999, Bosnich bahkan dibeli Manchester United untuk menggantikan kiper legendaris mereka, Peter Schmeichel. Sayang, di klub tersebut Bosnich gagal bersinar dan sejak saat itu performanya terus merosot.


8. Paul McGrath

Paul McGrath adalah seorang bek tengah asal Irlandia yang bermain untuk Aston Villa dalam periode 1989-1996. Walaupun mengalami cedera lutut yang sering kambuh di sepanjang karirnya, ia tetap mampu menunjukkan performa yang solid sebagai seorang defender. Ia dikenal memiliki kemampuan tackling yang luar biasa, ditunjang dengan skill heading dan marking yang bagus. Selama bermain di Aston Villa, ia memenangkan dua gelar Piala Liga dan satu kali terpilih sebagai PFA Player of the Year 1993.


7. Steve Staunton


Di sepanjang karirnya, Steve Staunton bermain untuk Aston Villa selama sepuluh tahun. Ia tampil dalam 350 pertandingan, mencetak 19 gol. Staunton berposisi sebagai seorang bek tengah, namun juga bisa bermain sebagai seorang wingback. Duetnya bersama Paul McGrath di musim 1992-93 dianggap sebagai salah satu duet defender terbaik dalam sejarah Premier League, berperan besar dalam membantu klubnya menyelesaikan kompetisi di peringkat kedua. 


6. Dwight Yorke


Dwight Yorke adalah seorang pemain asal Trinidad dan Tobago yang ditemukan oleh manajer Graham Taylor ketika Aston Villa mengadakan tur ke wilayah West Indies. Ia bergabung di klub ini pada tahun 1989 dan selama enam tahun lebih sering dimainkan sebagai seorang sayap kanan. Baru pada musim 1995-96 ia diposisikan sebagai seorang striker, yang ternyata sangat cocok dengan gaya bermain Yorke. Sebagai striker, ia mencetak banyak gol dan selama tiga tahun berturut-turut menjadi top skorer Aston Villa. Penampilan gemilangnya tersebut bahkan membuat Yorke dibeli Manchester United dengan nilai transfer yang cukup tinggi, 12,6 juta poundsterling.


5. Ashley Young


Ashley Young adalah seorang gelandang sayap yang dikenal karena kecepatan, kelincahan, dan kemampuan dribblingnya yang mengagumkan. Ia bermain untuk Aston Villa dalam periode 2007-2011, dibeli dari Watford dengan nilai transfer 8 juta poundsterling. Young menunjukkan penampilan menawan di musim perdananya bersama klub ini, di mana ia berhasil masuk dalam PFA Premier League Team of the Year. Musim selanjutnya berjalan dengan lebih bagus, di mana young memenangkan penghargaan sebagai pemain muda terbaik Premier League. Sama seperti Yorke, penampilan gemilang Young membuat Manchester United membelinya dengan harga tinggi, dengan nilai transfer yang dikabarkan mencapai 15 juta poundsterling.


4. Gabriel Agbonlahor


Gabriel Agbonlahor adalah striker Inggris keturunan Nigeria yang dibina secara langsung oleh Aston Villa Youth Academy. Ia memulai debutnya  di tahun 2005 dan dikenal sebagai seorang striker yang cepat, produktif dalam mencetak gol, dan lincah. Duetnya bersama Ashley Young dianggap sebagai salah satu duet pemain muda paling potensial di Inggris. Jika ia mampu mempertahankan konsistensinya dalam mencetak gol, Agbonlahor sangat mungkin meraih status sebagai pemain legendaris Aston Villa.


3. Olof Mellberg


Olof Mellberg dikenal sebagai seorang bek tengah yang tenang, kuat dalam duel udara, dan memiliki kualitas kepemimpinan yang bagus. Ia dipercaya tampil sebagai kapten Aston Villa dalam periode 2003-2006. Selama tujuh tahun bermain untuk klub tersebut, Mellberg tampil dalam 263 pertandingan dan mencetak delapan gol. Saat bermain untuk Aston Villa, ia mendapat penghargaan sebagai pesepakbola Swedia terbaik tahun 2003.


2. Stiliyan Petrov


Stiliyan Petrov adalah gelandang asal Bulgaria yang dibeli Aston Villa dari Glasgow Celtic pada tahun 2006. Ia juga mengakhiri karirnya sebagai pesepakbola profesional pada tahun 2013 di klub ini karena didiagnosa menderita leukimia akut. Petrov dikenal sebagai seorang pemain yang sangat dicintai oleh fans Aston Villa. Nomor punggung yang dipakainya, 19, dipensiunkan selama satu tahun dan ia juga dimasukkan dalam daftar "Aston Villa Hall of Fame" yang sejauh ini baru diisi oleh 13 pemain. Tak hanya itu, Petrov juga dua kali terpilih sebagai Aston Villa Players' Player of the Year.


1. Gareth Barry


Gareth Barry adalah sosok yang tepat menyandang gelar sebagai pemain terbaik Aston Villa dalam sejarah Premier League. Gelandang tengah asal Inggris ini memiliki kemampuan bertahan dan menyerang yang sama baiknya, tenang, dan cukup produktif dalam mencetak gol terutama melalui bola-bola mati. Sama seperti Agbonlahor, Barry adalah produk asli Youth Academy Aston Villa. Sepanjang 11 tahun bermain untuk klub ini, Barry  mencetak 52 gol dalam 441 pertandingan. Ia juga memenangkan satu trofi Piala Intertoto dan terpilih sebagai Aston Villa Player of the Season 2006-07. Keputusannya meninggalkan Villa untuk bergabung bersama Manchester City di tahun 2009 sempat membuat Barry dibenci oleh beberapa fans klub ini. Walaupun demikian, jika dinilai secara objektif, kontribusi Barry untuk Aston Villa di kompetisi Premier League sangatlah besar dan ia layak disebut sebagai salah satu pemain terbaik klub ini.

