15 Pemain Sepakbola Nigeria Terbaik Dalam Sejarah

Selain Ghana, Kamerun, dan Pantai Gading; Nigeria juga dikenal sebagai salah satu negara sepakbola terkuat di benua Afrika. Tim nasional negeri ini telah beberapa kali membuat kejutan di turnamen Piala Dunia dan tiga kali menjuarai Piala Afrika. Tentu saja, generasi terbaik tim sepakbola Nigeria lahir di pertengahan tahun 1990-an, di mana tim ini diperkuat oleh beberapa pemain terbaik seperti Nwankwo Kanu, Taribo West, Jay-Jay Okocha, Daniel Amokachi, dan masih banyak lagi.

Dalam artikel ini, IlmuBola akan menyajikan 15 nama pesepakbola Nigeria terbaik dari masa ke masa. Tak hanya memiliki skill individu yang memukau, mereka juga meraih banyak gelar di level klub dan tim nasional.


15. Taribo West

Taribo West adalah seorang pemain belakang yang bermain untuk timnas Nigeria dalam periode 1994-2002. Selain tangguh, West juga menarik perhatian pengamat dunia sepakbola karena sering memilih gaya rambut yang aneh dan berwarna-warni. Ia pernah bermain untuk berbagai klub Eropa, seperti Auxerre, Inter Milan, Derby County, dan Kaiserslautern. Prestasi terbaiknya adalah membantu timnas Nigeria memenangkan Olimpiade 1996.


14. Shola Ameobi


Shola Ameobi adalah seorang striker yang berkarir selama lebih dari satu dekade di Newcastle United. Ia berduet dengan beberapa penyerang kelas dunia, seperti Alan Shearer, Michael Owen, dan Andy Carroll. Sebelum resmi memperkuat timnas Nigeria, Ameobi sempat bermain untuk timnas Inggris U-23 selama tiga tahun. Prestasi terbaik yang pernah diraih oleh Ameobi di level klub adalah memenangkan Piala Intertoto tahun 2006. 


13. Victor Moses


Sama seperti Ameobi, Victor Moses mengawali karirnya sebagai pesepakbola profesional di Inggris. Ia dikenal sebagai pemain dengan fisik yang kuat, mampu bermain di berbagai posisi lini tengah maupun lini depan. Penampilannya yang gemilang dan usianya yang masih muda membuat Moses diprediksi menjadi salah satu bintang masa depan yang akan bersinar di dunia sepakbola. Sejauh ini, prestasi terbaiknya adalah memenangkan Piala Afrika 2013 bersama timnas Nigeria.


12. Emmanuel Emenike


Emmanuel Emenike mulai mendapat perhatian dari pengamat sepakbola dunia ketika ia bermain untuk sebuah klub Liga Turki, Karabükspor. Tiga bulan setelah bermain untuk klub tersebut, tepatnya pada bulan Oktober 2009, Emenike mencetak hattrick pertamanya di Liga Eropa. Performanya terus menanjak, membuatnya akhirnya pindah ke klub raksasa Liga Turki, Fenerbahce. Ia memberikan kontribusi yang luar biasa besar untuk timnas Nigeria di Piala Afrika 2013, di mana Emenike berhasil membantu timnya menjuarai sekaligus menjadi top skorer turnamen tersebut.


11. Yakubu Aiyegbeni


Kuat, cepat, dan tangguh. Sosoknya yang sangat kokoh di lini depan membuat Yakubu dijuluki sebagai "The Yak." Ia menghabiskan sebagian besar karir profesionalnya di Liga Inggris, bermain untuk Portsmouth, Middlesbrough, Everton, dan Blackburn Rovers. Sebelumnya, ia bermain dengan cukup gemilang di sebuah klub Liga Israel, Maccabi Haifa. Selama bermain untuk timnas Nigeria dalam periode 2000-2012, Yakubu mencetak 21 gol dalam 57 penampilan.


10. Segun Odegbami

Segun Odegbami merupakan seorang penyerang yang bermain untuk tim Elang Hijau (nama julukan timnas Nigeria) dalam periode 1976-1982. Ia dijuluki dengan nama "Mathematical" karena gaya bermainnya yang penuh perhitungan dan cerdas. Tak hanya itu, julukan tersebut juga didapat karena Odegbami berhasil menyelesaikan pendidikan di sebuah universitas teknik di negaranya. Ia berperan besar dalam memimpin negaranya memenangkan gelar Piala Afrika pertama mereka pada tahun 1980.


