15 Bek Argentina Terbaik Sepanjang Masa

Berbicara tentang tim nasional sepakbola Argentina, kita pasti langsung membayangkan sederetan nama penyerang kelas dunia seperti Lionel Messi, Diego Maradona, Sergio Aguero, Mario Kempes, dan masih banyak lagi. Kebanyakan fans sepakbola sering lupa bahwa Argentina juga memiliki puluhan pemain belakang berkualitas dan sudah memenangkan banyak trofi di dunia sepakbola.

Di artikel IlmuBola kali ini, saya sejenak mengajak anda untuk melupakan nama-nama striker ataupun gelandang timnas Argentina. Kali ini, kita akan berfokus pada para defender yang sudah menuai prestasi membanggakan, baik bersama timnas Argentina, bersama klub masing-masing, atau secara individu.

15. Fabricio Coloccini


Fabricio Coloccini mengawali karirnya di Eropa bersama AC Milan, di mana ia dibeli dari Boca Juniors di tahun 1999. Selama lima tahun bergabung bersama AC Milan, Coloccini gagal mendapatkan tempat di tim utama sehingga berturut-turut dipinjamkan ke berbagai klub. Ia baru bisa menemukan penampilan terbaiknya ketika pindah ke Deportivo La Coruna sebelum akhirnya berlabuh di Newcastle United. Ia dipercaya tampil sebagai kapten tim Newcastle dan performanya yang konsisten membuat Coloccini dimasukkan dalam daftar PFA Team of the Year 2012.


14. Juan Pablo Sorín

Juan Pablo Sorin adalah seorang bek sayap berstamina tinggi yang bermain untuk timnas Argentina dalam periode 1995-2006. Sebagai seorang defender, Sorin memiliki gaya bermain yang sangat agresif, di mana ia sangat sering maju ke depan untuk membantu penyerangan tim. Sepanjang karirnya, Sorin bermain sebanyak 76 kali untuk negaranya, mencetak 12 gol. Ia juga mengkapteni timnas Argentina dalam turnamen Piala Dunia 2006.


13. José Chamot

Jose Chamot adalah seorang bek kiri yang menjadi andalan timnas Argentina di tahun 1990-an. Setelah berkarir selama tiga tahun di Rosario Central, Chamot memutuskan untuk hijrah ke Eropa di tahun 1991. Karirnya di Eropa diawali bersama klub Liga Italia, Pisa. Ia pun pindah ke berbagai klub seperti Foggia, Lazio, AC Milan, dan Atletico Madrid, sebelum akhirnya kembali lagi ke Rosario Central dan pensiun di tahun 2006. Total, Chamot bermain untuk negaranya dalam 46 pertandingan dan mencetak dua gol.


12. José Luis Brown


Jose Luis Brown merupakan bagian dari timnas Argentina yang menjuarai Piala Dunia 1986. Ia memiliki peran penting dalam membantu negaranya menjadi juara, terutama saat mencetak satu gol dalam pertandingan final melawan Jerman Barat. Brown menghabiskan sebagian besar karirnya bermain di Liga Argentina dan hanya sempat bergabung sebentar bersama klub Liga Spanyol, Real Murcia, di penghujung karirnya. Setelah pensiun, Brown bekerja sebagai asisten pelatih.


11. Gabriel Milito


Gabriel Milito menjalani periode karir yang penuh kejayaan saat bergabung dengan Barcelona dalam periode 2007-2011. Kala itu, ia berkolaborasi dengan Carles Puyol, Eric Abidal, dan Rafael Marquez, membentuk lini pertahanan yang dianggap sebagai salah satu yang terkuat di Eropa. Bersama Barcelona, Milito memenangkan dua gelar La Liga, dua trofi Liga Champions, dan FIFA Club World Cup. Ia pensiun di tahun 2012 di klub sepakbola pertamanya, Independiente.


10. Gabriel Heinze


Heinze adalah seorang bek tengah yang juga bisa bermain sebagai bek kiri. Ia dikenal karena ketangguhannya dalam bertahan dan kemampuannya dalam mengeksekusi set-pieces. Heinze bisa disebut sebagai salah satu bek Argentina tersukses di Liga Eropa, di mana ia sempat bergabung bersama beberapa klub besar seperti Manchester United, Real Madrid, Paris Saint-Germain, Marseille, dan AS Roma. Sepanjang karirnya, Heinze memenangkan satu gelar Premier League, satu gelar Serie A, dan satu gelar La Liga. Ia juga merupakan bagian dari timnas Argentina yang meraih medali emas dalam Olimpiade 2004.