15 Gelandang Arsenal Terbaik Dari Masa ke Masa

Arsenal dikenal sebagai salah satu klub di Liga Inggris yang memiliki gaya bermain yang indah. Tentu saja, keindahan permainan klub ini berujung pada banyaknya jumlah trofi dan penghargaan yang berhasil mereka menangkan. Keberhasilan Arsenal dalam menyajikan permainan yang enak dinikmati dan memenangkan berbagai trofi tidak lepas dari peran para gelandang mereka.

Ada banyak gelandang Arsenal yang memiliki reputasi luar biasa karena skill individu mereka yang memukau. Sebut saja nama-nama seperti Mesut Ozil, Cesc Fabregas, Patrick Vieira, Fredrik Ljungberg, dan Paul Merson. Di antara semua gelandang ini, siapakah yang layak mendapat predikat sebagai yang terbaik? Temukan jawabannya di artikel IlmuBola berikut!

15. Andrey Arshavin


Andre Arshavin adalah seorang gelandang serang asal Rusia yang dibeli Arsenal dari Zenit Saint Petersburg pada tahun 2009. Berposisi utama sebagai winger kiri, Arshavin bisa pula dimainkan sebagai seorang second striker. Ia dikenal sebagai seorang pemain yang kreatif, visioner, dan cerdas. Arshavin juga memiliki kemampuan dribbling dan passing yang luar biasa. Salah satu penampilan terbaiknya adalah ketika mencetak empat gol dalam pertandingan melawan Liverpool di tahun 2009 yang berakhir dengan skor 4-4.


14. Aaron Ramsey


Aaron Ramsey bergabung dengan Arsenal di usia 18 tahun, dibeli dari Cardiff City pada tahun 2008. Setelah sempat dipinjamkan ke Norwich City dan Cardiff City, Ramsey mulai mendapat tempat di tim utama Arsenal pada paruh kedua tahun 2011. Manajer Arsenal, Arsene Wenger, memuji Ramsey sebagai seorang gelandang yang komplit. Ia mampu bertahan dan menyerang dengan sama baiknya, memiliki passing akurat, dan kerap mencetak gol-gol penting untuk timnya.


13. Gilberto Silva


Gilberto Silva adalah gelandang bertahan utama Arsenal selepas Patrick Vieira meninggalkan klub ini. Ia bermain untuk Arsenal dalam periode 2002-2008, memenangkan satu gelar Premier League dan dua trofi Piala FA. Tak hanya diandalkan sebagai penghubung antara barisan pertahanan dan penyerangan, Gilberto juga mampu memimpin rekan-rekannya di atas lapangan. Ia bahkan beberapa kali dipercaya menjadi kapten Arsenal, terutama setelah pemain-pemain seperti Dennis Bergkamp, Patrick Vieira, Thierry Henry, dan Sol Campbell meninggalkan klub ini.


12. Jack Wilshere


Jack Wilshere mengawali debutnya bersama Arsenal di tahun 2008, saat ia masih berusia 16 tahun. Hal itu membuatnya tercatat sebagai pemain termuda Arsenal yang pernah tampil di Premier League. Wilshere dikenal sebagai gelandang tengah dengan kemampuan yang komplit, di mana ia memiliki passing akurat, stamina tinggi, dan mampu bertahan dengan sangat baik. Tak hanya itu, ia juga mampu berperan sebagai playmaker dan memiliki leadership skill yang bagus. Tak heran jika kemudian Wilshere dianggap sebagai calon pengganti sosok Frank Lampard dan Steven Gerrard di timnas Inggris.


11. Emmanuel Petit


Emmanuel Petit bermain untuk Arsenal selama tiga tahun, dari tahun 1997 hingga tahun 2000. Di Arsenal, ia diposisikan oleh pelatih Arsene Wenger sebagai seorang gelandang bertahan, mendampingi Patrick Vieira. Musim perdananya di Arsenal berjalan dengan sangat baik, di mana ia membantu klub ini memenangkan Premier League dan Piala FA. Selama tiga tahun bergabung bersama Arsenal, Petit mencetak 11 gol dalam 118 penampilan.


10. Tomas Rosicky


Tomas Rosicky adalah seorang gelandang menyerang yang dikenal sebagai salah satu pemain terbaik Republik Ceko sepanjang masa. Ia memiliki passing akurat, kemampuan playmaking, dribbling, dan kreativitas di atas rata-rata. Ia bergabung dengan Arsenal di tahun 2006 dari Borussia Dortmund setelah menunjukkan permainan gemilang bersama klub tersebut. Karena penampilannya yang luar biasa sebagai seorang seorang pengatur serangan, ia dijuluki oleh fans Arsenal sebagai "Mozart Reborn" (titisan Mozart).


9. Marc Overmars

Marc Overmars adalah seorang gelandang sayap yang juga bisa dimainkan sebagai seorang striker. Senjata utama Overmars sebagai seorang pesepakbola adalah kecepatan larinya yang luar biasa. Ia juga memiliki tendangan keras dan passing akurat. Selama bermain untuk Arsenal dalam periode 1997-2000, Overmars memenangkan satu gelar Premier League dan satu trofi Piala FA. Ia pindah ke Barcelona setelah Euro 2000 dengan nilai transfer 25 juta poundsterling, membuatnya memegang rekor sebagai pemain Belanda termahal sepanjang masa. 


8. Jimmy Logie

Jimmy Logie adalah pemain asal Skotlandia yang bermain untuk Arsenal pada periode 1939-1955. Berposisi sebagai seorang gelandang, Logie juga terkadang dimainkan sebagai seorang inside forward. Ia dikenal sebagai seorang pemain yang kreatif, visioner, dan tangguh. Tak hanya itu, Logie juga dipercaya menjadi wakil kapten Arsenal selama beberapa tahun. Selama 16 tahun bergabung dengan klub ini, ia memenangkan dua gelar Liga Inggris dan satu trofi Piala FA.


