15 Bek Real Madrid Terbaik di Dunia

Sebagai klub tersukses di Liga Spanyol, wajar jika Real Madrid sudah melahirkan ribuan pesepakbola yang berkualitas dunia. Mereka juga tak jarang mengeluarkan banyak uang untuk membeli berbagai bintang dari klub-klub lain, seperti Cristiano Ronaldo, Gareth Bale, dan Zinedine Zidane. Terkadang, mereka juga melahirkan para pemain bintang dari Youth Academy yang dimilikinya.

Dalam artikel kali ini, IlmuBola akan mengajak Anda melihat daftar 15 defender terbaik Real Madrid sepanjang masa. Nama-nama seperti Roberto Carlos, Sergio Ramos, dan Fernando Hierro tentu saja sudah tidak asing lagi bagi pecinta sepakbola. Selain memiliki kemampuan yang mumpuni, mereka juga sudah memenangkan banyak trofi bergengsi bersama Los Galacticos.


15. Raphael Varane


Raphael Varane adalah bek muda asal Perancis yang diprediksi akan menjadi andalan Real Madrid di masa depan. Di tahun 2011, Varane mencetak rekor sebagai pemain asing termuda yang mencetak gol untuk Real Madrid, dalam usia 18 tahun 152 hari. Performanya makin konsisten di musim selanjutnya, di mana Varane mulai mendapat tempat sebagai starter. Selain bertubuh tinggi besar, kemampuan heading, marking, dan tacklingnya juga sangat sempurna. Ia bahkan membuat striker-striker kelas dunia seperti Lionel Messi dan Radamel Falcao tidak berdaya di bawah penjagaannya.


14. Álvaro Arbeloa


Alvaro Arbeloa adalah satu dari sedikit pemain di daftar ini yang dibesarkan oleh Real Madrid Youth Academy. Ia mengawali debutnya di tim senior pada tahun 2004, dan sempat berkarir di Deportivo La Coruna dan Liverpool sebelum akhirnya kembali lagi ke Real Madrid pada tahun 2009. Arbeloa dikenal sebagai seorang bek sayap kanan yang serba bisa. Ia tangguh dalam bertahan, namun juga bisa diandalkan dalam membangun serangan dari sisi kanan lapangan.


13. Manuel Sanchís, Senior

Manuel Sanchis senior adalah ayah dari Manuel Sanchis yang akhirnya dianggap menjadi salah satu pemain legendaris Real Madrid. Walaupun performa dan nama besar Sanchis senior masih kalah dari anaknya, ia juga memiliki kontribusi yang cukup signifikan terhadap kesuksesan Real Madrid. Ia bermain untuk El Real dari tahun 1964 hingga 1971, memenangkan empat gelar La Liga dan satu trofi Piala Champions. Pemain asal Spanyol ini juga merupakan satu dari tiga pasangan bapak-anak yang pernah memenangkan Liga Champions, selain Paolo dan Cesare Maldini (AC Milan) serta Carles dan Sergio Busquets (Barcelona).


12. Fabio Cannavaro


Cannavaro bergabung dengan Real Madrid di tahun 2006, beberapa saat setelah ia membantu Italia menjuarai Piala Dunia. Walaupun secara fisik sudah mulai menurun, Cannavaro tetap mampu menunjukan performa yang stabil di El Real selama tiga tahun bermain untuk klub tersebut. Ia memenangkan dua gelar La Liga dan masih mampu bersaing dengan striker-striker muda di Liga Spanyol seperti Fernando Torres. Di tahun 2013, harian Marca menobatkan Cannavaro sebagai satu dari 11 pemain asing terbaik yang pernah bermain untuk Real Madrid.


11. Chendo

Chendo alias Miguel Porlán Noguera adalah eks bek kanan asal Spanyol yang menjadi kapten Real Madrid dalam periode 1989-1993. Loyalitasnya patut diacungi jempol, karena selama 19 tahun karirnya sebagai pesepakbola profesional, Chendo hanya bermain untuk satu klub, Real Madrid. Karirnya di klub ini juga berlangsung dengan gemilang, di mana ia memenangkan tujuh gelar La Liga, dua Copa del Rey, satu trofi Liga Champions, dan dua Piala UEFA.


10. Marcelo Vieira


Setelah Roberto Carlos pensiun, Marcelo-lah yang menjadi andalan di sisi kiri pertahanan Real Madrid. Bek yang direkrut dari Fluminense ini sangat cepat, memiliki kemampuan dribbling yang baik, serta sangat aktif dalam membantu penyerangan. Sejak bergabung dengan Real Madrid di tahun 2007, posisinya sebagai bek kiri nomor satu nyaris tidak tergantikan. Sejauh ini, Marcelo sudah memenangkan tiga gelar La Liga, dua Copa del Rey, dan satu trofi Liga Champions.


9. Iván Helguera

Ivan Helguera tak hanya bisa bermain sebagai seorang bek tengah, namun ia juga lugas diposisikan sebagai seorang gelandang bertahan. Pemain asal Spanyol ini bergabung dengan Real Madrid selama delapan tahun dari 1999 hingga 2007. Performanya memang tidak menonjol, namun sangat konsisten dan solid. Sebagai seorang pemain bertahan, Helguera sangat jarang membuat kesalahan. Sepanjang karirnya, ia memenangkan banyak trofi bersama Real Madrid, di antaranya dua gelar Liga Champions dan tiga titel La Liga.


8. José Santamaría

Bek tengah asal Uruguay ini menjadi andalan Real Madrid saat mereka mendominasi kompetisi Eropa di akhir 1950-an. Bersama Real Madrid, Santamaria memenangkan tiga trofi Piala Champions berturut-turut dan enam gelar La Liga berturut-turut. Karena performanya yang sangat konsisten dan ketangguhannya dalam membendung serangan lawan, Santamaria dipanggil dengan julukan "Tembok Besar." Sepanjang karirnya, ia bermain untuk dua negara yang berbeda, Uruguay dan Spanyol.


