15 Pemain Terbaik Torino Dalam Sejarah Sepakbola

Berbicara tentang sejarah sepakbola Italia, tak mungkin kita melupakan nama Torino. Klub yang bermarkas di kota Turin ini mengukir prestasi yang cukup membanggakan di persepakbolaan Eropa, terutama di tahun 1940-an di mana mereka lima kali berturut-turut menjuarai Serie A. Generasi yang disebut sebagai "Il Grande Torino" tersebut bahkan dianggap sebagai salah satu tim terkuat dalam sejarah sepakbola.

Saat ini, Torino merupakan salah satu kuda hitam di kompetisi Liga Italia. Mereka telah melahirkan beberapa pesepakbola hebat yang menjadi tulang punggung timnas Italia, serta beberapa kali mencatatkan prestasi yang cukup membanggakan. Pertanyaannya, siapakah pesepakbola Torino terbaik sepanjang masa? Temukan jawabannya dalam artikel IlmuBola berikut!


15. Gianluigi Lentini

Gianluigi Lentini adalah seorang gelandang sayap Italia yang secara langsung dibesarkan oleh Youth Academy Torino. Ia mencatat sejarah sebagai pemain termahal dunia ketika dibeli oleh AC Milan dari Torino pada tahun 1992 dengan nilai transfer 13 juta poundsterling. Walaupun penampilannya cenderung merosot setelah memecahkan rekor tersebut, Lentini adalah salah satu bukti bahwa Torino adalah sebuah tim yang mampu menghasilkan pemain-pemain yang menjadi incaran klub-klub besar Eropa.


14. Enzo Scifo

Enzo Scifo adalah seorang gelandang menyerang yang dianggap sebagai salah satu pemain Belgia terbaik sepanjang masa. Walaupun hanya dua tahun bermain untuk Il Toro, ia memberikan kontribusi yang cukup signifikan untuk klub tersebut. Scifo mampu mempersembahkan satu trofi Coppa Italia dan membawa klubnya menjadi finalis Piala UEFA tahun 1992. Selama dua tahun bergabung dengan Torino, Scifo mencetak 20 gol dari 88 penampilan.


13. Walter Casagrande


Sama seperti Enzo Scifo, Casagrande memperkuat Torino hanya selama dua musim di awal 1990-an. Penyerang asal Brazil ini memiliki peran vital dalam membantu klubnya memenangkan Coppa Italia musim 1992-93. Sebelum pindah ke Torino, ia berkolaborasi dengan Socrates di Sao Paulo, membentuk salah satu barisan penyerangan terkuat dalam sejarah Liga Brazil. Selama bermain untuk Torino, Casagrande mencetak 10 gol dalam 47 penampilan.


12. Leovegildo Lins da Gama Júnior


Junior adalah seorang pemain serba bisa yang bermain untuk Torino dalam periode 1984-1987. Selain bisa bermain sebagai gelandang, ia juga dapat diposisikan sebagai seorang bek sayap. Junior juga memiliki kaki kiri dan kanan yang sama kuatnya, membuatnya bisa dimainkan di kedua sisi lapangan dengan sangat efektif. Walaupun tidak memenangkan satu trofi pun bersama Torino, Junior memperoleh penghargaan individual sebagai Italian League Player of the Year 1985 ketika bermain untuk klub tersebut.


11. Marco Ferrante

Marco Ferrante dikenal sebagai striker andalan Torino saat klub ini berjuang di kompetisi Serie B. Selama delapan tahun bermain untuk Il Toro, Ferrante mencetak 114 gol dalam 232 penampilan. Ia juga tampil sebagai top skorer Serie B musim 1998-99, dengan total 27 gol. Penampilan gemilang dan konsistensinya dalam mencetak gol membantu Torino meraih promosi ke Serie A dan musim terbaiknya bersama klub ini terjadi di tahun 2001-02, di mana Ferrante berhasil mencetak 10 gol dalam kompetisi.


10. Ciro Immobile


Ciro Immobile adalah striker masa depan Italia. Sebelum bergabung dengan Torino, ia menjadi top skorer Serie B bersama Pescara, dengan catatan 28 gol dari 37 penampilan. Ketika pindah ke Torino di musim 2013-14, ia langsung membuat kejutan dengan menjadi top skorer Serie A, total melesakkan 22 gol dalam 33 pertandingan. Immobile dikenal sebagai seorang striker yang cepat, efektif, dan cerdas. Ia merupakan seorang target-man handal yang sering disamakan dengan sosok Christian Vieri.


9. Mario Rigamonti

Mario Rigamonti adalah bagian dari generasi keemasan Torino di tahun 1940-an yang dikenal dengan nama "Il Grande Torino." Sama seperti hampir semua pemain dalam generasi ini, ia meninggal dalam kecelakaan pesawat tahun 1949 yang dikenal dengan nama "Tragedi Superga." Rigamonti adalah seorang pemain yang lahir di Brescia, bermain sebagai seorang bek tengah, dan bergabung dengan Torino di tahun 1941. Selama bermain untuk klub ini, ia bermain sebanyak 140 kali dan memenangkan empat gelar Serie A berturut-turut.


8. Enrico Annoni


Enrico Annoni adalah seorang bek yang bermain untuk Torino selama empat tahun, mempersembahkan gelar Coppa Italia 1993. Ia dijuluki dengan nama "Tarzan" oleh fans klub ini dan dikenal sebagai seorang defender yang sangat disiplin. Tak hanya bisa bermain sebagai bek tengah, Annoni juga bisa diposisikan sebagai bek sayap ataupun sweeper. Ia pindah dari Torino ke AS Roma pada tahun 1994, sebelum akhirnya bergabung dengan Glasgow Celtic dan mengakhiri karirnya di klub ini pada tahun 1997.


7. Rolando Bianchi

Rolando Bianchi bisa disebut sebagai salah satu striker terbaik Torino di abad ke-21. Ia bergabung dari Manchester City pada tahun 2008, dan selama lima musim bermain untuk Il Toro, Bianchi secara konsisten mencetak gol. Dengan total 77 gol yang dicetaknya dalam 169 penampilan, Bianchi tercatat sebagai top skorer kesepuluh Torino sepanjang masa. Ia meninggalkan klub ini pada tahun 2013 untuk bergabung bersama Bologna.


6. Alessandro Rosina


Rosina dianggap sebagai sosok yang mampu mengembalikan reputasi Torino di persepakbolaan Italia. Berposisi sebagai seorang gelandang menyerang, Rosina memberikan kontribusi yang luar biasa dalam membawa klub ini meraih promosi ke Serie A pada musim 2005-06. Penampilannya yang konsisten membantu Torino bertahan di kasta tertinggi sepakbola Italia tersebut selama tiga tahun berturut-turut. Karena rambutnya yang gundul dan tekniknya yang tinggi, Rosina dijuluki oleh fans Torino dengan nama panggilan "Rosinaldo."