7. Mesut Ozil


Mesut Ozil dibeli dari Real Madrid pada tahun 2013 dengan nilai transfer 42,5 juta poundsterling. Ia menunjukkan kualitasnya sebagai pemain kelas dunia di musim debutnya bersama Arsenal. Kolaborasinya bersama Aaron Ramsey dan Jack Wilshere di lini tengah membuat klub ini sempat memuncaki klasemen Liga Premier selama beberapa minggu berturut-turut. Ozil dikenal sebagai seorang playmaker dengan kemampuan passing dan kreativitas yang luar biasa.


6. Ray Parlour


Ray Parlour adalah gelandang asal Inggris yang bermain untuk Arsenal dalam periode 1992-2004. Ia adalah seorang pemain yang memiliki kontribusi besar untuk klub tersebut, namun tidak terlalu menonjol di atas lapangan. Wajar, Parlour memainkan peran sebagai gelandang pekerja keras yang senantiasa harus mengejar bola dari satu sudut lapangan ke sudut lainnya. Selama bermain untuk Arsenal, Parlour memenangkan tiga gelar Liga Premier, empat trofi Piala FA, dan satu Winners' Cup.


5. Fredrik Ljungberg


Fredrik Ljungberg merupakan gelandang asal Swedia yang merupakan bagian dari "the Invincible," generasi emas Arsenal yang merajai kompetisi Liga Inggris di awal tahun 2000an. Di Arsenal, Ljungberg bermain sebagai seorang winger, terkadang diposisikan sebagai seorang gelandang menyerang. Salah satu periode terbaik dalam karirnya terjadi di musim 2001-02, di mana ia mengambil alih peran Robert Pires yang cedera dan hampir selalu mencetak gol di setiap pertandingan Arsenal.


4. Paul Merson


Tak hanya bisa bermain sebagai seorang gelandang, Paul Merson juga menunjukkan performa yang bagus saat diposisikan sebagai seorang striker. Pemain asal Inggris ini bergabung dengan Arsenal dalam periode 1985-1997, memenangkan dua gelar Liga Inggris, satu trofi Piala FA, dan satu trofi Winners' Cup. Tak hanya itu, Merson juga terpilih sebagai pemain terbaik Liga Inggris tahun 1989. Selain produktif dalam mencetak gol, ia juga dikenal sebagai eksekutor bola-bola mati yang handal.


3. Cesc Fàbregas


Cesc Fabregas adalah gelandang asal Spanyol yang memiliki kemampuan yang sangat sempurna. Ia bisa bermain di berbagai posisi memiliki naluri mencetak gol yang tinggi, passing akurat, kemampuan bertahan yang baik, juga jiwa kepemimpinan yang baik. Ia bermain untuk Arsenal dalam periode 2003-2011, membantu klub ini memenangkan satu trofi Piala FA. Fabregas muncul sebagai bintang utama Arsenal sejak legenda klub tersebut, Thierry Henry, pindah ke Barcelona pada tahun 2007.


2. Robert Pirès


Robert Pires dikenal sebagai seorang gelandang menyerang dengan gaya permainan yang sangat elegan. Ia dianggap sebagai salah satu pemain dengan kemampuan passing dalam sejarah Premier League. Pires bergabung bersama Arsenal dalam periode 2000-2006, dan ia dianggap sebagai salah satu pemain kunci "The Invincibles," tim Arsenal yang tidak terkalahkan dalam 49 pertandingan Liga. Selain mempersembahkan dua gelar Premier League dan dua trofi Piala FA, Pires juga terpilih sebagai pemain terbaik Liga Inggris musim 2001-02.


1. Patrick Vieira


Gelar gelandang terbaik Arsenal sepanjang masa sangat pantas diberikan pada Patrick Vieira. Pemain asal Perancis ini berperan sebagai gelandang bertahan Arsenal nomor satu dalam periode 1996-2005. Tak hanya tangguh dalam mematahkan serangan lawan, Vieira juga memiliki leadership skill yang tinggi sehingga ia dipercaya tampil sebagai kapten klub ini selama beberapa tahun. Selama bermain untuk Arsenal, Vieira memenangkan tiga gelar Premier League dan empat trofi Piala FA. Ia juga dianugerahi penghargaan sebagai Premier League Player of the Season musim 2000-01.

15 Bek Manchester United Terbaik Dalam Sejarah

Salah satu kekuatan utama skuad Manchester United terletak di barisan pertahanan mereka. Dari masa ke masa, barisan pertahanan The Red Devils selalu diisi oleh pesepakbola hebat. Para pemain seperti Rio Ferdinand, Gary Neville, Nemanja Vidic, dan Jaap Stam berperan besar dalam membantu Manchester United menjadi klub tersukses di Liga Inggris.

Pertanyaannya, siapakah bek terbaik Manchester United sepanjang masa? Pertanyaan inilah yang akan dijawab dalam artikel IlmuBola kali ini. Di sini, kami menyajikan ranking lima belas defender Manchester United yang disusun berdasarkan skill individu setiap pemain dan prestasi yang mereka raih bersama the Red Devils.


15. Phil Neville


Phil Neville adalah pemain yang dibina oleh Manchester United Youth Academy bersama kakak kandungnya, Gary Neville. Selama bergabung dengan The Red Devils dalam periode 1995-2005, ia bermain sebagai bek kiri. Neville lebih banyak digunakan sebagai pemain cadangan Denis Irwin hingga awal tahun 2000an. Ia meninggalkan Manchester United pada tahun 2005 untuk bergabung dengan Everton dengan nilai transfer 3,5 juta poundsterling.