9. Obafemi Martins


Cepat, kuat, dan lincah. Obafemi Martins sempat diprediksi menjadi salah satu pemain muda yang akan bersinar di dunia. Sayang, karena sering dilanda cedera, penampilannya menjadi tidak konsisten. Martins meraih banyak gelar selama bermain untuk Inter Milan, Newcastle United, Birmingham City, dan Rubin Kazan; di antaranya satu gelar Serie A, dua Coppa Italia, satu trofi Piala Intertoto, satu Piala Liga Inggris, dan satu Piala Rusia.


8. Finidi George

Bermain sebagai seorang sayap kanan, Finidi George merupakan salah satu pemain kunci Ajax Amsterdam di pertengahan tahun 1990-an. Gelandang ini membantu timnya memenangkan berbagai gelar, baik di level domestik maupun internasional. Selama bermain untuk Ajax, George mempersembahkan tiga gelar Eredivisie, satu trofi Liga Champions, dan satu trofi Piala Super Eropa. Ia juga memimpin negaranya menjuarai Piala Afrika tahun 1994.


7. Daniel Amokachi

Bermain sebagai seorang striker, Amokachi memiliki karakteristik khas pesepakbola Afrika: fisik yang kuat, lari yang cepat, dan tendangan keras. Ia bermain untuk beberapa klub Eropa, seperti Club Brugge, Everton, dan Besiktas. Tak hanya itu, Amokachi juga mempersembahkan medali emas untuk negaranya dalam Olimpiade 1996, mencetak satu gol dalam pertandingan final melawan Argentina. Ia mengakhiri karirnya sebagai pesepakbola profesional pada tahun 2005 bersama sebuah klub lokal, Nasarawa United.


6. Rashidi Yekini

Dengan total 37 gol yang dicetaknya dalam periode 1984-1998, Rashidi Yekini memegang rekor sebagai top skorer timnas Nigeria sepanjang masa. Karir terbaiknya terjadi dalam periode 1993-1994, di mana Yekini berhasil menjadi top skorer Liga Portugal dengan 34 gol dari 32 penampilan dan terpilih sebagai pesepakbola terbaik Afrika. Tak hanya itu, Yekini juga tercatat sebagai pesepakbola Nigeria pertama yang mencetak gol dalam turnamen Piala Dunia.


5. Joseph Yobo


Hingga saat ini, Joseph Yobo masih memegang rekor sebagai pemain dengan jumlah penampilan terbanyak untuk timnas Nigeria. Berposisi sebagai bek tengah, Yobo mengawali karirnya sebagai pesepakbola profesional di Standard Liege pada tahun 1998. Ia pun sempat bermain untuk Marseille, sebelum akhirnya bergabung bersama Everton, di mana ia menghabiskan sembilan tahun karirnya bersama klub tersebut. Setelah Nwankwo Kanu pensiun, Yobo adalah pemain yang dipercaya untuk menjadi kapten timnas Nigeria.


4. Vincent Enyeama


Penampilan gemilang Vincent Enyeama di level klub maupun tim nasional membuatnya layak disebut sebagai salah satu kiper terbaik Afrika sepanjang masa. Penampilannya mulai mencuri perhatian ketika bermain untuk Hapoel Tel-Aviv di tahun 2007 dan makin bersinar sejak bermain untuk Lille sejak tahun 2011. Di level klub, Enyeama memenangkan dua gelar Liga Israel dan satu kali terpilih sebagai pemain terbaik kompetisi ini. Ia juga berperan sebagai kiper nomor satu timnas Nigeria yang menjuarai Piala Afrika 2013.


3. Jay-Jay Okocha

Jay-Jay Okocha dikenal sebagai seorang gelandang dengan teknik tinggi. Ia memiliki kemampuan dribbling yang luar biasa, tendangan jarak jauh yang akurat, fisik yang kuat, serta kerap mencetak gol-gol indah. Ia sempat mencetak rekor sebagai pemain Afrika termahal di dunia ketika dibeli oleh Paris Saint-Germain dari Fenerbahce pada tahun 1998. Bersama timnas Nigeria, Okocha memenangkan satu medali emas Olimpiade 1996 dan satu trofi Piala Afrika 1994.