7. Míchel Salgado


Sebelum kedatangan Sergio Ramos, Michel Salgado adalah andalan utama di sisi kanan pertahanan Real Madrid. Ia bergabung dengan klub ini selama sepuluh tahun dalam periode 1999-2009. Salgado juga menjadi bagian dari generasi emas Real Madrid yang disebut dengan nama "Los Galacticos" dan bermain bersama bintang-bintang besar dunia seperti David Beckham, Luis Figo, Ronaldo, dan Zinedine Zidane. Total, ia tampil dalam 254 pertandingan La Liga dan mencetak empat gol.


6. José Antonio Camacho


Jose Antonio Camacho dikenal sebagai bek kiri terbaik Spanyol sepanjang masa. Ia bermain untuk Real Madrid dari tahun 1974 hingga 1989, meraih sembilan gelar La Liga, dua Piala UEFA, dan lima Copa del Rey. Ia juga menjadi bek kiri nomor satu di timnas Spanyol selama kurang lebih satu dekade, mewakili negaranya dalam empat turnamen besar, Piala Dunia 1982 dan 1986 serta Euro 1984 dan 1988. Setelah pensiun, ia sempat menjadi manajer Real Madrid di tahun 2004. 


5. Pepe


Tangguh dan tak segan untuk bermain keras. Karakternya yang liar dan bengal membuat Pepe dijuluki sebagai "Sang Binatang." Tak hanya itu, ia juga sangat sering berkelahi dan dikartu merah oleh wasit. Walaupun demikian, kehebatannya sebagai seorang bek tengah tak perlu diragukan. Tubuhnya kuat, dan kemampuan tackling serta headingnya nyaris sempurna. Ia juga memiliki kualitas kepemimpinan yang bagus, membuatnya dipercaya sebagai wakil kapten Real Madrid selama beberapa musim.


4. Manuel Sanchis


Dengan total 711 penampilan, Manuel Sanchis adalah bek dengan jumlah caps terbanyak di Real Madrid. Rekornya hanya kalah dari Raul Gonzalez yang tampil dalam 741 pertandingan. Sanchis bermain untuk El Real dari tahun 1983 hingga 2001, serta ditunjuk sebagai kapten tim dari tahun 1993 hingga 2001. Tak hanya tangguh sebagai bek tengah, Sanchis juga terkadang bisa dimainkan sebagai seorang sweeper. Ia memenangkan banyak trofi selama berkostum Real Madrid, di antaranya delapan gelar La Liga, dua gelar Liga Champions, dan dua UEFA Cup.


3. Roberto Carlos


Tak berlebihan jika Roberto Carlos dianggap banyak pengamat sebagai bek Brazil terbaik sepanjang masa. Ia sangat cepat, kuat, dan aktif dalam membantu serangan. Tak hanya itu, Roberto Carlos juga sangat sering mencetak gol melalui tendangan jarak jauh. Hal ini membuatnya dijuluki oleh fans Madrid dengan nama "El Hombre Bala" alias "Manusia Peluru." Sepanjang bermain untuk Madrid dari tahun 1996 hingga 2007, Carlos memenangkan empat gelar La Liga dan tiga trofi Liga Champions.


2. Sergio Ramos


Sergio Ramos adalah contoh seorang defender yang sempurna. Ia bisa bermain di kiri, kanan, dan tengah sama baiknya. Tak hanya itu, kualitas kepemimpinan dan daya juangnya juga sangat baik. Performanya konsisten, stabil, dan eksistensinya membuat pemain lainnya merasa tenang. Salah satu penampilan terbaik Ramos di Real Madrid terjadi dalam partai final Liga Champions 2013-14, di mana ia memimpin rekan-rekannya memenangkan pertandingan melalui extra-time, mencetak satu gol, dan terpilih sebagia man of the match.


1. Fernando Hierro


Memang jika dibandingkan dengan Manuel Sanchis atau Jose Camacho, jumlah trofi yang dimenangkan oleh Hierro masih lebih sedikit. Namun ia memiliki satu hal yang sangat dimiliki defender lain di Real Madrid, yaitu konsistensinya dalam mencetak gol. Selama 14 tahun bermain untuk El Real, Hierro mencetak 102 gol dalam 409 pertandingan La Liga. Sebagian besar golnya dicetak melalui situasi set-pieces, seperti tendangan penalti dan tendangan bebas. Ia juga dinobatkan sebagai UEFA Champions League Best Defender pada musim 1997–98. Hierro mempersembahkan tiga gelar Liga Champions, lima trofi La Liga, satu Copa Del Rey, dan dua Intercontinental Cup untuk Real Madrid.

15 Penyerang Barcelona Terbaik Sepanjang Masa

Sebagai salah satu tim sepakbola terkuat di dunia, Barcelona selalu diperkuat oleh penyerang-penyerang berkualitas. Tak hanya dari Spanyol, tim asal Catalan ini juga rajin merekrut striker dari berbagai penjuru dunia. Beberapa dari mereka bahkan memiliki prestasi individu yang luar biasa, bahkan pernah pula dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia.

Artikel IlmuBola kali ini akan membahas 15 striker terbaik yang pernah bermain untuk Barcelona. Ranking dalam daftar ini disusun berdasarkan kemampuan individual masing-masing striker serta jumlah trofi yang mereka menangkan bersama El Barca. Tanpa panjang lebar lagi, berikut daftarnya:


15. Alexis Sánchez


Cepat, lincah, dan cerdas. Alexis Sanchez adalah penyerang asal Cili yang dibeli oleh Barcelona pada tahun 2011 dari Udinese dengan nilai transfer mencapai 26 juta Euro. Saat ini, Sanchez berhasil membuktikan bahwa ia adalah sosok yang tepat mendampingi Lionel Messi di lini depan Barcelona. Sanchez tak hanya produktif dalam mencetak gol, namun kerap memberikan assist bagi Messi maupun striker Barcelona lainnya. 


14. Sándor Kocsis


Sandor Kocsis adalah striker yang merupakan bagian dari generasi emas timnas Hungaria di tahun 1950-an. Kocsis juga mencatat prestasi sebagai top skorer Piala Dunia 1954 dan membawa negaranya menjadi runner-up turnamen ini. Ia dikenal sebagai seorang striker dengan kemampuan finishing yang bagus dan sangat efektif dalam mengubah peluang menjadi gol. Selama tujuh tahun bermain untuk Barcelona, Kocsis mempersembahkan dua gelar La Liga.