14. Mikaël Silvestre


Sama seperti Phil Neville, Silvestre juga lebih banyak menghabiskan waktunya di bangku cadangan selama bergabung dengan Manchester United dalam periode 1999-2008. Ia dikenal sebagai seorang bek serba bisa yang bisa bermain di sisi kanan, kiri, maupun tengah. Tak hanya solid dalam bertahan, Silvestre juga aktif maju ke depan dan membantu serangan timnya. Selama bermain untuk Manchester United, ia memenangkan berbagai trofi, di antaranya adalah lima gelar Liga Premier dan satu trofi Piala Champions.


13. Ronny Johnsen


Ronny Johnsen adalah seorang defender asal Norwegia yang juga bisa bermain sebagai gelandang bertahan. Ia bergabung bersama Manchester United di tahun 1996 setelah dibeli dari Besiktas dengan nilai transfer 1,2 juta poundsterling. Saat itu, Johnsen menjadi bek Norwegia termahal sepanjang masa. Walaupun sering dilanda cedera, Johnsen selalu menampilkan penampilan terbaiknya saat sedang fit. Bersama Jaap Stam, ia menjadi bek tengah Manchester United di musim 1998-99, musim saat klub tersebut memenangkan treble winners.


12. Wes Brown


Wes Brown adalah seorang defender asal Inggris yang memulai debutnya bersama Manchester United di tahun 1996. Posisi aslinya adalah seorang bek tengah, namun ia juga bisa bermain sebagai bek kanan. Selama bergabung dengan Manchester United dalam periode 1996-2011, Brown lebih banyak digunakan sebagai pemain cadangan untuk Gary Neville, Jaap Stam, serta Nemanja Vidic. Ia sempat menjadi kapten Manchester United dalam beberapa kompetisi domestik sebelum pindah ke Sunderland pada tahun 2011.


11. Tony Dunne

Tony Dunne adalah bek kiri dari Irlandia yang bermain untuk Manchester United dalam periode 1960-1973. Selama bergabung dengan Manchester United, Dunne meraih prestasi individual yang cukup membanggakan, terpilih sebagai pemain terbaik Irlandia tahun 1969. Dunne merasakan periode pahit-manis di Manchester United, di mana ia sempat merasakan periode klubnya berjaya di kompetisi Eropa di tahun 1960an, memenangkan dua gelar Liga Inggris dan satu trofi Piala Champions.


10. John O'Shea


Berbicara soal "versatility" (kemampuan untuk dimainkan di berbagai posisi), John O'Shea mungkin adalah yang terbaik dalam sejarah Manchester United. Berposisi asli sebagai seorang bek kanan, O'Shea bisa bermain sebagai seorang bek kiri, bek tengah, gelandang bertahan, bahkan gelandang sayap. Ia bergabung bersama Manchester United dalam periode 1999-2011, memenangkan lima gelar Premier League, satu trofi Piala Dunia Antar Klub, dan satu trofi Liga Champions.


9. Patrice Evra


Tak hanya di Manchester United, Evra bahkan dianggap sebagai salah satu bek Perancis terbaik sepanjang masa. Tak hanya tangguh dalam bertahan, Evra juga aktif maju ke depan dan membantu penyerangan tim. Ia memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi dan saat ini dipercaya sebagai kapten Manchester United dan juga timnas Perancis. Evra dibeli Manchester United pada tahun 2006, dan sejak musim pertamanya langsung dipercaya sebagai bek kiri pilihan pertama, menggantikan para bek kiri yang sudah lebih dulu bergabung seperti Gabriel Heinze dan Mikael Silvestre.


8. Gary Pallister

Gary Pallister adalah bek tengah andalan Manchester United di pertengahan tahun 1990-an, sebelum kedatangan Ronny Johnsen, Henning Berg, dan Jaap Stam. Ia berpartner dengan Steve Bruce, membangun barisan pertahanan yang tangguh dan sukar untuk ditembus penyerang lawan. Selama bergabung dengan Manchester United, Pallister memenangkan empat gelar Premier League, tiga trofi Piala FA, satu Winners' Cup, dan satu UEFA Super Cup.


7. Denis Irwin


Ketangguhan Denis Irwin sebagai bek kiri tak perlu lagi diragukan. Selama bergabung bersama Manchester United dalam periode 1990-2002, posisinya sebagai bek kiri nomor satu nyaris tak tergantikan. Ia bahkan tetap menjadi pemain inti setelah berusia 30-an, membuat para bek kiri yang lebih muda seperti Phil Neville dan John O'Shea harus puas duduk di bangku cadangan. Wajar saja, Irwin tak hanya tangguh dalam bertahan, namun juga dikenal sebagai seorang eksekutor penalti yang handal. Selama 12 tahun berkarir bersama The Red Devils, Irwin mencetak 33 gol yang sebagian besar dibuat melalui tendangan penalti.


6. Steve Bruce


Dengan total 51 gol yang dicetaknya selama sembilan tahun bermain untuk Manchester United, Bruce memegang rekor sebagai bek dengan jumlah gol terbanyak yang pernah bermain untuk klub ini. Tak hanya handal dalam mengeksekusi tendangan penalti, Bruce juga memiliki sundulan kepala yang akurat yang membantunya mencetak banyak gol melalui situasi tendangan pojok. Selama bergabung dengan Manchester United, Bruce memenangkan tiga gelar Premier League, tiga FA Cup, satu Winners' Cup, dan satu European Super Cup.


5. Jaap Stam


Tubuhnya yang tinggi besar dan ketangguhannya sebagai pemain bertahan membuat Jaap Stam sangat dihormati oleh penyerang-penyerang lawan. Ia mengawali debutnya untuk Manchester United pada tahun 1998 dengan nilai transfer 10,6 juta poundsterling. Di musim perdananya, Stam langsung sukses membantu Manchester United memenangkan treble winners. Ia juga dua tahun berturut-turut terpilih sebagai UEFA Club Best Defender of the Year saat bergabung dengan the Red Devils.