5. Ezio Loik

Ezio Loik adalah salah satu pemain legendaris Torino yang memegang peranan vital dalam tim Il Grande Torino. Berposisi sebagai seorang gelandang, Loik membentuk formasi penyerangan bersama striker Valentino Mazzola yang membantu Torino mendominasi persepakbolaan Italia di tahun 1940-an. Ia berperan besar dalam membantu Il Toro menjuarai lima gelar Serie A berturut-turut. Sayang, karirnya berakhir tragis ketika Loik meninggal dalam tragedi kecelakaan pesawat Superga tahun 1949.


4. Giorgio Ferrini


Berbicara soal loyalitas, Ferrini adalah yang nomor satu dalam sejarah Torino. Ia bermain untuk klub ini selama 16 tahun, dari tahun 1959 hingga 1975. Ferrini juga memegang rekor jumlah penampilan terbanyak sepanjang masa untuk Torino, dengan catatan 566 penampilan. Tak hanya itu, ia juga membantu Torino menjuarai Coppa Italia musim 1970-71. Ferrini merupakan bagian dari timnas Italia yang menjuarai Euro 1968.


3. Francesco Graziani


Cepat, cerdas, dan efektif dalam mencetak gol. Dikenal dengan nama panggilan "Ciccio," Graziani berduet dengan Paolo Pulici dalam periode 1973-1981 dan membantu Torino menjadi salah satu klub paling disegani di Serie A. Selama bermain untuk Il Toro, Graziani mencetak 97 gol dari 221 penampilan. Ia juga menjadi top skorer Serie A di musim 1976-77. Ia pindah ke Fiorentina pada tahun 1981, dan di tahun 1982 menjadi bagian dari timnas Italia yang menjuarai turnamen Piala Dunia.


2. Paolo Pulici


Dengan catatan 172 gol, Pulici adalah top skorer Torino sepanjang masa. Striker asal Italia ini bermain untuk Il Toro dalam periode 1967-1982, mempersembahkan satu gelar Serie A dan satu trofi Coppa Italia. Tak hanya itu, Pulici juga tiga kali menjadi top skorer Serie A. Duetnya bersama Francesco Graziani dikenal sebagai salah satu kombinasi striker terbaik dalam sejarah sepakbola Italia dan berperan besar dalam membantu Torino menjuarai Serie A musim 1975-76.


1. Valentino Mazzola


Karismatik dan bertalenta. Valentino Mazzola adalah pemain yang dipercaya sebagai kapten Il Grande Torino, generasi keemasan Torino yang menjuarai Serie A lima tahun berturut-turut di tahun 1940-an. Berposisi sebagai seorang gelandang menyerang, Mazzola mampu bertahan dan menyerang sama baiknya. Ia juga cukup sering mencetak gol, total membobol gawang lawan sebanyak 118 kali dalam 204 pertandingan. Menilik kontribusi dan skill individunya yang luar biasa, tampaknya sangat pantas menobatkan Mazzola sebagai pemain terbaik Torino sepanjang masa.

15 Pemain Udinese Terbaik Dalam Sejarah

Udinese adalah salah satu klub yang menunjukkan penampilan konsisten di Serie A dalam dua dekade terakhir ini. Mereka bahkan beberapa kali sempat lolos ke zona Eropa dan mengalahkan beberapa klub raksasa Italia seperti Inter Milan, Juventus, dan AC Milan. Performa Udinese yang konsisten bahkan membuat mereka sering disebut sebagai kuda hitam terkuat di persepakbolaan Italia.

Dalam artikel ini, IlmuBola akan menyajikan daftar 15 pemain terbaik Udinese sepanjang masa. Tak hanya dari Italia, ada juga banyak pemain asing yang menunjukkan penampilan gemilang bersama klub yang bermarkas di stadion Friuli ini. Siapa sajakah mereka? Berikut daftarnya:

15. Alexis Sanchez


Alexis Sanchez adalah seorang penyerang asal Chili yang bermain untuk Udinese dalam periode 2006-2011. Dalam jangka waktu tersebut, ia sempat dipinjamkan ke Colo-Colo dan River Plate. Sanchez mulai mendapat tempat di skuad utama Udinese di tahun 2008 dan secara rutin mencetak gol-gol penting yang membantu klub tersebut bertahan di Serie A. Di tahun 2011, Sanchez memecahkan rekor sebagai pemain termahal Udinese sepanjang masa ketika dibeli Barcelona dengan nilai transfer 28 juta poundsterling.


14. Franco Causio


Franco Causio adalah bagian dari timnas Italia yang menjuarai Piala Dunia 1982. Ia bermain untuk Udinese dalam periode 1981-1983, berpartner dengan playmaker legendaris asal Brazil, Zico. Causio dijuluki oleh fans sepakbola Italia dengan nama "The Baron" karena penampilannya yang elegan, stylish, dan pembawaannya yang mirip seorang bangsawan. Total, ia mencetak 11 gol dalam 83 pertandingan selama berkarir di Udinese.


13. Fabio Quagliarella


Duet Quagliarella dan Antonio Di Natale adalah salah satu duet striker terbaik dalam sejarah Udinese. Partnership antara kedua striker ini bahkan mengantarkan Udinese mencapai babak perempatfinal Piala UEFA di musim 2008-09. Sepanjang bermain di Udinese, Quagliarella dikenal sebagai seorang penyerang yang memiliki teknik dan kemampuan finishing yang luar biasa. Sebelum pindah ke Napoli pada tahun 2009, ia mencetak total 33 gol dalam 87 pertandingan bersama Udinese.


12. Marek Jankulovski


Marek Jankulovski adalah bek kiri yang sering dianggap sebagai salah satu pemain Republik Ceko terbaik sepanjang masa. Sebelum menjalani puncak karirnya di AC Milan, Jankulovski terlebih dahulu bermain untuk Udinese dalam periode 2002-2005. Tak hanya kuat dalam bertahan, Jankulovski juga aktif membantu penyerangan dan beberapa kali mencetak gol penting untuk Udinese.  Selama tiga tahun bergabung dengan klub ini, Jankulovski mencetak 17 gol dari 104 penampilan.


11. Samir Handanović


Samir Handanovic adalah seorang penjaga gawang asal Slovenia yang bermain untuk Udinese dari tahun 2004 hingga 2012. Ia dipercaya tampil sebagai kiper nomor satu menggantikan Morgan De Sanctis pada tahun 2007. Penampilan terbaiknya terjadi di musim 2010-11, di mana Handanovic berhasil menggagalkan enam tendangan penalti, jumlah yang menjadi rekor penyelamatan penalty terbanyak di Liga Italia dalam satu musim. Ia pindah ke Inter Milan pada musim panas 2011 dengan nilai transfer 11 juta Euro.