13. Ronaldo


Tak bisa dibantah, Ronaldo adalah salah satu striker Brazil terbaik sepanjang masa. Walaupun hanya bergabung dengan Barcelona selama satu musim, Ronaldo benar-benar menunjukkan performa yang memukau dan memberikan kontribusi yang luar biasa bagi klubnya. Dalam satu musim tersebut, ia mencetak 47 gol dari 49 penampilan, menjadi top skorer La Liga, sekaligus mempersembahkan satu trofi Copa Del Rey dan Winners' Cup untuk Barcelona.


12. Julio Salinas


Julio Salinas bermain untuk Barcelona dalam periode 1988-1994. Striker bertubuh tinggi asal Spanyol ini dikenal sebagai target man yang handal, dengan kemampuan heading dan finishing yang sangat bagus. Sebelum pindah ke Barcelona, Salinas sudah terlebih dahulu sukses di Athletic Bilbao, di mana ia memenangkan dua gelar La Liga dan satu kali menjadi top skorer turnamen ini. Di Barcelona, Salinas meraih lebih banyak trofi, antara lain empat gelar La Liga, satu trofi Piala Champions, dan satu Winners; Cup.


11. Joan Gamper


Joan Gamper adalah striker yang paling berjasa bagi Barcelona dibandingkan nama-nama lain dalam daftar ini. Bagaimana tidak, pria asal Swiss ini adalah pendiri klub Barcelona. Di tahun 1899, ia memasang sebuah iklan di koran, menyatakan bahwa ia mencari pemain untuk bergabung dengan klub yang bernama Football Club Barcelona. Gamper yang saat itu masih berusia 22 tahun juga ikut ambil bagian sebagai pemain, dan selama memperkuat Barcelona dalam periode 1899-1903 ia mencetak lebih dari 100 gol untuk klubnya.


10. Romário


Sama seperti Ronaldo, karir Romario di Barcelona juga cukup singkat. Striker asal Brazil ini hanya bermain untuk Barcelona selama dua tahun, dalam periode 1993-1995. Selama dua tahun tersebut, Romario mampu menunjukkan performa gemilang dan prestasi membanggakan. Ia membantu Barcelona memenangkan La Liga 1993-1994 sekaligus menjadi top skorer turnamen tersebut. Tak hanya itu, saat berstatus sebagai pemain Barcelona, Romario juga memimpin timnas Brazil menjuarai Piala Dunia 1994.


9. Johan Cruyff


Peran Johan Cruyff di Barcelona lebih dari sekedar striker. Ia terkadang bermain sebagai playmaker atau gelandang menyerang, bahkan setelah pensiun sempat melatih Barcelona dan mempersembahkan banyak trofi. Sebagai pemain, Cruyff bermain untuk Barcelona dalam periode 1973-1978. Musim pertamanya di Barcelona dilalui dengan gemilang, di mana Cruyff membantu Barcelona menjuarai La Liga pertama kali setelah 13 tahun. Di tahun yang sama, Cruyff juga dinobatkan sebagai pesepakbola terbaik Eropa sekaligus memimpin Barcelona mengalahkan Real Madrid dengan skor 5-0 di Santiago Bernabeu.


8. Pedro Rodríguez Ledesma


Pedro adalah produk asli La Masia yang memulai debutnya di tim senior Barcelona pada musim 2007-08. Pada awalnya, ia berperan sebagai pemain pengganti untuk striker-striker kelas dunia seperti Ronaldinho, Eto'o dan Zlatan Ibrahimovic. Baru di musim 2009-10, Pedro mulai mendapat tempat sebagai pemain inti dan membuktikan kualitasnya dengan mencetak banyak gol-gol penting. Di tahun 2009, Pedro mencatat rekor sebagai pemain pertama di dunia yang mampu mencetak gol dalam enam kompetisi yang berbeda dalam kurun waktu satu tahun.


7. Hristo Stoichkov


Striker asal Bulgaria ini bermain untuk Barcelona selama tujuh tahun. Ia dijuluki dengan nama "gunslinger" karena tendangan kerasnya yang menyerupai tembakan pistol. Selama bermain untuk Barcelona, Stoichkov memenangkan lima trofi La Liga, satu Piala Champions, dan satu Copa Del Rey. Periode karir terbaiknya terjadi di tahun 1994, di mana Stoichkov memenangkan Ballon d'Or sekaligus menjadi top skorer Piala Dunia 1994.


6. Patrick Kluivert


Patrick Kluivert adalah striker asal Belanda yang menjadi andalan Barcelona di akhir tahun 1990-an. Kluivert merupakan contoh seorang target-man yang sempurna. Ia bertubuh tinggi, memiliki kemampuan finishing dan heading yang bagus, serta kuat dalam berduel di kotak penalti lawan. Di Barcelona, ia bermain bersama pemain-pemain terbaik dunia seperti Rivaldo, Luis Enrique, dan Luis Figo. Selama enam tahun bermain untuk Barcelona, Kluivert total mencetak 120 gol dan memenangkan satu gelar La Liga.


5. Ronaldinho


Tak diragukan lagi, Ronaldinho sangat layak disebut sebagai salah satu striker terbaik Barcelona sepanjang masa. Duetnya bersama Samuel Eto'o sempat membuat Barcelona mendominasi kompetisi domestik dan Eropa. Selama bermain di Barcelona, Ronaldinho bukanlah tipikal striker yang hanya berdiam diri dan menunggu bola. Ia aktif bergerak di semua lini lapangan, bahkan terkadang bermain sebagai gelandang menyerang. Dalam periode 2003-2008, Ronaldinho mempersembahkan dua gelar La Liga dan satu trofi Liga Champions untuk Barcelona.


4. László Kubala


Selama sepuluh tahun berkarir di Barcelona dalam periode 1951-1961, Laszlo Kubala menunjukkan performa yang sangat bagus. Striker asal Hungaria ini memenangkan empat gelar La Liga dan dua trofi Fairs Cup untuk Barcelona. Tak hanya produktif dalam mencetak gol, Kubala juga memiliki kemampuan passing yang hebat, teknik yang tinggi, serta kemampuan dribbling di atas rata-rata. Total, ia mencetak 194 gol dari 256 penampilan bersama Barcelona. 