4. Bill Foulkes

Bill Foulkes adalah bagian dari "the Busby Babes," salah satu generasi terbaik Manchester United yang berjaya di tahun 1950an. Berposisi sebagai bek tengah, Foulkes menghabiskan seluruh karirnya sebagai pesepakbola profesional dalam periode 1951-1970 bermain untuk Manchester United. Ia tampil dalam 688 pertandingan bersama the Red Devils, memenangkan empat gelar Liga Inggris, satu Piala Champions, dan satu FA Cup. Foulkes adalah satu dari delapan pemain Manchester United yang bertahan hidup dan melanjutkan karirnya sebagai pesepakbola setelah tragedi kecelakaan pesawat pada tahun 1958.


3. Nemanja Vidic


Kuat, tangguh, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang bagus. Vidic bergabung dengan Manchester United pada tahun 2006 dari sebuah klub Rusia, Spartak Moscow. Nilai transfernya tidak terlalu spektakuler, "hanya" sebesar 7 juta poundsterling. Namun, pembelian Vidic dari Spartak Moscow adalah salah satu pembelian terbaik dalam sejarah Manchester United. Ia memimpin Manchester United memenangkan lima gelar Premier League, tiga Piala Liga, satu trofi Liga Champions, dan satu FIFA Club World Cup. Vidic juga dua kali terpilih sebagai Premier League Player of the Season.


2. Rio Ferdinand


Saat ini, Rio Ferdinand sudah dianggap sebagai pemain legendaris Manchester United. Ia bergabung dengan the Red Devils pada tahun 2002, dibeli dengan nilai transfer 30 juta poundsterling dari Leeds United. Ferdinand dikenal sebagai seorang bek tengah yang sempurna. Ia memiliki kemampuan tackling, marking, heading, dan interception yang sangat luar biasa. Selama bermain untuk Manchester United, Ferdinand memenangkan enam gelar Liga Inggris, dua Piala Liga, satu trofi Liga Champions, dan satu FIFA Club World Cup.


1. Gary Neville


Tenang, taktis, dan cerdas. Berbicara soal kualitas individu dan loyalitas, tampaknya sangat pantas menyebut Gary Neville sebagai bek Manchester United sepanjang masa. Ia menghabiskan seluruh karir profesionalnya dalam periode 1992-2011 bermain untuk Manchester United. Neville dikenal sebagai seorang bek kanan yang tangguh dan sangat konsisten. Ia dipercaya sebagai bek kanan pilihan pertama klub tersebut pada tahun 1995, dan selama 16 tahun posisinya nyaris tidak tergantikan. Selama bermain untuk Manchester United, Neville memenangkan banyak gelar, antara lain delapan gelar Premier League, dua trofi Liga Champions, tiga FA Cup, dan satu trofi FIFA Club World Cup.

15 Striker Terbaik Liverpool Sepanjang Masa

Ada ratusan striker hebat dari berbagai negara yang pernah bermain untuk Liverpool. Sebut saja nama-nama seperti Michael Owen, Robbie Fowler, Ian Rush, Kenny Dalglish, John Aldridge; hingga dua nama yang belakangan ini sangat populer, Luiz Suarez dan Daniel Sturridge. Striker-striker ini tak hanya memiliki skill individu yang memukau, namun juga telah mempersembahkan berbagai gelar bergengsi untuk Liverpool.

Dalam artikel ini, IlmuBola akan menyajikan ranking striker terbaik Liverpool dari masa ke masa. Ranking ini dibuat berdasarkan kontribusi para penyerang tersebut untuk The Reds serta kualitas skill individu yang mereka miliki. Tanpa berpanjang lebar lagi, berikut daftarnya:


15. Milan Baroš


Milan Baros adalah seorang penyerang asal Republik Ceko yang bergabung dengan Liverpool dalam periode 2002-2005. Di Liverpool, ia lebih banyak dimainkan sebagai seorang second striker yang memiliki tugas untuk menyuplai assisst ke striker utama. Sepanjang tiga tahun bermain untuk Liverpool, Baros mencetak 27 gol dari 108 penampilan. Ia juga tampil sebagai starter dalam partai final Liga Champions 2004-05 yang dimenangkan secara dramatis oleh Liverpool.


14. Daniel Sturridge


Setelah gagal bersinar di Manchester City dan Chelsea, tak ada yang menyangka bahwa Sturridge bakal menjadi bintang di Liverpool. Duetnya bersama Luis Suarez menghasilkan lebih dari 50 gol dan menjadikan Liverpool menjadi tim paling produktif di Premier League. Sturridge menunjukkan bahwa ia tak hanya memiliki kecepatan, namun juga kekuatan dan efektivitas dalam mencetak gol. Ia mencetak prestasi gemilang, selalu mencetak gol dalam delapan pertandingan Premier League berturut-turut di musim 2013-14.


13. Gordon Hodgson

Gordon Hodgson bermain untuk Liverpool dalam periode 1925-1936. Walaupun tidak memenangkan satu trofi pun bersama The Reds, Hodgson berhasil menunjukkan permainan individu yang memukau. Striker asal Inggris ini sangat produktif dalam mencetak gol, total membobol gawang lawan sebanyak 241 kali dalam 377 penampilan. Rekor ini membuat Hodgson tercatat sebagai top skorer Liverpool ketiga sepanjang sejarah.