9. Roberto Sensini

Roberto Sensini menghabiskan sebagian besar karirnya sebagai pesepakbola profesional bermain di Liga Italia. Ia mengawali karirnya di Serie A bersama Udinese, kemudian sempat bermain pula untuk Lazio dan Parma. Karirnya di Italia berjalan dengan baik, di mana Sensini memenangkan satu gelar Serie A, tiga Coppa Italia, dan dua Piala UEFA. Sensini juga memegang rekor sebagai pemain asing tertua yang mencetak gol di kompetisi Serie A, dalam usia 39 tahun. Bersama timnas Argentina, Sensini tampil dalam 60 pertandingan internasional dan memenangkan dua Copa America tahun 1991 dan 1993.


8. Nicolás Burdisso


Periode terbaik dalam karir Nicolas Burdisso terjadi saat ia bermain untuk Inter Milan dalam periode 2004-2009. Di klub tersebut, Burdisso dipasang sebagai seorang bek tengah dan ia memiliki peran sentral dalam membantu Inter memenangkan empat gelar Serie A dan dua trofi Coppa Italia. Sepanjang karirnya, Burdisso dikenal sebagai seorang defender serba bisa yang tangguh dalam bertahan dan memiliki naluri menyerang yang tinggi.


7. Alberto Tarantini

Alberto Tarantini adalah seorang bek kiri yang juga bisa bermain sebagai seorang gelandang bertahan. Ia merupakan bagian dari timnas Argentina yang memenangkan Piala Dunia 1978. Karena memiliki ukuran gigi depan yang besar, Tarantini dijuluki dengan nama "conejo" (kelinci) oleh para pengamat sepakbola. Ia menghabiskan sebagian besar karirnya di level klub bersama Boca Juniors, di mana Tarantini memenangkan dua gelar Liga Argentina dan satu trofi Copa Libertadores.


6. Walter Samuel


Ketangguhan Walter Samuel sebagai seorang defender mulai dikenal secara luas oleh pecinta sepakbola saat ia bermain untuk AS Roma di tahun 2000. Di musim debutnya bersama klub tersebut, Samuel menunjukkan performa yang solid dan membantu klubnya menjuarai Serie A. Karirnya makin bersinar ketika ia pindah ke Real Madrid dan akhirnya berlabuh di Inter Milan pada tahun 2005. Total, Samuel memenangkan enam gelar Serie A, satu trofi Liga Champions, dan tiga trofi Coppa Italia. Ia juga terpilih sebagai defender terbaik Serie A tahun 2010.


5. Javier Mascherano


Walaupun posisi aslinya adalah seorang bek tengah, Javier Mascherano sering dimainkan sebagai seorang gelandang bertahan karena memiliki passing akurat dan visi yang baik. Ia dikenal sebagai pemain andalan timnas Argentina, membantu negaranya memenangkan medali emas Olimpiade 2004 dan 2008. Karir Mascherano di Eropa mulai bersinar saat ia bergabung bersama Liverpool dalam periode 2007-2010. Popularitasnya makin menanjak ketika ia pindah ke Barcelona, di mana sejauh ini ia sudah memenangkan dua gelar La Liga, satu trofi Liga Champions, satu FIFA Club World Cup, dan satu UEFA Super Cup.


4. Roberto Ayala


Roberto Ayala dikenal sebagai salah satu pemain terbaik Valencia sepanjang masa. Ia bergabung bersama klub ini selama tujuh tahun, memenangkan dua gelar La Liga, satu Piala UEFA, dan satu UEFA Super Cup. Tak hanya itu, Ayala juga sukses bermain bersama timnas Argentina. Ia membantu negaranya memenangkan medali emas dalam Olimpiade 2004. Ayala mewakili Argentina dalam tiga Piala Dunia, total ia bermain dalam 115 pertandingan untuk negaranya.