2. John Obi Mikel


Tak banyak pemain yang bisa bertahan lama di klub besar Liga Inggris seperti Chelsea. Bergabung di tahun 2006, Mikel menjadi gelandang tengah andalan Chelsea selama bertahun-tahun. Ia bermain bersama pemain-pemain kelas dunia seperti Frank Lampard, Ramires, Juan Mata, dan masih banyak lagi. Mikel dikenal sebagai seorang gelandang jangkar dengan kemampuan menyerang dan bertahan yang sama baiknya. Sejauh ini, ia sudah memenangkan satu trofi Liga Champions, satu trofi UEFA Europa League, satu gelar Premier League, dan empat Piala FA. Mikel juga dua kali terpilih sebagai African Young Player of the Year tahun 2005 dan 2006.


1. Nwankwo Kanu


Nwankwo Kanu adalah salah satu striker Afrika terbaik sepanjang masa. Ia memiliki tubuh tinggi, teknik yang memukau, dan sering mencetak gol-gol penting untuk timnya. Selama bermain untuk Arsenal dalam periode 1999-2004, ia dikenal sebagai seorang super-sub yang membantu timnya memenangkan lima trofi. Sebelumnya, ia merupakan bagian dari generasi emas Ajax Amsterdam yang memenangkan tiga gelar Eredivisie dan satu trofi Liga Champions. Tak hanya itu, Kanu juga membantu negaranya memenangkan Olimpiade 1996 dan dua kali terpilih sebagai African Footballer of the Year tahun 1996 dan 1999.

15 Kiper Afrika Terbaik Sepanjang Masa

Afrika merupakan benua tempat lahirnya banyak pesepakbola berbakat. Negara-negara Afrika seperti Kamerun, Nigeria, Ghana, dan Pantai Gading dikenal sebagai tempat lahirnya ratusan pemain bola berbakat yang menjadi andalan berbagai klub besar di Eropa. Tak hanya itu, tim nasional sepakbola negara-negara Afrika juga kerap membuat kejutan di turnamen Piala Dunia.

Dalam artikel kali ini, IlmuBola.com akan menampilkan daftar lima belas penjaga gawang Afrika terbaik sepanjang masa. Nama-nama seperti Bruce Grobbelaar, Vincent Enyeama, Jacques Songo'o dan Badou Ezzaki bahkan dikenal sebagai pemain kunci di klub-klub Eropa. Nah, siapakah menurut anda yang layak menyandang gelar sebagai yang terbaik?


15. Richard Kingson


Kingson adalah pemain yang memegang rekor jumlah penampilan terbanyak untuk timnas Ghana. Ia menjadi kiper nomor satu negaranya dalam Piala Dunia 2006 dan 2010 serta memenangkan medali perak untuk timnas Ghana di Piala Afrika 2010. Sepanjang karirnya, Kingson mencetak satu gol untuk negaranya melalui sundulan kepala dalam sebuah persahabatan melawan Tanzania di tahun 2008. Ia juga pernah bermain di klub-klub Eropa seperti Galatasaray, Birmingham City, dan Wigan Athletic; namun selalu gagal mendapat tempat di skuad utama.


14. Hans Vonk

Hans Vonk adalah kiper asal Afrika Selatan yang menghabiskan sebagian besar karirnya bermain di Liga Belanda. Ia berperan sebagai kiper nomor satu Hereenven SC dalam periode 1996-2004, tampil dalam 263 pertandingan liga. Tak hanya itu, Vonk juga merupakan penjaga gawang utama timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 1998. Sepanjang karirnya, Vonk mewakili negaranya dalam 43 pertandingan internasional. Ia pensiun sebagai pesepakbola profesional pada tahun 2011.


13. Peter Rufai

Peter Rufai merupakan kiper utama timnas Nigeria dalam Piala Dunia 1994 dan 1998. Selain memiliki goalkeeping ability yang hebat, ia juga dikenal sebagai pemain yang bisa memimpin rekan-rekan satu timnya. Terbukti, Rufai dipercaya menjadi kapten negaranya di Piala Dunia 1994. Prestasi terbaiknya bersama timnas Nigeria adalah memenangkan Piala Afrika 1994. Di level klub, Rufai sempat bermain di Eropa bersama Lokeren, Farense, Hercules, dan Deportivo La Coruna.