10. Roberto Sensini

Roberto Sensini adalah salah satu pemain asing paling loyal yang pernah bermain untuk Udinese. Total, bek asal Argentina ini menghabiskan delapan tahun bermain bersama klub yang bermarkas di stadion Friuli ini. Tak hanya itu, ia juga sempat menjadi pelatih sementara Udinese di tahun 2006. Bersama klub ini, Sensini mencetak rekor sebagai pemain asing tertua yang pernah tampil dalam pertandingan Serie A, dalam usia 39 tahun, dua bulan dan 26 hari.


9. Martin Jørgensen


Martin Jorgensen adalah salah satu andalan generasi emas Udinese akhir tahun 1990-an yang dilatih oleh Alberto Zaccheroni. Ia didatangkan dari klub Liga Denmark, AGF, pada tahun 1997 dengan status bebas transfer. Selama di Udinese, Jorgensen menjalani peran sebagai seorang gelandang menyerang sekaligus playmaker. Ia berfungsi sebagai penyuplai umpan untuk duet striker utama, Olivier Bierhoff dan Marcio Amoroso. Penampilan gemilangnya membuat Udinese berhasil mengakhiri musim 1997-98 di peringkat ketiga.


8. Abel Balbo

Abel Balbo dikenal sebagai seorang striker yang sangat efektif dalam mencetak gol. Ia menghabiskan sebagian besar karirnya di Liga Italia. Petualangannya di dunia sepakbola Italia diawali ketika Balbo bergabung dengan Udinese di tahun 1989. Saat itu, Udinese masih dikenal sebagai sebuah tim yo-yo yang bolak-balik promosi dari Serie A dan kembali terdegradasi ke Serie B. Balbo menjadi striker andalan Udinese selama empat tahun, dan prestasi individual terbaiknya adalah menjadi top skorer Serie B musim 1990-91.


7. Vincenzo Iaquinta


Vincenzo Iaquinta merupakan satu-satunya pemain Udinese yang bergabung dengan skuad timnas Italia yang menjuarai Piala Dunia 2006. Iaquinta dibeli oleh Udinese dari sebuah klub kecil, Castel di Sangro, pada tahun 2000. Ia mulai konsisten tampil di tim utama pada musim 2002-03, di mana ia berhasil mencetak delapan gol dan membawa timnya masuk ke zona Piala UEFA. Selama tujuh tahun bermain untuk Udinese, Iaquinta mencetak 73 gol dalam 207 pertandingan. Ia meninggalkan Udinese untuk bergabung dengan Juventus di tahun 2011 dengan nilai transfer 11,3 juta euro.


6. Oliver Bierhoff


Olivier Bierhoff adalah seorang target-man asal Jerman yang dikenal karena kemampuan finishing dan heading yang luar biasa. Kombinasi antara ketajaman Olivier Bierhoff dalam mencetak gol dan kecerdikan pelatih Alberto Zaccheroni membuat Udinese berhasil menyelesaikan musim 1997-98 di peringkat ketiga. Tak hanya itu, Bierhoff juga menjadi top skorer Serie A di musim tersebut. Total, ia mencetak 57 gol dalam 83 pertandingan bersama Udinese.


5. Zico


Zico dikenal sebagai salah satu playmaker terbaik dalam sejarah sepakbola dan menjadi andalan utama timnas Brazil di tahun 1980-an. Ia bermain untuk Udinese selama dua tahun, dari 1983 hingga 1985. Penampilan individunya bersama klub tersebut sangat memukau, di mana Zico kerap menampilkan teknik-teknik tinggi dan gol-gol indah. Di musim perdananya, Zico berhasil menjadi top skorer kedua Liga Italia di bawah Michel Platini. Sayang, ia dilanda cedera berkepanjangan yang memaksanya kembali ke Brazil di tahun 1985. Hingga saat ini, Zico masih dianggap sebagai salah satu pemain yang paling dicintai oleh fans Udinese.


4. Márcio Amoroso

Marcio Amoroso adalah striker asal Brazil yang bermain untuk Udinese dari tahun 1996 hingga 1999. Ia dikenal sebagai seorang poacher yang efektif dan memiliki teknik serta dribbling di atas rata-rata. Sepeninggal Olivier Bierhoff ke AC Milan, Amoroso justru tampil makin cemerlang. Ia mengambil alih posisi striker utama di Udinese, dan berhasil menjadi top skorer Serie A musim 1998-99. Total, Amoroso mencetak 39 gol dalam 86 penampilan bersama Udinese.


3. Valerio Bertotto

Valerio Bertotto bermain untuk Udinese selama 13 tahun, dalam periode 1993 hingga 2006. Posisinya sebagai bek kanan di klub ini nyaris tidak tergantikan dan ia selama beberapa tahun dipercaya tampil sebagai kapten tim. Selama bergabung bersama Udinese, Bertotto juga sempat bermain sebanyak empat kali untuk timnas Italia. Setelah pensiun, Bertotto mengambil lisensi resmi kepelatihan dan pada tahun 2012 ia mulai bekerja sebagai pelatih kepala Italy U20 Lega Pro.


2. Morgan De Sanctis


Morgan De Sanctis layak menyandang predikat sebagai kiper Udinese terbaik sepanjang masa. Ia mulai tampil sebagai kiper nomor satu Udinese di musim 2002-03, menggantikan posisi Luigi Turci yang sudah mulai menua. Penampilannya yang konsisten membantu Udinese menjadi salah satu klub terkuat di Serie A, bahkan ia sempat memimpin timnya lolos ke Liga Champions. De Sanctis meninggalkan klub tersebut di tahun 2007 setelah memutuskan kontraknya secara sepihak dan bergabung bersama Sevilla. Sikapnya ini kemudian membuat De Sanctis agak dibenci oleh beberapa fans Udinese.


1. Antonio Di Natale


Antonio Di Natale adalah seorang pemain yang memegang rekor sebagai top skorer sepanjang masa dan jumlah penampilan terbanyak untuk Udinese. Ia bergabung bersama klub ini di tahun 2004, ditransfer dari Empoli yang terdegradasi ke Serie B. Di Natale dikenal sebagai seorang striker yang efektif serta memiliki pergerakan tanpa bola dan tendangan jarak jauh yang sangat bagus. Sepanjang karirnya di Udinese, ia dua kali menjadi top skorer Serie A dan satu kali terpilih sebagai Italian Footballer of the Year.