3. Oscar Ruggeri

Oscar Ruggeri adalah salah satu bek tengah terbaik timnas Argentina. Ia memiliki kemampuan tackling, marking, heading, dan interception yang nyaris sempurna. Sepanjang karirnya dalam periode 1980-1997, Ruggeri mempersembahkan satu gelar Piala Dunia 1986 dan dua trofi Copa America untuk negaranya. Karirnya di level klub juga cukup sukses, terutama saat ia bergabung bersama Real Madrid di musim 1989-90, saat ia memenangkan gelar La Liga. Di tahun 1991, ia memenangkan dua gelar individu, Footballer of the Year of Argentina dan South American Footballer of the Year.


2. Javier Zanetti


Javier Zanetti adalah seorang pemain serba bisa. Posisi utamanya adalah seorang bek kanan, namun ia bisa juga dimainkan di sisi kiri, bahkan terkadang dipasang sebagai seorang gelandang bertahan. Ia dikenal sebagai salah satu legenda Inter Milan. Sejak bergabung pada tahun 1995, Zanetti mempersembahkan banyak gelar, di antaranya lima gelar Serie A, empat Coppa Italia, satu trofi Liga Champions, dan satu FIFA Club World Cup. Posisinya di timnas Argentina dalam periode 1994-2011 juga nyaris tidak tergantikan. Total, Zanetti bermain dalam 145 pertandingan dan mencetak lima gol untuk negaranya.


1. Daniel Passarella


Tak hanya di Argentina, Passarella dianggap sebagai salah satu defender terbaik dalam sejarah sepakbola. Berposisi sebagai seorang sweeper, Passarella memiliki kemampuan bertahan dan leadership skill yang sangat baik. Tak hanya itu, ia juga sangat sering mencetak gol, terutama melalui tendangan bebas dan tendangan penalti. Passarella merupakan kapten timnas Argentina dalam Piala Dunia 1978, di mana ia memimpin rekan-rekannya menjuarai turnamen tersebut. Ia juga merupakan bagian dari skuad Argentina yang memenangkan Piala Dunia 1986, walaupun sama sekali tidak bermain karena cedera. Sepanjang karirnya sebagai pesepakbola profesional, Passarella mencetak 134 gol dalam 451 pertandingan.

15 Gelandang Argentina Terbaik Sepanjang Masa

Prestasi tim nasional Argentina di dunia sepakbola tak perlu lagi diragukan. Negara ini sudah memenangkan berbagai kejuaraan baik di level Amerika Selatan maupun internasional. Tak hanya itu, para pemain Argentina juga sering muncul sebagai pemain yang sangat berpengaruh dalam perkembangan dunia sepakbola.

Kali ini, IlmuBola akan memberikan daftar 15 gelandang Argentina terbaik sepanjang masa. Para gelandang ini memiliki berbagai posisi yang berbeda, mulai dari gelandang serang, gelandang sayap, gelandang tengah, dan gelandang bertahan. Di antara para pemain dalam daftar ini, siapa yang menjadi favorit anda?


15. Ángel di María


Menilik usianya yang masih muda dan performa apiknya bersama Real Madrid sejak tahun 2010, saya memutuskan untuk menempatkan di Maria sebagai salah satu gelandang terbaik Argentina sepanjang masa. Pemain yang berposisi sebagai winger ini terbukti mampu menjadi partner seimbang bagi Cristiano Ronaldo dan telah menyumbangkan banyak gol serta assist untuk Real Madrid. Bersama timnas Argentina, di Maria menjuarai FIFA World Youth Championship tahun 2007 dan Olimpiade 2008.


14. Daniel Bertoni


Bertoni adalah seorang gelandang sayap kanan yang membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 1978. Sepanjang karirnya, Bertoni bermain dalam 31 pertandingan dan mencetak 12 gol untuk timnas Argentina. Salah satu gol terpenting yang dicetaknya adalah dalam pertandingan final World Cup 1978 melawan Belanda, di mana gol tersebut akhirnya mengantarkan Argentina menjadi juara dunia. Bertoni juga cukup lama bermain bersama klub-klub Italia, seperti Fiorentina, Napoli, dan Udinese.