12. Ali Boumnijel

Ali Boumnijel adalah seorang penjaga gawang legendaris Tunisia yang mewakili negaranya selama 16 tahun, dalam periode 1991 hingga 2007. Ia tampil sebagai penjaga gawang utama timnas Tunisia dalam Piala Dunia 1998, 2002, dan 2006. Dalam tiga turnamen besar tersebut, Boumnijel menunjukkan penampilan yang konsisten, walaupun negaranya selalu tersingkir di babak pertama. Ia juga memiliki peran penting dalam membantu timnas Tunisia menjuarai Piala Afrika 2004, ketika menggagalkan tendangan penalti dari pemain Nigeria di babak semifinal.


11. Robert Mensah


Robert Mensah adalah kiper asal Ghana yang aktif bermain di tahun 1960. Ia dikenal sebagai seorang penjaga gawang yang kontroversial, di mana ia sering dengan sengaja membaca koran di depan gawangnya, dengan tujuan mengejek lawan-lawan mainnya. Penampilannya sebagai seorang kiper cukup solid, di mana Mensah bahkan sempat dinobatkan sebagai runner-up African Player of the Year 1970. Satu tahun setelahnya, ia meninggal dunia dengan tragis dalam sebuah perkelahian di bar.


10. Sadok Sassi


Selama 15 tahun, posisi Sadok Sassi sebagai penjaga gawang timnas Tunisia nyaris tidak tergantikan. Selain tangguh sebagai seorang kiper, Sassi juga sangat karismatik dan memiliki kualitas kepemimpinan yang bagus. Debutnya di timnas Tunisia dimulai saat ia masih berusia 18 tahun dalam turnamen Piala Afrika 1983. Tak hanya sukses di level timnas, Sassi juga berjaya di level klub. Selama 21 tahun bermain untuk Club Africain, ia memenangkan lima gelar Liga Tunisa dan delapan trofi Piala Tunisia.


9. Tony Sylva

Kecemerlangan timnas Senegal di Piala Dunia 2002 tak lepas dari peran Tony Sylva sebagai penjaga gawang. Ia sudah bermain di Liga Perancis sejak tahun 1993, namun menghabiskan lebih banyak waktunya sebagai kiper cadangan dan sangat jarang mendapat kesempatan bermain. Baru di tahun 2004 ia dipercaya menjadi kiper nomor satu Lille. Selama empat tahun bergabung dengan klub tersebut, Sylva bermain dalam 163 pertandingan liga dan membantu klub tersebut menjadi runner-up Ligue 1 di tahun 2005.


8. Idriss Carlos Kameni


Kehebatan Carlos Kameni sebagai pesepakbola sudah terlihat saat masih berusia muda. Ia membantu timnas Kamerun memenangkan Olimpiade 2000 pada usia 16 tahun, membuatnya menjadi pesepakbola termuda yang pernah memenangkan medali emas Olimpiade. Di level klub, Kameni dikenal sebagai salah satu kiper legendaris Espanyol. Ia bermain untuk klub tersebut selama delapan tahun, mempersembahkan trofi Copa Del Rey di musim 2005-06. Tak hanya itu, ia juga dua kali terpilih sebagai Kiper Terbaik Afrika.


7. Jacques Songo'o

Sama seperti Kameni, Songo'o mengalami periode terbaik dalam karirnya ketika bermain di Liga Spanyol. Di musim pertamanya berkompetisi di La Liga bersama Deportivo La Coruna, Songo'o langsung memenangkan "Zamora Award," gelar yang diberikan untuk kiper terbaik dalam kompetisi. Tak hanya itu, Songo'o juga berperan besar dalam membantu La Coruna memenangkan gelar La Liga pertama mereka di musim 1999-2000. Sepanjang karirnya, ia bermain dalam 46 pertandingan internasional untuk timnas Kamerun.


6. Badou Ezzaki


Sebelum era Carlos Kameni dan Jacques Songo'o, ada kiper Afrika yang sudah lebih dahulu sukses bermain di La Liga. Ia adalah Bado Ezzaki, penjaga gawang asal Maroko yang tampil gemilang bersama RCD Mallorca dalam periode 1986-1992. Ia bahkan memenangkan Zamora Award di musim 1988-89 dan membantu klubnya menjadi runner-up Copa Del Rey musim 1990-91. Ia mewakili negaranya dalam berbagai turnamen internasional, seperti Olimpiade 1984 dan Piala Dunia 1986. 