15 Striker Inter Milan Terbaik Dari Masa ke Masa

Reputasi Inter Milan sebagai salah satu klub terbaik di Italia tak perlu lagi diragukan. Klub ini telah memenangkan banyak gelar, mulai dari gelar domestik hingga internasional. Bersama AC Milan dan Juventus, Inter Milan dianggap sebagai penguasa sepakbola Italia. Klub ini juga secara rutin menerima kucuran dana yang tidak sedikit dari presiden dan board of management.

Sebagai salah satu klub terkaya di dunia, wajar jika Inter Milan sering membeli pemain-pemain hebat. Di antara striker kelas dunia yang pernah memperkuat Inter, siapakah yang layak mendapat gelar sebagai yang terbaik? Simak artikel dari IlmuBola berikut untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan ini.


15. Iván Zamorano


Ivan Zamorano adalah penyerang asal Cili yang bermain untuk Inter Milan pada periode 1996-1999. Ia berkolaborasi dengan pemain-pemain kelas dunia seperti Roberto Baggio, Ronaldo, dan Javier Zanetti; membantu Inter Milan memenangkan satu trofi Piala UEFA. Walaupun tak terlalu banyak mencetak gol, Zamorano dikenal sebagai seorang striker cerdik. Pergerakan tanpa bolanya sangat bagus, dan ia juga kerap memberikan assist matang yang berbuah gol.


14. Jürgen Klinsmann


Jurgen Klinsmann dikenal sebagai salah satu striker Jerman terbaik sepanjang masa. Saat bermain untuk Inter Milan dalam periode 1989-1992, Klinsmann sedang berada dalam kondisi puncaknya sebagai pesepakbola. Ia sangat cepat, tangkas, dan efektif dalam mencetak gol. Di bawah asuhan pelatih Giovanni Trapattoni, Klinsmann berperan vital membantu Inter Milan memenangkan satu trofi Piala UEFA dan satu trofi Supercoppa Italiana.


13. Aldo Serena

Aldo Serena adalah pemain yang menjadi andalan Inter Milan di tahun 1980-an. Periode terbaik dalam karirnya terjadi pada musim 1988-89, di mana ia memimpin Inter Milan menjuarai Serie A sekaligus menjadi top skorer kompetisi tersebut dengan 22 gol. Reputasinya sebagai striker kesayangan fans Inter rusak ketika ia memutuskan pindah ke AC Milan di tahun 1991. Dalam pertandingan yang melibatkan kedua klub tersebut, Serena bahkan secara terang-terangan dihina oleh fans Inter Milan.


12. Ronaldo


Sangat disayangkan Ronaldo harus menghabiskan sebagian besar karirnya di Inter Milan dalam balutan cedera. Selama lima tahun bergabung bersama Inter Milan dalam periode 1997-2002, Ronaldo hanya bermain dalam 68 pertandingan liga dan mencetak 49 gol untuk klubnya. Sebelum dilanda cedera, musim pertamanya di Inter Milan berjalan dengan sangat baik. Ia menjadi top skorer kedua Serie A, memenangkan Piala UEFA, dan dianugerahi gelar Ballon d'Or di musim 1997-98. Sayang, ketika performanya memuncak, cedera menghampiri Ronaldo sehingga ia harus absen cukup lama.


11. Adriano


Adriano adalah striker yang memiliki kemampuan lengkap. Ia memiliki power, teknik, dan kreativitas yang tinggi. Sayang, ia sering melakukan berbagai tindakan indisipliner yang kerap merugikan tim dan dirinya sendiri. Masa-masa keemasannya di Inter Milan terjadi dalam periode 2004-2009, ketika Adriano memenangkan empat gelar Serie A dan dua trofi Coppa Italia. Ia akhirnya pindah ke Flamengo pada tahun 2009 setelah ia memutuskan untuk memperpanjang kontraknya dengan Inter Milan.


10. Samuel Eto'o


Tak ada yang menyangka bahwa Samuel Eto'o masih bisa meraih sukses luar biasa setelah pindah dari Barcelona. Striker asal Kamerun ini bergabung dengan Inter Milan pada tahun 2009. Musim debutnya dilalui dengan sangat spektakuler, di mana Eto'o membantu Inter memenangkan lima gelar di bawah kepelatihan Jose Mourinho. Di musim 2010-11, Eto'o mencetak total 37 gol dalam satu musim, jumlah terbanyak yang pernah dicetaknya sebagai seorang pesepakbola profesional.


9. Álvaro Recoba


Alvaro Recoba adalah penyerang asal Uruguay yang dikenal sebagai eksekutor set-pieces yang handal. Ia kerap mencetak gol-gol indah melalui tendangan bebas dan memberikan assist matang dari corner-kick. Sayang, ia rentan cedera dan memiliki stamina rendah, sehingga harus sering absen di beberapa momen krusial. Selama bermain untuk Inter dalam periode 1997-2008, Recoba memenangkan dua gelar Serie A, dua trofi Coppa Italia, dan satu trofi Piala UEFA.


8. Julio Ricardo Cruz

Julio Ricardo Cruz dibeli Inter Milan dari Bologna pada tahun 2003. Selama enam tahun berkarir di Inter Milan, ia lebih banyak digunakan sebagai pemain pengganti. Walaupun begitu, setiap kali diberi kesempatan untuk bermain, Cruz sangat sering mencetak gol. Gol-golnya kerap membantu Inter memenangkan pertandingan atau menyelamatkan klub ini dari kekalahan. Dalam periode terbaiknya, Cruz dikenal sebagai striker dengan kemampuan heading di atas rata-rata.


7. Diego Milito


Diego Milito dibeli Inter dari Genoa pada tahun 2009. Musim pertamanya di Inter berjalan dengan sangat baik, di mana ia dipercaya untuk tampil di skuad inti mendampingi Samuel Eto'o di lini depan. Dalam musim debutnya, Milito langsung memenangkan treble winners bersama Inter Milan. Tak hanya itu, Milito juga mencetak dua gol dalam final Liga Champions yang membantu Inter mengalahkan Bayern Munich dengan skor 2-0. Karena penampilan gemilangnya, ia dinobatkan sebagai Pemain Terbaik UEFA tahun 2010.


6. Roberto Boninsegna

Roberto Boninsegna adalah striker asal Italia yang bermain untuk Inter Milan dalam periode 1969-1976. Selama tujuh tahun bergabung bersama Inter, Boninsegna memenangkan satu gelar Serie A dan dua kali menjadi top skorer kompetisi tersebut. Ia juga bagian dari skuad Italia yang menjadi runner-up dalam Piala Dunia 1970. Total, Boninsegna berhasil mencetak 171 gol dalam 281 penampilan di kompetisi Serie A. Ia mengakhiri karirnya sebagai pesepakbola di Hellas Verona pada tahun 1980.