13. Matias Almeyda


Matias Almeyda adalah tipe gelandang bertahan penghancur serangan lawan. Duetnya dengan Diego Simeone di Lazio mampu membawa klub ini menjadi juara Serie A musim 1998-99. Di musim yang sama, ia bahkan dinobatkan sebagai pemain terbaik Liga Italia. Almeyda bermain untuk timnas Argentina dalam periode 1996-2005, dan prestasi terbaiknya adalah saat mengantarkan klub ini meraih medali perak Olimpiade 1996.


12. Ariel Ortega


Cerdik, licik, dan kreatif. Ariel Ortega adalah seorang playmaker yang menjadi andalan timnas Argentina selepas pensiunnya Diego Maradona. Ia juga dikenal sebagai seorang pemain yang sangat temperamental di atas lapangan. Sama seperti Almeyda, prestasi terbaik Ortega untuk timnas Argentina adalah meraih medali perak Olimpiade 1996. Setelah meraih enam gelar Primera Division Argentina bersama River Plate, Ortega memutuskan untuk berkarir di Eropa, antara lain bersama Sampdoria, Parma, dan Valencia.


11. Pablo Aimar


Karir terbaik Aimar terjadi ketika ia memperkuat Valencia pada periode 2001-2006. Dalam kurun waktu lima tahun, ia berhasil membawa Valencia dua kali menjuarai La Liga, mendobrak dominasi Real Madrid dan Barcelona. Kecemerlangannya berlanjut ketika ia bermain bersama Benfica, di mana ia membawa klub ini memenangi satu gelar Liga Portugal dan meraih empat trofi Piala Portugal. Seandainya tidak sering dilanda cedera, saya yakin Aimar pasti mampu meraih lebih banyak prestasi.


10. Fernando Redondo


Fernando Redondo adalah satu dari sedikit gelandang bertahan yang bisa menunjukkan permainan keras namun kreatif. Ia adalah bagian vital tim Real Madrid pada periode 1994-2000, di mana ia memimpin klub ini menjuarai dua gelar La Liga dan dua trofi Liga Champions. Ia juga membawa Argentina memenangkan Piala Konfederasi tahun 1992 dan Copa America 1993. Sayang, sejak tahun 1999, performa Redondo menurun drastis karena ia lebih banyak dilanda cedera.


9. Osvaldo Ardiles


Osvaldo Ardiles adalah satu dari sedikit pemain Argentina yang sukses berkarir di Liga Inggris. Selama membela Tottenham Hotspur dari tahun 1978-1988, ia memimpin klub ini memenangkan satu trofi Piala FA dan satu trofi Piala UEFA. Ia dikenal sebagai seorang gelandang tengah yang berbakat dan produktif dalam mencetak gol. Peranannya juga sangat penting dalam membawa timnas Argentina menjadi juara Piala Dunia 1978.


8.  Javier Mascherano


Walaupun posisi utamanya adalah seorang bek tengah, Mascherano juga cukup terampil bermain sebagai gelandang bertahan. Pemain ini menjadi andalan Barcelona sejak tahun 2010 dan sudah memenangkan dua gelar La Liga dan satu trofi Liga Champions. Karirnya bersama timnas Argentina juga cukup cemerlang, di mana Mascherano membawa tim Tango menjuarai Olimpiade 2004 dan 2008. Sejauh ini, Mascherano sudah tampil dalam 95 pertandingan dan mencetak dua gol untuk timnas Argentina.


7. Juan Sebastian Veron


Kreatif, visioner, dan merupakan tipe pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan. Veron adalah seorang gelandang tengah yang sukses berkarir di Italia, terutama bersama Lazio dan Inter Milan. Dibeli dari Parma pada tahun 1999, Veron mampu membawa tim ini menjadi juara Serie A pada musim pertamanya. Bersama Inter Milan, ia memenangkan satu gelar Serie A dan dua trofi Coppa Italia. Ketika akhirnya kembali bermain di Liga Argentina bersama Estudiantes, Veron juga masih menunjukkan kemampuan terbaiknya, bahkan dua kali terpilih sebagai pemain terbaik Amerika Selatan tahun 2006 dan 2009.


6. Javier Zanetti


Loyal, tangguh, dan dikenal sebagai sosok pemimpin yang hebat. Zanetti adalah seorang pemain yang bisa dimainkan sebagai seorang wing-back maupun gelandang sayap kanan. Ia sudah membela timnas Argentina sejak tahun 1994. Di level klub, karir Zanetti bersama Inter Milan juga sangat gemilang. Ia memenangkan lima gelar Serie A, empat trofi Coppa Italia, dan satu trofi Liga Champions. Selama tujuh tahun memperkuat tim Tango, Zanetti tampil sebanyak 145 kali dan mencetak 5 gol.