5. Essam El-Hadary

Essam El-Hadary dipuji oleh Didier Drogba sebagai pemain terbaik yang pernah dihadapinya. El-Hadary memulai debutnya untuk timnas Mesir pada tahun 1996 dan mempersembahkan empat trofi Piala Afrika untuk negaranya. Tak hanya itu, ia tiga kali memenangkan penghargaan 'Best Goalkeeper in Africa Cup of Nations." Selama 20 tahun bermain sebagai pesepakbola profesional, El-Hadary sudah menjuarai delapan gelar Liga Mesir, satu gelar Liga Sudan, dan empat trofi Liga Champions Afrika.


4. Vincent Enyeama


Dalam dua tahun terakhir, reputasi dan popularitas Vincent Enyeama meningkat drastis. Ia sukses membantu negaranya memenangkan Piala Afrika 2013 dan dinominasikan sebagai kiper terbaik Ligue 1 musim 2013-14. Tak hanya itu di tahun 2013 ia juga mencatat rekor 11 clean sheets berturut-turut, di mana gawangnya sama sekali tidak kebobolan selama 1.062 menit. Sepanjang karirnya, Enyeama mencetak 19 gol melalui tendangan penalti.


3. Joseph Antoine-Bell

Joseph Antoine-Bell adalah sosok yang dianugerahi gelar sebagai Penjaga Gawang Afrika Terbaik Abad ke-20 oleh IFFHS. Ia menghabiskan sebagian besar karirnya bermain di Liga Perancis bersama Marseille, Bordeaux, dan Saint-Etienne. Penampilannya yang stabil sebagai seorang penjaga gawang membuat posisinya di ketiga klub tersebut nyaris tidak tergantikan. Sepanjang karirnya dalam periode 1975-1994, ia mewakili negaranya dalam 50 pertandingan internasional.


2. Thomas N'Kono


Thomas N'Kono merupakan kiper legendaris Kamerun yang mewakili negaranya dalam tiga Piala Dunia dan empat Piala Afrika. Penampilan N'Kono di Piala Dunia 1990 bahkan menjadi inspirasi bagi Gianluigi Buffon untuk berkarir sebagai seorang penjaga gawang. Dalam turnamen tersebut, ia sukses membantu negaranya melaju hingga babak perempatfinal. Di level klub, N'Kono juga cukup sukses. Ia hampir selalu tampil sebagai kiper nomor satu Espanyol dalam periode 1982-1991, total tampil dalam 241 pertandingan Liga.


1. Bruce Grobbelaar


Bruce Grobbelaar layak disebut sebagai kiper terbaik Afrika terbaik sepanjang masa karena prestasinya yang luar biasa saat bermain untuk Liverpool dalam periode 1981-1994. Selama tiga belas tahun bergabung bersama The Reds, kiper asal Zimbabwe ini tampil dalam lebih 600 pertandingan dan memenangkan enam gelar Liga Inggris, empat trofi Piala Liga, tiga Piala FA, dan satu trofi Piala Champions. Ia juga merupakan pemain Afrika pertama yang memenangkan Liga Champions dan dikenal karena kelincahan dan rasa percaya dirinya yang tinggi. Sejak menggantikan peran Ray Clemence di tahun 1981 hingga pindah ke Southampton pada tahun 1994, perannya sebagai kiper nomor satu Liverpool nyaris tidak tergantikan.

15 Pesepakbola Afrika Terbaik Sepanjang Masa

Afrika adalah sebuah benua yang menghasilkan ribuan pemain sepakbola yang berbakat. Pemain-pemain hebat ini biasanya bermain untuk klub-klub besar Eropa dan memenangkan berbagai penghargaan bergengsi. Tak jarang, para pemain Afrika tersebut juga mampu tampil mengejutkan di turnamen internasional seperti Piala Dunia.

Pertanyaannya, siapa sajakah pemain bola Afrika yang layak dijuluki sebagai yang terbaik sepanjang masa? Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita baca saja artikel dari IlmuBola berikut. Di sini, kami akan membahas 15 pesepakbola yang mampu membawa nama baik benua Afrika di dunia sepakbola internasional.