12. Peter Beardsley

Tak hanya bisa bermain sebagai striker, Peter Beardsley juga piawai diposisikan sebagai gelandang menyerang. Duetnya bersama John Aldridge di akhir tahun 1980-an dianggap sejajar dengan duet legendaris Kevin Keegan-Ian Rush. Ditambah dengan kehadiran John Barnes di sisi sayap lapangan, saat itu lini penyerangan Liverpool menjadi yang terbaik di Inggris. Selama bermain untuk The Reds dalam periode 1987-1991, Beardsley memenangkan dua gelar Liga Inggris dan satu trofi Piala FA.


11. John Aldridge


John Aldridge adalah penyerang asal Irlandia yang bermain untuk Liverpool dalam periode 1987-1989. Ia dibeli dari Oxford United untuk menggantikan posisi Ian Rush yang pindah ke Juventus. Selama dua tahun bermain untuk Liverpool, ia mencetak 63 gol dari 104 penampilan. Aldridge dikenal memiliki gaya bermain yang mirip dengan Ian Rush; cepat, berteknik tinggi, dan efektif dalam menyelesaikan peluang. Pemain ini mengakhiri karirnya sebagai pesepakbola internasional di tahun 1998 bersama Tranmere Rovers.


10. Fernando Torres


Fernando Torres menjalani masa-masa keemasan saat bergabung dengan Liverpool dalam periode 2007-2011. Ia dibeli dari Atletico Madrid dengan nilai transfer 20 juta poundsterling dan langsung menunjukkan performa terbaiknya di musim perdananya, mencetak 33 gol dalam 46 penampilan. Walaupun tidak memenangkan satu trofi pun bersama Liverpool, Torres menunjukkan performa individual yang menawan. Ia akhirnya pindah ke Chelsea di tahun 2011 dengan nilai transfer 50 juta poundsterling, jumlah yang menjadi rekor transfer termahal di Liga Inggris.


9. John Toshack


John Toshack adalah salah satu striker Wales terbaik sepanjang masa. Ia menjadi striker andalan Liverpool di tahun 1970-an, berduet dengan Kevin Keegan dan membantu Liverpool mendominasi kompetisi sepakbola domestik maupun internasional. Karena penampilan yang sangat sinergis dan kompak dari Keegan dan Toshack, mereka bahkan dijuluki sebagai Batman dan Robin di dunia sepakbola. Selama bermain untuk Liverpool, Toshack memenangkan tiga gelar Liga Inggris, dua trofi Piala Champions, dua trofi Piala UEFA, dan satu trofi UEFA Super Cup.


8. Michael Owen


Michael Owen adalah produk asli Youth Academy Liverpool yang sudah dipercaya menjadi striker utama klub ini saat masih berusia 17 tahun. Di usianya yang masih sangat belia, Owen mampu dua kali menjadi top skorer Liga Inggris. Ia dikenal sebagai pemain dengan kecepatan lari yang luar biasa dan kemampuan finishing yang bagus. Prestasi terbaik Owen adalah membantu Liverpool memenangkan lima trofi pada musim 2000-01. Ia pindah dari Liverpool ke Real Madrid pada tahun 2004 dengan nilai transfer 8 juta poundsterling.


7. Robbie Fowler


Robbie Fowler memiliki kemampuan finishing yang nyaris sempurna. Ia adalah seorang poacher yang sangat efektif dalam mencetak gol. Selama sembilan tahun bergabung bersama Liverpool, Fowler memenangkan satu trofi Piala FA, Piala Liga, Piala UEFA, dan Piala Super Eropa. Ia juga dua tahun berturut-turut terpilih sebagai pemain muda terbaik Liga Inggris pada tahun 1995 dan 1996. Total, Fowler mencetak 183 gol dalam 369 penampilan bersama Liverpool.


6. Luis Suárez


Luis Suarez adalah seorang penyerang yang kontroversial namun memiliki kualitas kelas dunia. Ia beberapa kali melakukan tindakan yang dinilai bertentangan dengan semangat fair-play dan dianggap sebagai sosok pemain yang rasis. Walaupun demikian, kemampuannya dalam mencetak gol sangat luar biasa. Ia memiliki finishing, dribbling, dan positioning yang sangat bagus. Sejak bergabung bersama Liverpool di tahun 2011, Suarez selalu menjadi pencetak gol terbanyak klub ini.


5. Roger Hunt


Roger Hunt adalah satu-satunya pemain dalam daftar ini yang pernah memenangkan Piala Dunia. Ia merupakan bagian dari skuad timnas Inggris yang menjuarai Piala Dunia 1966. Selama 11 tahun bermain untuk Liverpool, Hunt mencetak 286 gol dari 492 penampilan; membuatnya menjadi top skorer kedua Liverpool sepanjang masa di bawah Ian Rush. Ia bahkan sempat merasakan pahitnya berkompetisi di Divisi Dua sebelum akhirnya membawa Liverpool promosi ke Divisi Satu pada tahun 1962. Total, Hunt mempersembahkan dua gelar Divisi Satu Liga Inggris dan satu trofi FA Cup untuk Liverpool.


4. Billy Liddell

Billi Liddell menghabiskan seluruh karirnya sebagai pesepakbola profesional bermain untuk Liverpool. Selama 23 tahun bergabung bersama The Reds, Liddell mencetak 228 gol dari 534 penampilan. Ia dikenal sebagai seorang pemain berstamina tinggi yang memiliki power dan kecepatan di atas rata-rata. Posisi utamanya adalah sebagai seorang winger kiri, namun ia bisa juga dimainkan sebagai penyerang tengah maupun second striker.


3. Kevin Keegan


Bermain dalam periode 1971-1977, Kevin Keegan adalah striker yang berperan besar dalam membantu Liverpool mendominasi kompetisi sepakbola Eropa di tahun 1970-an. Ia bertubuh kecil, namun mampu mengatasi kelemahannya dengan kemampuan taktikal yang luar biasa. Selama enam tahun bermain untuk Liverpool, Keegan memenangkan tiga gelar Liga Inggris, satu trofi Piala Champions, dua trofi Piala UEFA, dan satu trofi Piala FA.