5. Christian Vieri


Christian Vieri adalah salah satu striker Inter Milan dengan rasio gol-penampilan tertinggi. Bermain untuk La Beneamata dalam periode 1999-2005, Vieri mencetak 123 gol dalam 190 penampilan. Dalam periode terbaiknya, Vieri dikenal sebagai seorang target man yang luar biasa. Kemampuan heading dan finishingnya sangat bagus, dan ia sangat efektif dalam memanfaatkan peluang. Sayang, selama enam tahun bermain untuk Inter, Vieri hanya memenangkan satu trofi Coppa Italia.


4. Zlatan Ibrahimović


Sangat sedikit striker yang memiliki skill sepakbola seperti Zlatan Ibrahimovic. Ia bertubuh tinggi besar, kuat, namun memiliki teknik yang bagus serta kecepatan yang memukau. Tak hanya ahli dalam mencetak gol, Ibrahimovic juga bisa berperan sebagai seorang playmaker yang handal. Ia dikenal sebagai eksekutor set-pieces yang bagus dan memiliki kecerdasan yang mengagumkan. Selama tiga tahun bermain untuk Inter dalam periode 2006-2009, Ibrahimovic memenangkan tiga gelar Serie A dan satu kali menjadi top skorer kompetisi ini.


3. Sandro Mazzola

Dalam hal loyalitas, Sandro Mazzola adalah yang nomor satu dalam daftar ini. Striker asal Italia ini menghabiskan seluruh karirnya sebagai pesepakbola profesional dengan bermain untuk Inter Milan. Ia bergabung dengan La Beneamata dalam periode 1960-1977, memenangkan empat gelar Serie A, dua trofi Liga Champions, dan dua trofi Piala Interkontinental. Mazzola juga satu kali menjadi top skorer Serie A dan membantu timnas Italia menjuarai Euro 1968.


2. Alessandro Altobelli


Alessandro Altobelli bermain untuk Inter Milan dalam periode 1977-1988 dan sempat dipercaya menjadi kapten tim selama tiga tahun. Ia dikenal sebagai seorang striker yang penampilannya simpel, tidak terlalu menonjol, namun sangat efektif dalam mencetak gol. Selain membantu Inter Milan memenangkan Scudetto tahun 1980, Altobelli juga merupakan bagian dari skuad Italia yang menjuarai Piala Dunia 1982. Sepanjang karirnya, ia mencetak 209 gol dalam 466 pertandingan.


1. Giuseppe Meazza


Giuseppe Meazza adalah striker legendaris yang bermain untuk Inter Milan dalam periode 1927-1940 dan 1946-1947. Ia memegang rekor sebagai top skorer Inter Milan sepanjang masa dengan catatan 284 gol. Tak hanya itu, Meazza juga memimpin timnas Italia menjuarai dua Piala Dunia berturut-turut pada tahun 1934 dan 1938. Ia mempersembahkan tiga gelar Serie A untuk Inter Milan, dan dianggap memiliki teknik serta gaya bermain yang jauh lebih indah dari Pele.

15 Pemain Sampdoria Terbaik Sepanjang Masa

Sampdoria memang bukan klub elit Serie A. Secara prestasi, klub ini masih kalah dari Juventus, Inter Milan, maupun AC Milan. Bahkan, jumlah trofi yang mereka menangkan masih kalah dari Napoli, Fiorentina, dan Torino. Namun jangan salah, Sampdoria sempat menjadi salah satu kekuatan terbesar sepakbola Italia di akhir 1980-an hingga awal 1990-an. Dalam periode tersebut, Sampdoria memenangkan satu gelar Serie A, empat trofi Coppa Italia, dan satu Winners' Cup.

Dalam artikel ini, IlmuBola akan membahas 15 pesepakbola terbaik yang pernah bermain untuk Sampdoria dan menampilkan performa menawan. Siapa sajakah mereka? Berikut daftarnya:

15. Siniša Mihajlović


Sinisa Mihajlovic adalah seorang bek tengah yang terkenal karena kemampuannya mencetak gol melalui bola-bola mati. Ia memiliki kaki kiri yang kuat, tendangan yang sangat keras, hampir sama sosok Roberto Carlos dari Brazil. Mihajlovic bergabung dengan Sampdoria pada tahun 1994. Partai debutnya berlangsung dengan gemilang, di mana ia berhasil mencetak gol dari tendangan  bebas. Total, Mihajlovic mencetak 12 gol dalam 112 penampilan bersama Sampdoria sebelum pindah ke Lazio pada tahun 1998.


14. Giampaolo Pazzini


Giampaolo Pazzini adalah striker asal Italia yang dijuluki "The Mad Man," dikenal sebagai striker dengan pergerakan tanpa bola dan kemampuan finishing yang bagus. Ia bergabung bersama Sampdoria selama dua tahun dalam periode 2009-2011. Di Sampdoria, Pazzini membentuk duet striker mematikan bersama Antonio Cassano, mencetak banyak gol dan membawa Sampdoria bertahan di Serie A. Di musim 2010-11, Pazzini mencetak 19 gol sekaligus menjadi top skorer ketiga Serie A.


13. Antonio Cassano


Antonio Cassano dikenal sebagai seorang pemain berstamina tinggi, kreatif, dan visioner. Posisi utamanya adalah sebagai seorang second striker, namun ia juga bisa dimainkan sebagai seorang gelandang menyerang. Cassano bergabung bersama Sampdoria di tahun 2007 setelah gagal mendapat tempat utama di Real Madrid. Di Sampdoria, ia berduet bersama Giampaolo Pazzini. Duet mereka berdua dikenal sebagai salah satu yang terbaik di Serie A, bahkan dianggap sekelas dengan duet Roberto Mancini-Gianluca Vialli yang memimpin Sampdoria merajai kompetisi Serie A di awal tahun 1990-an.


12. Angelo Palombo


Angelo Palombo adalah salah satu pemain Sampdoria paling loyal yang masuk dalam daftar ini. Mengawali debutnya pada tahun 2002, Palombo belum pernah pindah ke klub lain selain Sampdoria. Ia hanya sempat menjalani masa satu tahun sebagai pemain pinjaman di Inter Milan pada tahun 2012 dan hanya bermain dalam tiga pertandingan untuk klub tersebut. Penampilannya yang stabil bersama Sampdoria membuat Palombo secara reguler dipanggil untuk bermain bersama timnas Italia, bahkan ikut mewakili negaranya dalam Piala Dunia 2010.


11. Sergio Volpi

Volpi direkrut Sampdoria dari Piacenza pada tahun 2002. Berposisi sebagai gelandang tengah, Volpi dikenal sebagai pemain yang tidak terlalu menonjol namun menunjukkan performa yang konsisten. Ia bermain untuk Sampdoria selama enam tahun, mencetak total 28 gol dalam 193 penampilan. Penampilannya yang bagus bersama Sampdoria membuat Volpi dua kali diberi kesempatan bermain untuk timnas Italia.