5. Esteban Cambiasso


Esteban Cambiasso adalah salah satu gelandang bertahan terbaik di dunia. Pemain ini memiliki kemampuan menggalang pertahanan dan membangun serangan dengan sama baiknya. Tak heran jika dari tahun 2004 hingga saat ini ia selalu menjadi andalan lini tengah Inter Milan. Dengan total 23 trofi yang dimenangkannya, Cambiasso menjadi pemain Argentina tersukses dalam sejarah sepakbola, mengalahkan nama-nama legendaris seperti Diego Maradona dan Alfredo di Stefano.


4. Juan Román Riquelme


Walaupun karirnya di Eropa tidak secemerlang yang diharapkan banyak orang, Riquelme tetaplah seorang pemain yang layak disebut sebagai salah satu gelandang terbaik Argentina sepanjang masa. Ia dikenal sebagai seorang playmaker yang visioner, memiliki kemampuan passing yang sangat bagus, dan produktif dalam mencetak gol melalui bola-bola mati. Riquelme juga membawa timnas Argentina menjuarai Olimpiade 2008 dan Piala Dunia U-20 1997.


3. Diego Simeone


Simeone adalah salah satu pemain dengan jumlah penampilan terbanyak untuk timnas Argentina. Ia membela tim Tango selama 14 tahun, dari 1988 hingga 2002 dan memenangkan dua trofi Copa America dan satu gelar Piala Konfederasi. Di level klub, Simeone memenangkan satu gelar Liga Spanyol bersama Atletico Madrid dan satu gelar Serie A bersama Lazio. Sepanjang karirnya, Simeone dikenal sebagai gelandang yang sangat enerjik, pekerja keras, dan memiliki spesialisasi dalam mengunci playmaker tim lawan.


2. Jorge Burruchaga


Burruchaga adalah partner sejati Diego Maradona di tahun 1980-an. Duet Maradona-Burruchaga bahkan membawa Argentina menjadi juara Piala Dunia 1986. Dalam turnamen tersebut, ia menjadi kunci kemenangan tim dalam partai final melawan Jerman Barat, di mana dua golnya mampu membawa Argentina menang dengan skor 3-2. Sepanjang karirnya, Burruchaga tampil sebanyak 59 kali dan mencetak 13 gol untuk tim tango.


1. Diego Maradona


Tak diragukan lagi, Diego Maradona adalah gelandang terbaik Argentina sepanjang masa. Tak hanya di Argentina, pemain jenius ini bahkan layak dijuluki sebagai gelandang terbaik dalam sejarah sepakbola. Berposisi sebagai gelandang menyerang, Maradona adalah pemain yang sangat cepat, dengan kemampuan dribbling dan passing yang luar biasa. Selain membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 1986, Maradona juga memenangkan dua gelar Liga Italia bersama Napoli dan satu gelar Liga Spanyol bersama Barcelona. 

15 Striker Terbaik Argentina Sepanjang Masa

Argentina adalah sebuah negara yang memiliki kultur sepakbola yang sangat kuat. Negara ini telah meraih berbagai prestasi bergengsi, baik di level Amerika Selatan maupun di level internasional. Salah satu kunci kejayaan Argentina dalam memenangkan berbagai turnamen antara lain adalah kualitas strikernya yang sangat luar biasa.

Di artikel ini, IlmuBola akan menyajikan daftar 15 pemain depan Argentina terhebat sepanjang sejarah. Striker-striker berikut tidak hanya bersinar di level tim nasional, namun juga bermain sangat baik dan mempersembahkan banyak gelar untuk klub mereka masing-masing.


15. Claudio Lopez


Claudio Lopez adalah seorang striker bertubuh mungil yang mampu mengantarkan Lazio menjadi juara Coppa Italia pada musim 2003-2004. Di masa keemasannya, Lopez adalah seorang second striker yang sangat berbahaya. Ia cepat, memiliki teknik yang tinggi, dan kerap mencetak gol dalam situasi yang tidak terduga. Lopez berduet dengan rekan senegaranya, Hernan Crespo, dan mereka berdua sempat menjadi duet penyerang paling ditakuti di Serie A.