3. Samuel Eto'o


Sebelum era Lionel Messi, Eto'o merupakan mesin gol nomor satu Barcelona. Striker asal Kamerun ini memperkuat El Barca dalam periode 2004-2009 serta mencetak 129 gol dalam 201 penampilan. Ia juga mempersembahkan tiga gelar La Liga, satu Copa Del Rey, serta dua trofi Liga Champions. Selama bermain di Barcelona, Eto'o dikenal sebagai striker yang cepat, cerdas, dan efektif dalam mencetak gol. Ia juga memiliki stamina tinggi dan kemampuan teamwork di atas rata-rata.


2. César Rodríguez Álvarez


Dari segi loyalitas, Cesar Rodriguez adalah yang nomor satu dibandingkan semua nama dalam daftar ini. Ia bermain untuk Barcelona selama 16 tahun, mencetak 232 gol dalam 351 pertandingan. Ia memimpin Barcelona memenangkan lima gelar La Liga serta satu kali menjadi top skorer turnamen ini pada musim 1948-49. Cesar Rodriguez dikenal sebagai seorang target-man yang handal, yang sangat sering mencetak gol memanfaatkan situasi tendangan pojok.


1. Lionel Messi


Tak perlu diragukan lagi, gelar striker Barcelona terbaik sepanjang masa layak disandang oleh Lionel Messi. Memulai debutnya di tahun 2004, hingga saat ini Messi sudah memenangkan berbagai penghargaan tim serta prestasi individual. Ia mempersembahkan enam gelar La Liga, tiga trofi Liga Champions, dua FIFA Club World Cup, dan dua UEFA Super Cup. Tak hanya itu, Messi juga memegang rekor sebagai top skorer Barcelona sepanjang masa serta empat kali memenangkan penghargaan Ballon d'Or.

15 Bek Spanyol Terbaik Sepanjang Sejarah

Kultur sepakbola di Spanyol sangatlah kuat. Negara ini mendominasi persepakbolaan dunia, baik di level klub maupun level tim nasional. Ratusan, bahkan ribuan pemain sepakbola berkualitas lahir di Spanyol dan mereka telah memenangkan berbagai penghargaan prestisius di turnamen internasional. 

Salah satu faktor yang berperan besar dalam kesuksesan timnas maupun klub-klub Spanyol adalah lini pertahanan mereka yang solid. Di artikel ini, IlmuBola.com akan memberikan daftar 15 bek Spanyol sepanjang sejarah. Kualitas mereka sebagai jenderal lini pertahanan tak perlu diragukan lagi, bahkan beberapa di antara mereka bisa disebut sebagai bek terbaik di dunia. Langsung saja, berikut daftarnya:

15. Michel Salgado


Michel Salgado adalah seorang bek kanan yang menjadi andalan Real Madrid selama kurang lebih sepuluh tahun. Pemain ini dibeli Madrid dari Celta Vigo pada tahun 1999 dan sepanjang karirnya ia memenangkan empat gelar La Liga dan dua trofi Liga Champions. Sepanjang karirnya, Salgado dikenal sebagai seorang bek sayap berstamina tinggi yang sangat disiplin dalam mengawal lawannya. Ia juga bermain dalam 53 pertandingan untuk timnas Spanyol dalam kurun waktu 1998-2006.


14. Carlos Marchena


Carlos Marchena dikenal sebagai salah satu pemain terbaik Valencia sepanjang masa. Ia dikenal sebagai seorang bek tengah yang sangat agresif dalam menjemput bola, membuatnya terkadang dimainkan sebagai seorang gelandang bertahan. Salah satu prestasi terbaik Marchena adalah memimpin Valencia memenangkan dua gelar La Liga dan satu trofi Piala UEFA. Ia juga merupakan bagian timnas Spanyol yang menjuarai Euro 2008 dan Piala Dunia 2010.


13. Joan Capdevila


Joan Capdevila tak hanya tangguh dalam bertahan, namun juga sangat sering mencetak gol. Berposisi sebagai seorang bek kiri, Capdevila sangat rajin naik membantu penyerangan tim dan memberikan umpan-umpan crossing dari sisi lapangan. Ia bahkan sering menggiring bola masuk ke kotak penalti lawan dan mencetak gol. Salah satu prestasi terbaik Capdevila di level klub adalah memenangkan dua Piala Super Spanyol saat masih bermain untuk Deportivo La Coruna di awal tahun 2000-an.


12. Jordi Alba


Cepat, lincah, dan berbahaya. Jordi Alba adalah seorang bek sayap yang bisa bermain di sisi kiri dan kanan sama baiknya. Pemain ini menjadi salah satu bintang timnas Spanyol dalam turnamen Euro 2012. Jordi Alba adalah seorang pemain didikan Youth Academy Valencia yang dipercaya bermain sebagai starter pada tahun 2009, saat masih berusia 20 tahun. Penampilan gemilangnya bersama Valencia dan timnas Spanyol membuat Barcelona mentransfer Alba dengan nilai yang cukup tinggi, mencapai 14 juta Euro.


11. Miguel Ángel Nadal


Miguel Angel Nadal adalah bek andalan Barcelona di tahun 1990-an. Ia bisa bermain sebagai bek sayap, bek tengah, bahkan sebagai gelandang bertahan. Nadal termasuk sebagai bagian dream team Barcelona di awal tahun 1990-an, dibawah kepemimpinan Johan Cruyff sebagai pelatih. Sepanjang karirnya, Nadal memenangkan satu trofi Piala Champions, lima gelar La Liga, dan satu trofi Piala Winners'. Miguel Angel Nadal adalah paman dari Rafael Nadal, salah satu petenis putra terbaik di dunia.


10. Albert Ferrer


Albert Ferrer adalah salah satu bek Spanyol yang sukses berkarir di luar negeri. Setelah bermain untuk Barcelona selama delapan tahun, Ferrer pindah ke Chelsea pada musim panas 1998. Di klub ini, ia bergabung bersama pemain-pemain kelas dunia seperti Gianfranco Zola, Marcel Desailly, dan Gianluca Vialli. Selama lima tahun bermain untuk Chelsea, Ferrer memenangkan satu trofi Piala Winners' dan satu trofi Piala FA.