10. Francesco Flachi

Flachi adalah striker nomor satu Sampdoria di awal tahun 2000an. Ia bermain bersama Il Samp saat klub ini berkompetisi di Serie B. Penampilannya sangat konsisten, dan ia selalu mencetak banyak gol dan membantu Sampdoria meraih promosi ke Serie A pada musim 2002-03. Karena jasanya yang besar pada klub, fans Sampdoria menjuluki Flachi sebagai "Saviour of the Homeland." Total, Flachi mencetak 107 gol dalam 205 penampilan bersama Sampdoria.


9. Ruud Gullit


Ruud Gullit adalah pemain legendaris yang bisa bermain di berbagai macam posisi. Ia bergabung bersama Sampdoria dalam periode 1993-1994 dan 1994-1995 setelah menjalani karir yang sangat gemilang di AC Milan. Dua tahun bermain untuk Sampdoria, Gullit membantu klub ini memenangkan satu trofi Coppa Italia. Gullit menunjukkan performa yang sangat bagus di Sampdoria di bawah kepelatihan Sven-Goran Eriksson sebelum pindah ke Chelsea pada tahun 1995 dengan status bebas transfer.


8. Toninho Cerezo


Toninho Cerezo dikenal sebagai salah satu gelandang Brazil terbaik sepanjang masa. Ia bergabung bersama Sampdoria dalam periode 1986-1992, memenangkan satu gelar Serie A, dua trofi Coppa Italia, dan satu Winners' Cup. Sepanjang karirnya, Cerezo berposisi sebagai seorang gelandang bertahan. Ia memiliki stamina tinggi dan tak ragu untuk bermain keras. Bersama Zico dan Socrates, Cerezo menjadi andalan utama timnas Brazil di tahun 1980-an.


7. Moreno Mannini

Dengan total 335 caps, Moreno Mannini adalah pemain Sampdoria dengan jumlah penampilan terbanyak di Serie A. Berposisi sebagai bek kanan, Mannini bergabung bersama Sampdoria selama 15 tahun, dari 1984 hingga 1999. Posisinya di jantung pertahanan Sampdoria nyaris tak tergantikan dan ia berhasil mempersembahkan satu gelar Serie A, empat Coppa Italia, dan satu Winners' Cup selama bermain untuk klub ini.


6. Attilio Lombardo


Lombardo adalah bagian krusial dari generasi emas Sampdoria di awal tahun 1990an. Ia berkolaborasi bersama pemain-pemain besar seperti Gianluca Vialli, Roberto Mancini, dan Ruud Gullit; membawa Il Samp meraih berbagai trofi di kompetisi domestik maupun internasional. Selama enam tahun bermain untuk Sampdoria, Lombardo biasanya dimainkan sebagai seorang gelandang menyerang atau seorang winger. Ia dikenal karena umpan-umpannya yang akurat dan cukup sering mencetak gol-gol penting.


5. Gianluca Pagliuca

Gianluca Pagliuca layak dianggap sebagai kiper Sampdoria terbaik sepanjang masa. Ia bermain selama tujuh tahun untuk klub ini dalam periode 1987-1994. Pagliuca membantu Sampdoria memenangkan satu gelar Serie A, tiga trofi Coppa Italia, dan satu trofi Winners' Cup. Penampilannya yang stabil selama bermain untuk Il Samp membuat Pagliuca dipanggil memperkuat skuad Italia di Piala Dunia 1990 dan Piala Dunia 1994.


4. Vincenzo Montella


Selama tiga tahun bermain untuk Sampdoria dalam periode 1996-1999, ia selalu menjadi top skorer klub ini. Total, Montella mencetak 54 gol dari 83 pertandingan. Walaupun tidak memenangkan satu trofi pun, Montella menunjukkan performa yang dianggap cukup bagus. Hasilnya, ia dibeli oleh AS Roma di tahun 1999, dengan nilai transfer mencapai 25 juta euro. Di AS Roma, Montella akhirnya memenangkan gelar scudetto pertamanya pada musim 2000-01.


3. Pietro Vierchowod

Pietro Vierchowod adalah salah satu bek tengah terbaik Italia di tahun 1980-an hingga awal 1990-an. Namanya kerap disandingkan dengan pemain-pemain besar seangkatannya seperti Franco Baresi dan Giuseppe Bergomi. Vierchowod bermain untuk Sampdoria selama 12 tahun, dari tahun 1983 hingga 1995. Ia dibeli dari AS Roma setelah membantu klub tersebut menjuarai Serie A musim 1982-83. Di Sampdoria, Vierchowod memenangkan satu gelar Serie A, empat Coppa Italia, dan satu Winners' Cup. Ia pindah ke Juventus pada tahun 1996, di mana ia pada akhirnya memenangkan satu trofi Liga Champions.


2. Gianluca Vialli


Duet Gianluca Vialli-Roberto Mancini dianggap sebagai salah satu duet terbaik di Liga Italia. Vialli dikenal sebagai seorang striker dengan kemampuan finishing yang bagus, lihai dalam positioning, dan memiliki teknik yang tinggi. Ia bermain untuk Sampdoria dalam periode 1984 hingga 1992. Periode terbaik dalam karirnya terjadi di musim 1990-91, di mana ia membantu Sampdoria menjuarai Serie A sekaligus menjadi top skorer kompetisi tersebut. Vialli pindah dari Sampdoria ke Juventus pada tahun 1992 dengan nilai transfer 12,5 juta poundsterling, nilai transfer termahal pada masa itu.


1. Roberto Mancini


Roberto Mancini memegang rekor sebagai top skorer Sampdoria sepanjang masa dengan catatan 132 gol. Ia bermain untuk Sampdoria selama 15 tahun, dari 1982 hingga 1997. Mancini tak hanya dikenal sebagai pencetak gol yang handal, namun juga memiliki passing akurat, kemampuan playmaking yang bagus, dan dikenal sebagai eksekutor set-pieces yang handal. Total, Mancini mempersembahkan satu gelar Serie A, empat Coppa Italia, dan satu Winners Cup untuk Sampdoria. Ia juga terpilih sebagai Serie A Footballer of the Year musim 1996-1997 sebelum akhirnya pindah ke Lazio di musim berikutnya. Setelah pensiun, Mancini sukses berkarir sebagai pelatih, memenangkan tiga gelar Scudetto bersama Inter Milan dan satu gelar Premier League bersama Manchester City.