15. Mustapha Hadji


Mustapha Hadji adalah seorang gelandang asal Maroko yang pernah bermain di Liga Premier Inggris untuk Coventry City dan Aston Villa. Selama 19 tahun karir profesionalnya, Hadji bermain untuk timnas Maroko sebanyak 63 kali dan mencetak 13 gol. Ia mulai mencuri perhatian publik ketika mencetak sebuah gol indah ke gawang Norwegia pada Piala Dunia 1998. Di tahun yang sama, ia juga dianugerahi gelar sebagai Pesepakbola Afrika Terbaik.


14. John Obi Mikel


John Obi Mikel adalah seorang gelandang bertahan yang sudah bergabung dengan Chelsea sejak usia yang masih muda. Hingga kini, pemain asal Nigeria ini masih menjadi salah satu pemain andalan di lini tengah The Blues. Memperkuat Chelsea sejak tahun 2006, Mikel sudah memenangkan banyak gelar, seperti satu kali juara Liga Champions, satu kali juara Premier League, dan empat kali juara Piala FA. Ia juga meraih gelar Piala Afrika bersama tim nasional Nigeria di tahun 2013.


13. Rabah Madjer


Mungkin saat ini tak banyak yang mengenal nama Rabah Madjer. Pesepakbola asal Aljazair ini bermain dari tahun 1975 hingga 1992. Karirnya yang paling cemerlang dilaluinya bersama dengan FC Porto, tempat di mana Madjer mampu memenangkan tiga gelar Liga Portugal dan satu trofi Piala Champions. Madjer juga terpilih sebagai pemain bola Aljazair terbaik di abad ke-20. Saat ini, ia bekerja sebagai salah seorang analis di stasiun TV Al Jazeera Sport.


12. Patrick Mboma


Patrick Mboma adalah senior dari Samuel Eto'o di tim nasional Kamerun. Ia dikenal sebagai striker yang tinggi besar, kuat, dan memiliki kecepatan lari yang tinggi. Mboma menghabiskan sebagian besar karirnya di Perancis dan Italia, membela berbagai klub papan tengah seperti Cagliari, Parma, PSG, dan Metz. Pemain ini dua kali membawa tim nasional Kamerun menjuarai dua gelar Piala Afrika di tahun 2000 dan 2002. Dalam total karirnya, Mboma bermain sebanyak 261 kali dan mencetak 109 gol.


11. Kalusha Bwalya

Kalusha Bwalya adalah seorang pemain legendaris tim nasional Zambia. Ia memperkuat negaranya selama 21 tahun, dari tahun 1983 hingga 2004. Wajar jika Kalusha tercatat sebagai pemain Zambia dengan jumlah penampilan terbanyak dan jumlah gol terbanyak sepanjang masa. Bersama tim nasional Zambia, ia tampil sebanyak 143 kali dan mencetak 100 gol. Bwalya dikenal sebagai seorang yang tidak mempunyai posisi dan dibiarkan bebas menjelajahi lapangan. Gaya bermainnya yang sangat unik ini membuat Bwalya kerap menimbulkan kejutan bagi tim lawan.


10. Michael Essien


Essien adalah salah satu pemain Ghana yang paling berjasa membawa timnya mencapai babak perempat final dalam Piala Dunia 2010. Selama sembilan tahun bermain untuk Chelsea, Essien juga mengalami karir yang cukup bagus. Ia membawa klubnya menjadi juara Premier League sebanyak dua kali dan memenangkan satu gelar Liga Champions di musim kompetisi 2011-2012. Essien memiliki karakter permain yang keras, di mana ia memang diposisikan sebagai gelandang jangkar yang harus merusak pola permainan tim lawan.


9. Yaya Toure


Tak hanya di negaranya, Yaya Toure bahkan dianggap sebagai salah satu pemain terbaik Manchester City. Gelandang tengah ini memiliki peran yang sangat vital dalam membawa City memenangi gelar Premier League musim 2011-2012. Toure juga tiga kali berturut-turut terpilih sebagai pemain terbaik Afrika, dari tahun 2011 hingga 2013. Salah satu kelebihan utama Toure adalah kemampuan bertahan dan menyerangnya yang sama-sama baik. Ia bisa berperan sebagai poros pertahanan dan jika diperlukan mampu membantu penyerangan dan mencetak gol.


8. Didier Drogba


Drogba adalah seorang penyerang yang sangat kuat. Pemain asal Pantai Gading ini bahkan disebut-sebut sebagai salah satu pemain asing terbaik sepanjang masa di Liga Premier Inggris. Selama delapan tahun memperkuat Chelsea, Drogba bermain sebanyak 226 kali dan menyumbangkan 100 gol, serta memenangkan berbagai gelar bergengsi. Dengan catatan 62 gol dari 98 penampilan, Drogba saat ini menjadi top skorer sepanjang masa tim nasional Pantai Gading.