9. Alvaro Arbeloa


Alvaro Arbeloa adalah seorang bek sayap binaan Youth Academy Real Madrid. Gagal mendapat tempat di tim utama, Arbeloa akhirnya dijual ke Deportivo La Coruna. Di klub ini, ia menunjukkan permainan menawan sehingga dibeli Liverpool pada tahun 2007. Setelah dua tahun bermain bersama Liverpool, Arbeloa kembali ke Real Madrid dan hingga kini menduduki posisi utama sebagai bek sayap klub tersebut. Selain memenangkan dua trofi Euro dan satu trofi World Cup bersama timnas Spanyol, Arbeloa juga mempersembahkan satu gelar La Liga dan satu trofi Piala Spanyol untuk Real Madrid.


8. Sergi Barjuán


Sergi Barjuan adalah pemain yang menempati posisi sebagai bek kiri utama klub tersebut dalam kurun waktu 1993 hingga 2002. Posisinya di Barcelona nyaris tak tergantikan, dan Sergi memiliki andil besar dalam membawa klub tersebut memenangkan tiga gelar La Liga, satu trofi Piala Winners', dan dua trofi Copa del Rey. Pemain ini mengakhiri karirnya di Atletico Madrid pada tahun 2005. Setelah pensiun, ia sempat menjadi pelatih tim Barcelona Youth selama dua musim.


7. Rafael Gordillo


Rafael Gordillo dikenal sebagai seorang bek sayap yang sangat agresif. Ia tak segan-segan membantu penyerangan tim, bahkan mencetak gol. Pemain ini menghabiskan 12 tahun karirnya bersama Real Betis dan tujuh tahun bersama Real Madrid. Prestasi terbaiknya adalah membantu Real Madrid memenangkan La Liga selama lima musim berturut-turut, dari tahun 1985 hingga 1990. Gordillo juga merupakan bagian dari timnas Spanyol yang menjadi runner-up dalam turnamen Euro 1984.


6. Manuel Sanchís


Manuel Sanchis adalah salah satu kapten Real Madrid terbaik sepanjang masa. Pemain ini bergabung bersama Madrid selama 18 tahun, dari tahun 1983 hingga 2001. Ia dikenal sebagai salah satu sweeper terbaik sepanjang masa yang terkadang bisa dimainkan sebagai seorang bek tengah. Sepanjang karirnya, Sanchis memenangkan delapan gelar La Liga, dua trofi Liga Champions, dan dua trofi Copa del Rey. Ia juga terpilih sebagai pemain terbaik Spanyol tahun 1990.


5. Gerard Piqué


Gerard Pique adalah contoh bek tengah yang sempurna. Ia bertubuh tinggi besar, cepat, dan cerdas dalam mengantisipasi serangan lawan. Pemain ini dibesarkan oleh Barcelona Youth Academy dan sempat bermain untuk Manchester United dalam periode 2004-2008. Ia kembali ke Barcelona di musim panas 2008, di mana ia memenangkan empat gelar La Liga, dua trofi Liga Champions, dan dua trofi FIFA Club World Cup. Pique juga terpilih sebagai La Liga Best Defender tahun 2010.


4. José Antonio Camacho


Sebelum dikenal sebagai salah satu pelatih tersukses di Spanyol, Jose Antonio Camacho dulunya adalah seorang bek kiri yang sangat tangguh. Ia menjadi bek andalan Real Madrid selama 15 tahun, dari tahun 1974 hingga 1989. Bersama El Real, Camacho memenangkan sembilan gelar La Liga, lima trofi Copa del Rey, dan dua trofi Liga Champions. Ia juga bermain dalam 81 pertandingan internasional bersama timnas Spanyol dan membawa negaranya menjadi runner-up Euro 1984.


3. Sergio Ramos


Sergio Ramos adalah salah satu contoh defender yang sempurna. Ia bisa bermain sebagai seorang bek tengah, bek sayap, maupun sweeper dengan sama baiknya. Ramos juga sangat cepat dan tangguh dalam bola-bola atas, serta sering mencetak gol-gol penting. Pemain ini dibeli Real Madrid dari Sevilla pada tahun 2005, dan sejauh ini sudah memenangkan tiga gelar La Liga dan dua trofi Copa del Rey. Ramos juga menjadi andalan barisan pertahanan tim Spanyol yang berhasil menjuarai dua turnamen Euro dan satu turnamen Piala Dunia.


2. Fernando Hierro


Tak hanya tangguh dalam bertahan, Fernando Hierro juga tercatat sebagai salah satu defender yang paling produktif dalam mencetak gol. Bek tengah ini dikenal sebagai eksekutor penalti dan tendangan bebas yang sangat handal selama bermain di Real Madrid dalam periode 1989 hingga 2003. Ia bahkan pernah mencetak hattrick dalam pertandingan melawan Real Zaragoza pada tahun 2002. Karir Hierro di Madrid juga cukup gemilang, di mana ia memenangkan lima gelar La Liga, tiga trofi Liga Champions, dan dua trofi Intercontinental Cup.


1. Carles Puyol


Berbicara soal loyalitas dan kualitas sebagai seorang defender, Carles Puyol sangat pantas dimasukkan dalam jajaran atas daftar bek Spanyol terbaik sepanjang sejarah. Pemain ini bermain untuk Barcelona sejak tahun 1999 dan dipercaya menjadi kapten dari tahun 2004 hingga 2014. Selama bermain untuk Barcelona, Puyol memenangkan enam gelar La Liga, tiga trofi Liga Champions, dan dua trofi FIFA Club World Cup. Ia juga memimpin timnas Spanyol menjuarai Euro 2008 dan World Cup 2010.

15 Kiper Spanyol Terbaik Sepanjang Masa

Selain Italia, Spanyol adalah sebuah negara Eropa yang telah menghasilkan banyak penjaga gawang ternama. Beberapa dari penjaga gawang tersebut tak hanya bermain di Spanyol, namun juga berkarir di klub-klub besar di berbagai negara Eropa. Dalam artikel kali ini, IlmuBola akan menyajikan daftar 15 kiper Spanyol terbaik sepanjang masa.

Selain kemampuan individu dan prestasi yang diraih bersama tim nasional maupun klub, leadership skill juga menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan ranking dalam daftar ini. Setujukah anda dengan ranking IlmuBola berikut?