15 Pemain Napoli Terbaik Sepanjang Masa

Napoli adalah salah satu klub Liga Italia dengan sejarah yang dramatis. Klub ini tidak sebesar Juventus, AC Milan, dan AS Roma; serta sering dianggap sebagai klub kecil. Namun jangan salah, Napoli secara konsisten menunjukkan kualitas mereka sebagai salah satu kuda hitam terkuat di dunia persepakbolaan Italia. Mereka beberapa kali mencuri gelar-gelar prestisius dari klub-klub besar negara ini.

Dalam artikel ini, IlmuBola.com akan mengajak anda membaca profil 15 pemain terbaik Napoli dari masa ke masa. Ranking dalam daftar ini tidak hanya dibuat berdasarkan statistik individu setiap pemain saja, namun juga kontribusi yang sudah mereka sumbangkan untuk Napoli. Tanpa perlu panjang lebar, berikut daftarnya:


15. Gianfranco Zola


Gianfranco Zola patut berterimakasih pada Napoli karena klub inilah yang benar-benar menjadikannya seorang pesepakbola ternama. Di klub ini, ia mendapat kesempatan belajar dari legenda sepakbola dunia, Diego Maradona. Belajar langsung di bawah bimbingan Maradona, Zola mengembangkan gaya bermain yang nyaris sama dengan sang legenda. Keduanya sama-sama memiliki kaki kiri yang dominan, sama-sama memiliki dribbling dan teknik yang bagus, serta sama-sama visioner dan kreatif. Selama bermain untuk Napoli dalam periode 1989-1993, Zola memenangkan satu gelar Serie A dan satu trofi Suppercopa Italiana.


14. José Altafini


Jose Altafini adalah seorang striker kelahiran Brazil yang sempat bermain untuk timnas Italia. Pemain ini bergabung bersama Napoli pada periode 1965-1972, mencetak 97 gol dari 234 penampilan. Walaupun sama sekali tidak memenangkan trofi saat bermain untuk Napoli, Altafini tetap dianggap sebagai salah satu pemain terbaik dari klub ini. Ia selalu menunjukkan gaya permainan yang menghibur khas Brazil, dengan teknik tinggi yang memukau.


13. Andrea Carnevale


Andrea Carnevale adalah striker Italia yang menjadi pelapis Diego Maradona di masa-masa kejayaan Napoli di tahun 1980-an. Tak hanya berperan sebagai cadangan, Carnevale pun terkadang dimainkan sebagai pendamping Maradona. Di Napoli, ia memenangkan dua gelar Liga Italia, satu trofi Piala UEFA, dan satu trofi Coppa Italia. Selama empat tahun bermain untuk Napoli, Carnevale total mencetak 47 gol dari 154 penampilan. 


12. Paolo Cannavaro


Paolo Cannavaro adalah adik kandung dari Fabio Cannavaro, salah satu defender Italia terbaik sepanjang masa. Kakak beradik ini lahir dan tumbuh di kota Naples, tempat Napoli bermarkas. Walaupun prestasinya tidak sehebat sang kakak, Paolo jauh lebih loyal terhadap tanah kelahirannya daripada Fabio. Ia membawa Napoli melewati masa-masa pahit ketika terdegradasi ke Serie B, hingga sekarang dianggap sebagai salah satu klub terbaik di Serie A. 


11. Bruno Giordano


Bruno Giordano adalah striker Italia yang bermain untuk Napoli selama tiga tahun, dari 1985 hingga 1988. Dalam periode tersebut, Giordano membuat trisula penyerangan bersama Diego Maradona dan Careca yang dikenal dengan nama Ma-Gi-Ca. Trio ini berperan besar dalam membawa Napoli menjuarai Serie A tahun 1987 dan dianggap sebagai salah satu barisan penyerangan terkuat di dunia. Total, Giordano mencetak 37 gol dari 109 penampilan.


10. Antonio Juliano


Antonio Juliano adalah seorang gelandang asal Italia dan merupakan salah satu pemain paling loyal dalam sejarah Napoli. Pemain ini bermain untuk Napoli selama 16 tahun, dari 1962 hingga 1978. Ia beberapa tahun ditunjuk sebagai kapten klub ini dan merupakan bagian dari skuad timnas Italia yang menjuarai turnamen Euro 1968. Selama aktif bermain, Juliano dikenal sebagai seorang gelandang tengah yang sama-sama kuat dalam bertahan maupun menyerang.


9. Attila Sallustro


Attila Sallustro adalah seorang penyerang Italia yang lahir di Paraguay. Ia merupakan top skorer kedua Napoli sepanjang masa, di bawah Diego Maradona. Sallustro bermain untuk Napoli dalam periode 1925-1937, mencetak 108 gol dari 266 penampilan. Sallustro yang merupakan putra keluarga yang sangat kaya bahkan menolak untuk digaji selama bermain untuk Napoli saat klub tersebut mengalami krisis keuangan. Karena kontribusinya yang besar, Sallustro dijuluki sebagai "Il Divino."


8. Dino Zoff


Sebelum dikenal sebagai kiper legendaris Juventus, Dino Zoff terlebih dahulu bermain untuk Napoli. Bahkan, di Napoli-lah potensinya sebagai seorang kiper mulai diakui publik Italia. Zoff bermain untuk klub ini dalam periode 1967-1972, dan di tahun 1968-lah ia mengawali debutnya sebagai kiper nomor satu timnas Italia. Walaupun tidak memenangkan satu trofi-pun bersama Napoli, kontribusi Zoff untuk Napoli tetap diapresiasi oleh para fans klub ini.


7. Careca


Careca adalah duet sehati Diego Maradona di masa-masa kejayaan Napoli dalam paruh kedua dekade 1980-an. Penyerang asal Brazil ini dibeli dari Sao Paulo serta membantu klub ini memenangkan satu gelar Serie A dan satu trofi Piala UEFA. Dengan total 95 gol dari 221 penampilan, Careca merupakan top skorer keenam Napoli sepanjang masa. Karirnya bersama timnas Brazil juga cukup cemerlang, di mana ia mencetak 30 gol dari 64 penampilan.


6. Ezequiel Lavezzi


Lavezzi adalah seorang striker asal Argentina yang bermain untuk Napoli dari tahun 2007 hingga 2012. Ia dibeli dari klub Argentina, San Lorenzo dengan harga enam juta Euro. Penampilan gemilangnya di Napoli membuat Lavezzi dijuluki sebagai "The New Maradona" oleh fans klub ini. Duetnya bersama Edinson Cavani sempat dianggap sebagai salah satu duet striker terbaik di Serie A. Di Napoli, Lavezzi meraih penghargaan sebagai pemain terbaik Serie A 2010 dan memenangkan Coppa Italia 2012.