14. Abel Balbo


Baik di level klub maupun tim nasional, Abel Balbo memang lebih banyak duduk di bangku cadangan. Walaupun demikian, ia adalah sosok penyerang yang tidak pernah absen dipanggil untuk memperkuat tim nasional Argentina di berbagai turnamen besar dari tahun 1990 hingga 2002. Balbo menghabiskan sebagian besar karirnya bermain di Liga Italia, di antaranya bermain untuk AS Roma, Parma, dan Fiorentina. Ia juga menjadi bagian dari skuad AS Roma yang menjuarai Serie A di musim 2000-2001.


13. Martin Palermo


Martin Palermo adalah seorang striker Argentina yang penampilannya susah diprediksi. Terkadang, ia bisa tampil sangat gemilang, namun di pertandingan lain, ia bisa tampil sangat buruk. Palermo sempat menjadi bomber andalan tim Tango selama beberapa waktu. Posisinya mulai tergeser ketika ia gagal melakukan tiga tendangan penalti dalam pertandingan melawan Kolombia di Copa America tahun 1999. Sepanjang karirnya, Palermo dua kali keluar menjadi top skorer Liga Argentina.


12. Guillermo Stabile


Stabile adalah striker Argentina yang mampu keluar menjadi top skorer dalam turnamen Piala Dunia pertama yang diselenggarakan pada tahun 1930 di Uruguay. Ia menghabiskan sebagian besar karirnya bermain untuk klub lokal, Huracan, dengan total catatan 102 gol dari 119 penampilan. Stabile juga sempat bermain di luar Argentina bersama Genoa, Napoli, dan Red Star Belgrade. Setelah pensiun sebagai pemain, ia pun menempuh karir sebagai seorang pelatih tim nasional Argentina dari tahun 1939 hingga 1960.


11. Sergio Aguero


Sama seperti kebanyakan striker tangguh Argentina, Aguero memiliki postur tubuh yang kecil. Walaupun demikian, pemain yang besar di Atletico Madrid ini sekarang tercatat sebagai salah satu penyerang paling berbahaya di Liga Inggris. Aguero adalah andalan Manchester City dan berperan penting dalam mempersembahkan gelar Premier League musim 2011-2012. Hingga kini, Aguero sudah bermain sebanyak 47 kali untuk timnas Argentina dan mencetak 21 gol.


10. Leopoldo Luque


Leopoldo Luque adalah salah satu striker yang memiliki peran besar membawa Argentina menjadi juara Piala Dunia tahun 1978. Dalam turnamen tersebut, Luque total menyumbangkan empat gol untuk timnya. Sebuah golnya dalam turnamen ini dinobatkan sebagai salah satu gol terindah sepanjang sejarah Piala Dunia, di mana Luque melakukan tendangan voli jarak jauh yang langsung bersarang ke gawang lawan. Luque total bermain sebanyak 45 kali dan mencetak 22 gol untuk Argentina.


9. Claudio Caniggia


Caniggia adalah striker Argentina yang sempat merasakan nikmatnya bermain bersama Diego Maradona. Ia adalah bagian dari generasi emas Argentina yang mampu menjadi juara Piala Dunia 1986 dan runner-up Piala Dunia 1990. Walau bersinar bersama tim nasional, Caniggia baru berhasil meraih prestasi yang cukup signifikan di penghujung karirnya, ketika bermain untuk Glasgow Rangers. Bersama klub ini, ia berhasil meraih gelar juara Liga Skotlandia dan dua kali meraih Piala Liga Skotlandia.


8. Diego Milito


Milito memang tidak terlalu bersinar ketika bermain bersama tim nasional Argentina. Ia lebih banyak dibangku cadangkan, atau bahkan tidak dipanggil karena masalah cedera. Sepanjang 25 kali bermain untuk tim Tango, Milito baru menyumbangkan empat gol. Namun di level klub, Milito mungkin adalah salah satu penyerang Argentina paling sukses. Ia menjadi bagian penting yang membawa Inter Milan menjuarai Liga Champions, Liga Italia, dan Piala Dunia Antarklub pada tahun 2010.