2. Kenny Dalglish


Tak hanya memiliki kontribusi besar sebagai pencetak gol utama, loyalitas Dalglish pada Liverpool juga layak dipuji. Striker asal Skotlandia ini bermain untuk The Reds dalam periode 1977-1990, mencetak 172 gol dalam 515 penampilan. Tak hanya itu, ia juga sempat menjadi player-manager dalam kurun waktu 1986-1990. Sepanjang karirnya di Liverpool, ia memenangkan enam gelar Liga Inggris, tiga trofi Liga Champions, empat trofi Piala Liga, dan satu trofi Piala FA. Karena kontribusinya yang luar biasa untuk Liverpool, Dalglish dijuluki "King Kenny" oleh fans klub tersebut.


1. Ian Rush


Dengan total 346 gol yang dicetaknya dalam 660 penampilan, Ian Rush memegang rekor sebagai top skorer Liverpool sepanjang masa. Pemain ini bermain untuk Liverpool selama 15 tahun, memenangkan lima gelar Liga Inggris, tiga trofi FA Cup, dan dua trofi Piala Champions. Ia juga sembilan kali menjadi top skorer Liverpool dan meraih European Golden Boot pada tahun 1984. Melihat kontribusinya yang sedemikian besar, tampaknya sangat pantas menobatkan Rush sebagai striker Liverpool terbaik sepanjang masa.

15 Pemain Southampton Terbaik Dalam Sejarah

Dibandingkan Manchester United, Arsenal, Chelsea, maupun Liverpool; Southampton jelas hanyalah sebuah klub kecil di Liga Inggris. Klub ini sama sekali belum pernah memenangkan Premier League atau Division One, dan baru satu kali menjuarai Piala FA. Tak hanya itu, Southampton juga dalam satu dekade terakhir ini ibaratnya tim yo-yo yang bolak-balik promosi dan degradasi dari Premier League ke Championship League.

Walaupun masih minim prestasi, Southampton sudah menghasilkan banyak pesepakbola muda yang bertalenta. Sebut saja Theo Walcott, Alex Oxlade-Chamberlain, Alan Shearer, dan masih banyak lagi. Nah, kira-kira siapa sajakah pemain terbaik Southampton sepanjang masa? Berikut daftarnya:


15. Theo Walcott


Walcott memang hanya bermain untuk Southampton selama satu musim, namun pemain ini menjadi bukti kehebatan Youth Academy Southampton. Walcott merupakan seorang striker yang dibina langsung oleh Youth Academy Southampton. Ia mencatat rekor sebagai pemain termuda yang pernah tampil untuk The Dell dalam usia 16 tahun. Setelah menunjukkan performa menawan, Walcott akhirnya dibeli oleh Arsenal dengan nilai 5 juta poundsterling, dan dari sanalah karirnya sebagai salah satu striker terbaik Inggris mulai berlangsung.


14. Alan Ball


Alan Ball adalah seorang gelandang legendaris yang membantu Inggris memenangkan Piala Dunia 1966. Pemain ini bergabung bersama Southampton selama enam tahun. Prestasi terbaiknya adalah membantu Southampton promosi ke Division One (setara dengan Premier League saat itu) dengan menjadi runner-up Division 2 musim 1977-78. Setahun kemudian, ia membawa Southampton mencapai babak final dalam kompetisi Piala FA.


13. Alan Shearer


Mungkin sedikit yang mengetahui bahwa Alan Shearer adalah pemain binaan Southampton Youth Academy. Sebelum menjadi striker legendaris yang bermain gemilang di Blackburn Rovers dan Newcastle United, Shearer terlebih dahulu bermain untuk The Saints dalam periode 1988-1992. Selama empat tahun bermain di klub tersebut, Shearer mencetak 43 gol dalam 158 penampilan. Di tahun 1992, ia pindah ke Blackburn Rovers. Nilai transfernya yang mencapai 3,6 juta poundsterling saat itu menjadi rekor transfer termahal di Inggris.


12. Wayne Bridge


Satu lagi pemain binaan Youth Academy Southampton. Wayne Bridge adalah seorang bek kiri yang menjadi andalan Chelsea dan timnas Inggris di awal tahun 2000an. Ia mengawali debutnya sebagai pesepakbola profesional dan secara perlahan menunjukkan permainan yang konsisten. Hasilnya, Bridge terpilih sebagai pemain terbaik Southampton musim 2000-01. Sepanjang karirnya di Southampton, Bridge membantu klub ini bertahan di Liga Premier Inggris selama lima musim berturut-turut. Ia juga sempat mencatat rekor dengan tampil dalam 113 pertandingan Premier League, sebelum dipecahkan oleh Frank Lampard.


11. Adam Lallana


Adam Lallana adalah gelandang muda yang diprediksi akan menjadi salah satu bintang Inggris di masa depan. Mengawali karir di tahun 2006, Lallana kini dipercaya sebagai kapten tim Southampton. Ia dikenal sebagai gelandang yang cepat, berteknik tinggi, dan memiliki skill dribbling yang sangat bagus. Lallana berperan besar dalam membantu Southampton meraih promosi ke Premier League pada musim 2011-12. Di tahun 2013, ia memulai debutnya bersama timnas senior Inggris dalam pertandingan melawan Cili.


10. Marian Pahars


Striker asal Latvia ini bermain untuk Southampton dalam periode 1998-2006. Marian Pahars sudah menunjukkan bakat luar biasa sejak berusia muda dan bahkan sempat dijuluki sebagai Michael Owen-nya Latvia. Ia direkrut Southampton dari Skonto dengan nilai transfer 800 ribu poundsterling dan mencatat rekor sebagai pemain Latvia pertama yang tampil di kompetisi Premier League. Walaupun kerap dilanda cedera, Pahars menunjukkan performa konsisten selama bermain untuk Southampton dan membawa klub ini bertahan di Liga Premier Inggris selama tujuh musim berturut-turut.