15. Manuel Almunia


Manuel Almunia adalah penjaga gawang Spanyol yang tampil cukup cemerlang ketika membela klub Liga Premier Inggris, Arsenal. Saking memukaunya penampilan Almunia saat itu, ia sempat diisukan akan berganti kewarganegaraan agar bisa tampil untuk timnas Inggris, mengingat pada saat itu Inggris sedang krisis kiper. Sayang, performa baiknya bersama Arsenal tak bertahan lama karena di tahun 2010 Almunia jarang dimainkan karena kalah bersaing dari Szczęsny dan Fabianski.


14. Diego Lopez


Diego Lopez patut dipuji karena ia mampu menggeser posisi Iker Casillas sebagai penjaga gawang utama Real Madrid di musim kompetisi 2013-2014. Pemain ini adalah produk asli youth Academy Real Madrid, namun terpaksa harus meninggalkan El Real karena ia gagal mendapatkan tempat di tim utama. Performanya justru meningkat tajam ketika bermain bersama Villareal, di mana ia dipercaya sebagai kiper nomor satu. Ia pun dibeli kembali oleh Real Madrid, dan saat ini tampil cukup konsisten sebagai penjaga gawang nomor satu, bergantian dengan Iker Casillas.


13. Luis Arconada


Luis Arconada adalah salah satu pemain legendaris Real Sociedad. Penjaga gawang ini mampu membawa tim tersebut dua kali memenangkan gelar juara La Liga, dan tiga kali mendapat penghargaan Zamora Trophy (penghargaan tahunan yang diberikan untuk kiper terbaik di Liga Spanyol). Tak hanya itu, Arconada juga sempat menjadi kapten timnas Spanyol selama beberapa tahun. Sepanjang karirnya, Arconada bermain sebanyak 414 kali dalam periode 15 tahun sebagai pemain Real Sociedad.


12. José Manuel Pinto


Liar, emosional, namun tangguh dalam menjaga gawang. Pinto dikenal sebagai penjaga gawang kedua Barcelona, sebagai pelapis dari kiper utama Victor Valdes. Pemain ini didatangkan dari Celta Vigo setelah menunjukkan performa yang menawan bersama klub tersebut. Bersama Celta, Pinto memenangi Piala Intertoto tahun 2000 dan dianugerahi gelar Zamora Trophy di musim 2005-2006. Bersama Barcelona, Pinto memenangkan empat gelar La Liga dan dua trofi Liga Champions.


11. José Ángel Iribar


Iribar adalah seorang penjaga gawang yang menghabiskan seluruh 18 tahun karirnya bermain untuk Athletic Bilbao. Ia juga menjadi penjaga gawang utama timnas Spanyol yang menjuarai turnamen Euro 1964. Salah satu prestasi individu terbaiknya terjadi di musim 1970-1971, di mana gawang Iribar tidak kebobolan selama sepuluh pertandingan berturut-turut. Selain memenangkan dua gelar La Liga bersama Bilbao, Iribar juga meraih Zamora Trophy pada musim 1969-1970.


10. Salvador Sadurní


Sadurni adalah penjaga gawang paling loyal yang pernah dimiliki oleh Barcelona, karena selama karirnya ia hanya bermain untuk Barcelona. Ia memperkuat tim ini pada periode 1960-1976 dan total tampil sebanyak 247 kali. Bersama Barcelona, ia memenangkan satu gelar juara Liga Spanyol dan tiga trofi Copa Del Rey. Sadurni juga tiga kali meraih Zamora Trophy dan masuk dalam skuad timnas Spanyol yang menjuarai Euro 1964.


9. David De Gea


De Gea adalah seorang penjaga gawang Spanyol yang cukup spesial, karena di usianya yang masih muda (21 tahun) ia sudah berkarir di luar negeri bersama salah satu klub terbesar dunia, Manchester United. Ia dipercaya sebagai penjaga gawang utama Manchester United setelah penjaga gawang andalan mereka, Edwin van der Sar, menyatakan pensiun. Terbukti, De Gea berhasil menjawab kepercayaan itu dengan baik. Ia banyak melakukan berbagai penyelamatan penting dan berperan besar dalam membawa Manchester United menjuarai Liga Inggris musim 2012-2013.


8. Pepe Reina


Pepe Reina adalah pemain asli binaan Youth Academy Barcelona yang terpaksa pindah ke klub lain karena tidak mendapat tempat di tim utama Barcelona. Tak disangka, karirnya bersama klub barunya, Villareal, cukup gemilang. Ia pun akhirnya dibeli oleh Liverpool pada tahun 2005 dan dipercaya menjadi penjaga gawang nomor satu tim ini selama tujuh tahun. Bersama Liverpool, Reina tiga kali berturut-turut terpilih sebagai penjaga gawang terbaik Premier League dari tahun 2005 hingga 2008.


7. Santiago Canizares


Santiago Canizares adalah salah satu pemain terbaik Valencia yang mampu membawa klub ini menjuarai La Liga di tengah dominasi Barcelona dan Real Madrid. Sama seperti Diego Lopez dan Pepe Reina yang tidak gagal mendapat tempat di tim utama, Canizares meninggalkan Madrid untuk bergabung bersama Valencia pada tahun 1998. Tak disangka, di Valencia ia begitu dipuja. Canizares dianggap sebagai sosok penting yang memimpin Valencia memenangkan dua gelar Liga Spanyol, satu trofi Piala UEFA, dan satu trofi Copa Del Rey.


6. Francisco Buyo


Sebelum kemunculan Iker Casillas, Francisco Buyo dianggap sebagai penjaga gawang Real Madrid terbaik sepanjang masa. Pemain ini bermain untuk El Real dari tahun 1986 hingga 1997 serta mempersembahkan enam gelar Liga Spanyol dan dua trofi Piala Spanyol. Buyo juga dua kali dianugerahi penghargaan Zamora Trophy sepanjang karir profesionalnya. Setelah pensiun, ia kini bekerja sebagai sport analyst di stasiun televisi Al-Jazeera.