7. Jorge Valdano


Penampilan terbaik Valdano terjadi dalam turnamen Piala Dunia 1986 di Meksiko, ketika ia mampu mengantarkan tim Tango menjadi juara. Dalam turnamen tersebut, Valdano diposisikan sebagai striker utama, dengan dukungan dari Maradona dan Burruchaga. Ia berhasil mencetak empat gol dalam turnamen tersebut, salah satunya dicetak dalam partai final melawan Jerman Barat. Setelah pensiun, Valdano sempat melatih mantan klubnya, Real Madrid, dan membawa klub ini menjuarai La Liga tahun 1994-1995.


6. Hernan Crespo


Hernan Crespo adalah striker Argentina yang pernah menjadi pemain termahal di dunia ketika dibeli Lazio dari Parma pada musim 2000-2001. Lazio membelinya dengan harga tinggi, setelah di musim sebelumnya Crespo tampil menawan bersama Parma, membawa klub ini menjuarai Coppa Italia dan Piala UEFA. Musim pertamanya dengan Lazio berjalan cukup memuaskan, di mana Crespo mampu mempersembahkan gelar Coppa Italia sekaligus menjadi top skorer Serie A.


5. Mario Kempes


Mario Kempes adalah sosok sentral yang mengantarkan Argentina menjuarai Piala Dunia 1978. Dalam turnamen tersebut, Kempes juga mampu keluar sebagai pencetak gol terbanyak. Periode terbaik dalam karirnya dilalui bersama Valencia. Di klub ini, ia mampu dua kali menjadi pencetak gol terbanyak La Liga serta memenangkan satu Copa del Rey dan satu Piala Winners. Bersama timnas Argentina, Kempes mencetak 20 gol dalam 43 kali penampilan.


4. Alfredo Di Stefano


Alfredo Di Stefano adalah pemain legendaris Real Madrid yang pernah memperkuat tiga tim nasional yang berbeda, Argentina, Kolombia, dan Spanyol. Pemain ini adalah sosok sentral yang memimpin Real Madrid mendominasi Liga Eropa di tahun 1950-an. Dalam kurun waktu tersebut, Di Stefano mampu membawa Madrid memenangi lima gelar Liga Champions berturut-turut. Stefano kerap disejajarkan dengan legenda sepakbola sepanjang masa, seperti Pele, Maradona, dan Cruyff.


3. Gabriel Batistuta


Hingga artikel ini dipublikasikan, Gabriel Batistuta masih memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak tim nasional Argentina. Salah satu pemain terbaik Fiorentina sepanjang masa ini menyumbangkan 56 gol dari 78 penampilan. Batistuta juga dua kali mencetak hattrick di dua turnamen Piala Dunia yang berbeda di tahun 1994 dan 1998. Tendangan kera dan juga kekuatannya di kotak penalti membuat Batigol sangat ditakuti oleh defender dan kiper lawan.


2. Diego Maradona


Tak hanya di Argentina, Maradona adalah pemain yang dianggap layak menyandang gelar sebagai pemain sepakbola terbaik sepanjang masa. Walaupun bertubuh bulat dan pendek, Maradona sangat cerdik dan lincah dalam mengolah bola. Ia bisa dengan mudah memperdaya defender lawan dengan teknik-tekniknya yang luar biasa. Maradona adalah sosok kunci yang membawa Argentina menjadi juara Piala Dunia 1986. Selain itu, Maradona juga berhasil membawa klub kecil, Napoli, dua kali menjadi juara Serie A.


1. Lionel Messi


Nama striker terbaik Argentina sepanjang masa layak disandang oleh Lionel Messi. Pemain Barcelona ini tak henti-hentinya menorehkan prestasi, baik prestasi individu maupun yang diraihnya bersama klubnya. Messi memecahkan rekor sebagai satu-satunya pemain yang memenangi empat penghargaan Ballon d'Or. Ia juga mengantarkan Barcelona keluar menjadi juara La Liga sebanyak enam kali dan juara Liga Champions sebanyak tiga kali dalam kurun waktu sepuluh tahun. Namun demikian, Messi belum mampu menyumbangkan trofi bergengsi untuk tim nasional Argentina. Jika ia mampu membawa Argentina menjadi juara dunia, predikatnya sebagai pemain terbaik Argentina sepanjang masa tentu tak akan lagi diragukan.