9. Kevin Davies


Kevin Davies dikenal sebagai striker energik yang memiliki gaya bermain yang sangat agresif. Ia dikenal sebagai salah satu pesepakbola yang paling banyak melakukan pelanggaran dan tak segan untuk bermain keras. Pemain ini bergabung bersama Southampton dalam periode 1997-2003, mencetak 25 gol dalam 125 pertandingan. Ia akan selalu dikenang oleh fans Southampton karena mencetak gol indah melalui sebuah solo-run dalam pertandingan melawan Everton di tahun 1997.


8. James Beattie


Seandainya tidak terlalu sering dilanda cedera, Beattie pasti bisa menunjukkan performa yang lebih baik lagi. Ia bermain untuk Southampton dalam periode 1998-2005, mencetak total 76 gol dalam 235 penampilan. Ia dibeli dari Blackburn Rovers pada tahun 1998 dan langsung dipercaya tampil sebagai striker nomor satu Southampton. Saat tidak cedera, Beattie secara rutin mencetak gol-gol penting untuk timnya. Ia berperan besar dalam membantu Southampton bertahan di Liga Premier Inggris selama tujuh musim berturut-turut.


7. Tim Flowers


Tim Flowers adalah penjaga gawang yang terkenal karena tampil gemilang dalam membantu Blackburn Rovers menjuarai Premier League di musim 1994-95. Sebelum pindah ke Blackburn, Flowers bermain selama tujuh tahun di Southampton di bawah binaan Peter Shilton. Ia dipercaya menjadi kiper nomor satu klub tersebut pada tahun 1989 dan dua kali terpilih sebagai Southampton Footballer of the Year. Flowers akhirnya dibeli Blackburn Rovers dengan nilai transfer 2,4 juta poundsterling, membuat ia menjadi kiper Inggris termahal saat itu.


6. Kelvin Davis

Kelvin Davis adalah kiper nomor satu Southampton saat ini yang juga menjabat sebagai wakil-kapten. Ia bergabung bersama Southampton pada tahun 2006, dibeli dari Sunderland dengan nilai transfer 1,25 juta Poundsterling. Dalam kurun waktu tujuh tahun, ia bermain bersama Southampton di tiga liga yang berbeda, League One, Championship Division, dan Premier League. Davis dikenal sebagai seorang penalty-stopper yang handal, di mana ia beberapa kali menggagalkan tendangan penalti dari pemain kelas dunia seperti David Silva dan Robin van Persie.


5. Peter Shilton


Peter Shilton adalah sosok yang dikenal sebagai salah satu kiper Inggris terbaik sepanjang masa. Ia bermain untuk Sotuhampton selama lima tahun, dalam periode 1982-1987. Prestasi terbaiknya terjadi di musim 1983-84, di mana ia membawa Southampton menduduki posisi kedua dalam klasemen akhir Liga Inggris, posisi tertinggi yang pernah dicapai oleh klub ini sepanjang sejarah. Total, Shilton bermain dalam 242 pertandingan dan dua kali terpilih sebagai Southampton Footballer of the Year.


4. Terry Paine

Terry Paine adalah seorang winger yang memegang rekor jumlah penampilan terbanyak sepanjang masa untuk Southampton. Bermain untuk The Saints dalam kurun waktu 17 tahun, Paine tampil sebanyak 815 kali. Ia berjuang membawa Southampton promosi dari Third Division South (saat itu setara dengan divisi 4) ke Division One (setara dengan Premier League). Ia juga termasuk dalam skuad timnas Inggris yang memenangkan Piala Dunia 1966.


3. Mick Channon

Dengan total 228 gol, Mick Channon adalah top skorer Southampton sepanjang masa. Striker ini bermain untuk Southampton selama lima belas tahun, membantu klubnya memenangkan Piala FA di tahun 1976, satu-satunya major trophy yang pernah dimenangkan oleh klub tersebut. Selain tampil gemilang di level klub, Channon juga menunjukkan performa yang bagus di level timnas. Ia menjadi pemain andalan timnas Inggris di tahun 1970-an, mencetak 21 gol dalam 46 penampilan.


2. Rickie Lambert


Rickie Lambert adalah striker asal Inggris yang saat ini menjadi pilihan nomor satu di Southampton. Ia dikenal sebagai striker dengan kemampuan fisik yang sangat kuat dan sering mencetak gol melalui tendangan penalti. Dibeli dari Bristol Rovers pada tahun 2009, Lambert membantu Southampton promosi dari League One ke Premier League hanya dalam kurun waktu tiga tahun. Penampilan gemilang Lambert bersama Southampton membuatnya dipanggil ke timnas Inggris pada tahun 2013, dalam usia yang sudah cukup lanjut, 31 tahun.


1. Matthew Le Tissier


Tak perlu diragukan lagi, gelar pemain Southampton terbaik sepanjang masa sangat pantas diberikan untuk Matthew Le Tissier. Gelandang asal Inggris ini bermain untuk Southampton dalam periode 1986-2002, mencetak total 209 gol dalam 540 penampilan. Le Tissier dikenal sebagai seorang eksekutor tendangan penalti yang handal, mencetak total 47 gol dari 48 tendangan penalti. Ia juga terpilih sebagai pemain muda terbaik Liga Inggris dan menjadi gelandang pertama yang mencetak 100 gol di kompetisi Premier League. Sayang, walaupun bermain gemilang, Le Tissier tak memenangkan satu trofi pun bersama Southampton. Setelah pensiun, ia bekerja sebagai panelis di SkySport.