5. Victor Valdes


Walaupun banyak dikritik karena sering melakukan blunder, secara statistik Valdes sebenarnya adalah salah satu kiper terbaik Spanyol. Ia lima kali dianugerahi Zamora Trophy, dan jumlah tersebut masih bisa terus bertambah karena karirnya sebagai pesepakbola masih relatif panjang. Valdes adalah pemain binaan Youth Academy Barcelona yang dipercaya tampil sebagai kiper utama klub ini sejak tahun 2003. Bersama El Barca, ia memenangkan enam gelar La Liga, tiga trofi Liga Champions, dan dua trofi Piala Dunia Antarklub.


4. Andoni Zubizarreta


Zubizarreta adalah kiper andalan timnas Spanyol yang tampil dalam empat Piala Dunia dan tiga turnamen Euro. Ia juga memiliki catatan rekor yang cukup impresif, di mana ia tampil sebanyak 622 kali di Liga Spanyol dan hanya kebobolan 626 gol. Selama 18 tahun berkarir, Zubizarreta tampil untuk tiga klub besar, Barcelona, Valencia, dan Athletic Bilbao. Bersama Barcelona, ia memenangkan empat gelar La Liga dan satu trofi Piala Champions.


3. Antoni Ramallets


Jika ada penjaga gawang Barcelona yang dianggap lebih sukses dan berkualitas daripada Zubizarreta dan Victor Valdes, maka sosok tersebut bernama Antoni Ramallets. Ramallets bermain untuk El Barca selama 16 tahun, dari tahun 1946 hingga 1962. Selama periode tersebut, ia membawa Barcelona meraih enam gelar juara La Liga dan lima trofi Copa del Rey. Tak hanya itu, ia juga lima kali meraih gelar Zamora Trophy. Sepanjang karirnya, Ramallets tampil dalam 35 pertandingan bersama timnas Spanyol.


2. Ricardo Zamora


Tak hanya sekedar tangguh, Ricardo Zamora bahkan sering dianggap sebagai kiper terbaik dalam sejarah sepakbola Spanyol. Namanya diabadikan sebagai nama penghargaan tahunan yang diberikan untuk penjaga gawang terbaik di Liga Spanyol.  Sepanjang karirnya dari tahun 1916 hingga 1937, Zamora tampil untuk tiga klub besar Spanyol, Barcelona, Espanyol, dan Real Madrid. Salah satu penampilannya yang paling dikenang adalah ketika ia tampil sebagai penjaga gawang timnas Spanyol dalam pertandingan melawan Inggris. Ia berhasil membawa Spanyol memenangi pertandingan tersebut dan tetap tampil full-time walaupun mengalami patah tulang dada.


1. Iker Casillas


Berdasarkan kemampuan menjaga gawang, leadership skill, serta prestasi yang diraih bersama klub dan tim nasional, nampaknya Iker Casillas sangat pantas ditempatkan dalam posisi teratas dalam daftar kiper Spanyol terbaik sepanjang masa ini. Dipercaya sebagai kiper utama Madrid sejak tahun 2000, Casillas sejauh ini sudah mempersembahkan lima gelar La Liga dan dua trofi Liga Champions untuk El Real. Tak hanya itu, Casillas juga merupakan penjaga gawang timnas Spanyol yang menjuarai turnamen World Cup 2010, Euro 2008, dan Euro 2012. Prestasi lain Casillas adalah saat dinobatkan sebagai penjaga gawang terbaik dunia versi FIFA selama lima tahun berturut-turut, dari tahun 2008 hingga 2012.

15 Pemain Valencia CF Terbaik Sepanjang Masa

La Liga Spanyol memang identik dengan dua klub besar, Real Madrid dan Barcelona. Namun di samping kedua klub tersebut, masih ada klub-klub lain yang tidak kalah kualitasnya. Salah satu klub Liga Spanyol yang bisa mendobrak dominasi Barcelona dan Real Madrid adalah Valencia, sebuah tim yang didirikan pada tahun 1919.

Valencia dianggap sebagai pesaing kuat Barcelona dan Real Madrid. Tak hanya sekedar bersaing, Valencia bahkan mampu mencuri dua gelar juara La Liga dari Madrid dan Barcelona di abad ke-21. Siapa sajakah pemain terbaik klub ini? Berikut daftarnya:

15. Ruben Baraja


Ruben Baraja adalah seorang gelandang bertahan asal Spanyol yang bermain untuk Valencia dari tahun 2000 hingga 2010. Pemain ini dianggap sebagai seorang gelandang tengah yang memiliki kemampuan komplit, di mana ia mampu menyerang dan bertahan dengan sama baiknya. Baraja menjadi jenderal lini tengah Valencia setelah Gaizka Mendieta pindah ke Lazio. Sepanjang karirnya, pemain ini mencetak 41 gol dan bermain dalam 262 pertandingan bersama Valencia.


14. Ricardo Penella Arias


Ricardo Penella adalah salah seorang paling loyal yang pernah bermain untuk Valencia. Pemain ini bermain dari tahun 1976 hingga 1992 untuk Valencia sebelum pindah ke Castellon dan mengakhiri karirnya di sana. Ricardo Penella adalah seorang sweeper yang dikenal sangat tangguh, di mana ia mampu membawa Valencia memenangi satu trofi Piala Winner dan satu trofi Copa del Rey. Sepanjang karirnya, ia bermain sebanyak 446 kali dan mencetak tiga gol.


13. Gaizka Mendieta


Berbicara soal gelandang terbaik, Mendieta adalah salah satu pemain tengah paling berkualitas yang pernah bermain untuk Valencia. Selain dikenal sebagai seorang pekerja keras, Mendieta juga kerap menyumbangkan gol dari tendangan jarak jauh. Sayang, setelah pindah dari Valencia di tahun 2001, karirnya justru meredup. Ia gagal bersinar bersama Lazio dan Middlesbrough karena lebih banyak dilanda cedera dan menghabiskan waktu di bangku cadangan.


12. Amedeo Carboni


Carboni merupakan salah satu bek kiri terbaik yang pernah bermain untuk Valencia. Ia bermain untuk Los Che selama sembilan tahun, dari 1997 sampai 2006. Selama periode tersebut, Carboni bermain sebanyak 245 kali. Bersama dengan Pellegrini, Ayala, dan penjaga gawang Santiago Canizares; Carboni berhasil membuat lini belakang Valencia menjadi sangat solid dan susah untuk ditembus. Bersama Valencia, Carboni dua kali memenangkan La Liga.