7. Jay-Jay Okocha

Okocha adalah seorang gelandang asal Nigeria yang mempunyai gaya bermain yang sangat menghibur. Ia memiliki skill yang tinggi dalam menggiring dan mengolah bola. Okocha juga kerap mencetak gol-gol indah dari tendangan keras jarak jauh. Okocha adalah bagian dari tim nasional Nigeria yang memenangkan Piala Afrika tahun 1994 dan meraih medali emas Olimpiade 1995. Sepanjang karirnya, Okocha bermain sebanyak 454 kali dan mencetak 87 gol.


6. Samuel Kuffour


Samuel Kuffour adalah satu-satunya pemain belakang dalam daftar 15 pesepakbola terbaik Afrika sepanjang masa ini. Masa-masa kesuksesan Kuffour terjadi dalam kurun waktu 1993 sampai 2005 ketika ia bermain untuk Bayern Munich. Di klub tersebut, Kuffour mampu memenangkan enam gelar Bundesliga dan satu trofi Liga Champions. Kuffour juga menjadi salah satu pemain yang masuk dalam nominasi penghargaan Ballon d'Or tahun 2001.


5. Nwankwo Kanu


Nwankwo Kanu menjalani masa-masa yang gemilang ketika bergabung bersama Arsenal. Di Arsenal, striker asal Nigeria ini kerap tampil sebagai super-sub, seorang pemain cadangan yang kerap menyelamatkan timnya dari kekalahan. Sebelum bergabung dengan Arsenal, Kanu adalah striker andalan Ajax Amsterdam, di mana ia mampu memenangkan tiga gelar Eredivisie dan satu trofi Liga Champions. Kanu bermain 86 kali untuk timnas Nigeria dan mencetak 13 gol.


4. Roger Milla


Roger Milla sering dianggap sebagai salah satu second striker terbaik di dunia. Striker asal Kamerun ini tampil di dua Piala Dunia, tahun 1990 dan 1994. Dalam Piala Dunia 1990, Milla membuat kejutan dengan berhasil membawa timnya melaju ke babak kedua. Di Piala Dunia 1994, Milla mencatat rekor baru sebagai pemain tertua yang pernah mencetak gol dalam sejarah turnamen Piala Dunia, dalam usia 42 tahun. Sepanjang karirnya, Milla mencetak 405 gol dalam 712 penampilan.


3. Samuel Eto'o


Kualitas Samuel Eto'o tentu sudah tak perlu diragukan lagi. Pemain ini meraih banyak gelar bergengsi ketika bermain untuk Barcelona, dengan dukungan dari Ronaldinho serta Lionel Messi. Bersama Barcelona, Eto'o memenangkan tiga gelar La Liga dan dua trofi Liga Champions. Kehebatannya berlanjut ketika ia ditransfer ke Inter Milan, di mana Eto'o mampu memenangi satu gelar Serie A, satu gelar Liga Champions, dan satu trofi Piala Dunia Antarklub.


2. Abedi Pele



Abedi Ayew atau lebih familiar disebut dengan nama Abedi Pele adalah seorang gelandang menyerang legendaris asal Ghana. Masa-masa keemasannya sebagai seorang pesepakbola terjadi antara tahun 1988 hingga 1993 ketika bermain untuk Marseille dan Lille FC di Liga Perancis. Dalam periode tersebut, ia memenangkan tiga gelar Liga Perancis dan satu trofi Liga Champions. Sepanjang karirnya, Abedi Pele bermain sebanyak 479 kali dan mencetak 157 gol.


1. George Weah



Tak berlebihan jika gelar pesepakbola Afrika terbaik sepanjang masa dianugerahkan pada George Weah. Ini karena striker Liberia tersebut adalah satu-satunya pemain Afrika yang pernah memenangkan penghargaan Ballon d'Or. Weah memenangkan dua gelar Serie A bersama AC Milan dan satu gelar Ligue 1 bersama Paris Saint-Germain. Setelah pensiun, Weah mencoba untuk terjun ke dunia politik, bahkan pernah mencalonkan diri sebagai presiden Liberia.