11. David Silva


David Silva adalah pemain yang dididik youth academy Valencia. Sebelum menjadi salah satu pemain terbaik dunia, Silva sempat bermain bersama Valencia selama enam tahun, dari 2004 hingga 2010. Ia dikenal sebagai seorang gelandang menyerang yang sangat kreatif, cepat, dan cukup produktif dalam mencetak gol. Silva juga berperan penting dalam membawa timnas Spanyol memenangkan dua trofi Euro dan satu trofi Piala Dunia.


10. Waldo Machado


Waldo adalah seorang penyerang asal Brazil yang dikenal karena produktivitasnya dalam mencetak gol yang sangat tinggi. Sebelum bergabung bersama Valencia, Waldo bermain untuk Fluminense dan mencetak 314 gol dari 403 penampilan. Ia pindah ke Valencia di tahun 1961 dan membela klub ini selama delapan tahun. Ia memang tidak banyak menyumbangkan gelar bagi Les Che, namun catatan golnya membuat Waldo menjadi salah satu striker tersubur Valencia sepanjang masa, dengan total 160 gol.


9. David Villa


David Villa adalah striker Spanyol paling sukses dalam periode 2000 hingga 2010. Pemain ini memenangkan banyak gelar, baik di level klub maupun di tim nasional. Sebelum bergabung bersama klub megabintang Barcelona, Villa bermain untuk Valencia dari tahun 2005 hingga 2010. Di Valencia, Villa mencetak 108 gol dari 166 penampilan. Selama lima tahun berkarir di Valencia, Villa selalu menjadi top skorer klub tersebut. Tak heran jika kemudian Barcelona berani membayar dengan harga transfer yang cukup mahal untuk membeli Villa dari Valencia.


8. Carlos Marchena


Carlos Marchena adalah seorang gelandang jangkar yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pertahanan dan penyerangan tim. Pemain ini memang tidak terlalu menonjol di atas lapangan, namun ia berkontribusi besar dalam berbagai prestasi yang diraih oleh klubnya. Marchena bermain untuk Valencia dari tahun 2001 hingga 2010. Selain bermain sebagai seorang gelandang bertahan, Marchena juga terkadang diposisikan sebagai seorang bek tengah.


7. Pablo Aimar


Playmaker kreatif asal Argentina ini adalah sosok yang membuat penampilan Valencia sangat enak untuk dinikmati. Dibeli dari River Plate dengan harga yang sangat tinggi, Aimar berhasil membayar harga mahal tersebut dengan berbagai trofi dan prestasi. Selama bermain untuk Valencia dari tahun 2001 hingga 2006, Aimar mempersembahkan dua gelar La Liga dan satu trofi UEFA Cup. Seandainya ia tidak dilanda cedera berkepanjangan, saya yakin Aimar pasti bisa mempersembahkan lebih banyak gelar untuk Valencia.


6. Mario Kempes


Salah satu pemain terpenting yang membawa Argentina menjadi juara Piala Dunia 1978 adalah Mario Kempes. Pada momen tersebut, Kempes juga sedang dalam performa terbaiknya bersama Valencia. Bermain dari tahun 1977 hingga 1982 untuk Los Che, Kempes dua kali menjadi top skorer La Liga. Total, striker ini mencetak 116 gol dari 184 penampilan. Penampilan individunya memang gemilang, namun sayang ia gagal memenangkan gelar La Liga bersama Valencia.


5. Fernando Gomez


Fernando Gomez adalah seorang gelandang menyerang asal Spanyol yang memegang rekor penampilan terbanyak sepanjang masa untuk Valencia. Gomez bermain pada periode 1983-1998, dan tampil dalam 542 pertandingan. Sayang, dalam 15 tahun karirnya bersama Valencia, Gomez sama sekali tidak memenangkan satu gelar pun.  Ia bahkan sempat merasakan bermain di divisi dua setelah Valencia terdegradasi di musim 1985-1986.


4. Miguel Angel Angulo


Miguel Angel Angulo adalah seorang pemain yang serba bisa. Posisi aslinya adalah seorang gelandang menyerang, namun ia bisa juga bermain sebagai striker, bek kanan, atau sayap kanan. Pemain ini memperkuat Valencia selama 13 tahun, dari tahun 1996 hingga 2009. Pemain ini memang lebih banyak ditempatkan sebagai cadangan, namun penampilannya cukup konsisten, bahkan sering menyelamatkan Valencia dari kekalahan. Total, Angulo mencetak 43 gol dari 313 penampilannya bersama Valencia.


3. Roberto Ayala


Ayala adalah bek tengah Argentina yang ketangguhannya banyak dipuji oleh pengamat sepakbola. Ayala masih memegang rekor sebagai pemain terbanyak yang menjadi kapten timnas Argentina, sebanyak 63 pertandingan. Ia bermain untuk Valencia dari tahun 2000 hingga 2007, mempersembahkan dua gelar La Liga dan satu trofi UEFA Cup. Prestasi individual terbaik yang pernah diraih Ayala adalah saat ia dinobatkan sebagai UEFA Club Best Defender of the Year di musim 2000-2001.


2. Santiago Canizares


Canizares adalah seorang penjaga gawang Spanyol yang akan menjadi salah satu legenda terbesar di Valencia. Gagal bersinar di klub asalnya, Real Madrid, Canizares pindah ke Valencia pada tahun 1998. Kepindahannya terbukti merupakan keputusan yang tepat, karena Canizares justru bisa bersinar bersama Los Che. Selama memperkuat Valencia dalam periode 1998-2008, Canizares tiga kali berhasil meraih "Zamora Trophy," sebuah penghargaan yang diberikan untuk kiper La Liga terbaik setiap tahunnya.


1. Mundo (Edmundo Suarez)


Mundo adalah seorang striker asal Spanyol yang merupakan top skorer Valencia sepanjang masa, dengan total 260 gol. Pemain ini bermain untuk Los Che dari tahun 1939 hingga 1950, dan tiga kali membawa Valencia memenangkan gelar La Liga dan dua kali menjadi top skorer kompetisi ini. Selama masih aktif sebagai pemain, Mundo dikenal sebagai penyerang yang sangat kuat di kotak penalti dan memiliki tendangan keras. Setelah pensiun, ia sempat menjadi pelatih Valencia selama empat musim.