5. Giuseppe Bruscolotti


Giuseppe Bruscolotti merupakan seorang defender Italia yang memegang rekor jumlah penampilan terbanyak di Napoli. Pemain ini bermain untuk Gli Azzuri dalam periode 1972-1988, memenangkan satu gelar Serie A dan dua trofi Coppa Italia. Walaupun permainannya tidak menonjol, namun kehadiran Bruscolotti di lini pertahanan Napoli sangat esensial. Selama enam belas tahun bergabung bersama Napoli, Bruscolotti bermain dalam 511 pertandingan dan mencetak 11 gol.


4. Edinson Cavani


Cavani adalah seorang target-man asal Uruguay yang bermain untuk Napoli dari tahun 2010-2013. Ia dianggap sebagai striker terbaik yang pernah bermain untuk klub ini setelah era Diego Maradona. Cavani dikenal sebagai seorang striker yang sangat kuat, efektif, dan memiliki insting mencetak gol yang sangat tinggi. Selain membawa Napoli menjuarai Coppa Italia tahun 2012, Cavani juga menjadi top skorer Serie A musim 2012-2013 dengan total 29 gol.


3. Marek Hamšík


Marek Hamsik adalah seorang gelandang serba bisa asal Slovakia yang memiliki potensi menjadi salah satu legenda terbesar Napoli. Pemain ini dibeli dari Brescia pada tahun 2007 dan sejak saat itu selalu menunjukkan performa yang signifikan. Bersama Lavezzi dan Cavani, Hamsik membuat barisan penyerangan Napoli menjadi salah satu yang paling disegani di kompetisi Serie A. Sekarang, Hamsik dipercaya sebagai kapten Napoli dan sudah mempersembahkan satu gelar Coppa Italia untuk tim ini.


2. Ciro Ferrara


Sama seperti Dino Zoff, Ciro Ferrara adalah seorang pemain andalan Napoli sebelum menjadi salah satu legenda di Juventus, klub di mana ia memenangkan lebih banyak trofi. Bedanya, Ferrara bermain lebih lama di Napoli dan memiliki kontribusi yang lebih signifikan. Bek tengah Italia ini memperkuat Gli Azzuri dari tahun 1984 hingga 1994, membantu klub ini memenangkan dua gelar Serie A, satu trofi Piala UEFA, dan satu trofi Coppa Italia. Ferrara bahkan sudah dipercaya sebagai bek tengah nomor satu Napoli saat masih berusia 17 tahun.


1. Diego Armando Maradona


Maradona adalah sosok yang sangat dipuja oleh fans Napoli. Bagaimana tidak, jika tidak ada Maradona, Napoli mungkin tak akan pernah merasakan gelar juara Serie A. Bermain untuk klub ini dari tahun 1984-1991, Maradona mempersembahkan dua gelar Scudetto, satu trofi Piala UEFA, dan satu gelar Coppa Italia. Ia juga memegang rekor sebagai top skorer Napoli sepanjang masa dengan 115 gol dari 259 penampilan. Tak hanya itu, ketika bermain untuk Napoli, ia berhasil membantu timnas Argentina menjadi juara Piala Dunia 1986.

15 Striker AC Milan Terbaik Dalam Sejarah

Kesuksesan AC Milan dalam dunia sepakbola internasional tak bisa lepas dari peranan para striker mereka yang berkualitas. Para striker AC Milan ini menjadi tumpuan utama tim dalam mencetak gol dan hampir selalu muncul sebagai penentu kemenangan tim. Tak heran jika banyak yang menganggap peran para striker AC Milan ini merupakan yang terpenting dibandingkan posisi lainnya.

Di artikel ini, IlmuBola akan mengulas daftar 15 pemain depan AC Milan terbaik dari masa ke masa. Tak hanya berasal dari Italia, ternyata cukup banyak striker asing yang mampu meraih banyak prestasi di klub ini. Kira-kira, siapakah yang layak menyandang gelar sebagai striker Milan terbaik sepanjang masa?


15. Alexandre Pato


Alexandre Pato bergabung ke Milan dari Internacional ketika masih berusia 18 tahun. Ia dipercaya sebagai talenta muda yang mampu menjadi ujung tombak lini penyerangan Milan. Memang, Pato memiliki teknik yang sangat bagus serta naluri mencetak gol yang tinggi. Sayang, pemain ini sangat sering dilanda cedera dan menghabiskan sebagian besar waktunya di Milan untuk memulihkan cederanya. Sebelum pindah ke Corinthians pada tahun 2013, Pato memenangkan satu gelar Serie A di AC Milan.


14. Jon Dahl Tomasson


Periode terbaik Jon Dahl Tomasson di AC Milan terjadi pada musim 2003-2004, di mana ia berperan penting dalam membantu Milan menjuarai Serie A. Selebihnya, penyerang asal Denmark ini lebih sering tampil sebagai super-sub bagi striker Andriy Shevchenko. Karena jarang mendapat kesempatan bermain, terlebih dengan kedatangan Christian Vieri, Tomasson akhirnya memutuskan pindah ke Stuttgart pada tahun 2005. Di AC Milan, ia memenangkan satu trofi Coppa Italia dan satu gelar Serie A.


13. Alberto Gilardino


Alberto Gilardino adalah seorang striker yang sangat efektif. Ia memiliki kaki kiri dan kanan yang sama-sama kuat serta handal dalam mencetak gol melalui sundulan kepala. Pemain ini dibeli AC Milan dari Parma dengan nilai transfer 25 juta Euro. Di Milan, ia berhasil memenangkan satu trofi Liga Champions dan satu trofi FIFA Club World Cup. Walaupun cukup produktif dalam mencetak gol, penampilan Gilardino sering tidak konsisten sehingga ia akhirnya dijual ke Fiorentina pada tahun 2008.


12. Oliver Bierhoff


Oliver Bierhoff adalah salah satu striker Jerman terbaik sepanjang masa. Ia bergabung dengan AC Milan di tahun 1998, setelah musim sebelumnya menjadi top skorer Serie A bersama Udinese. Bierhoff adalah seorang striker dengan kemampuan heading yang sangat bagus dan mencetak banyak gol melalui sundulan kepala. Duetnya bersama George Weah berhasil mempersembahkan satu gelar Serie A untuk AC Milan di musim 1998-99.


11. Robinho


Robinho harus berterimakasih kepada AC Milan karena klub inilah yang menyelamatkan karirnya setelah gagal bersinar di Manchester City. Pemain ini dibeli Milan dari City pada tahun 2010 dengan nilai transfer 18 juta Euro. Ia langsung bersinar di musim pertamanya di AC Milan, di mana duetnya bersama Zlatan Ibrahimovic memimpin klub ini meraih gelar Serie A. Di Milan, Robinho sering dimainkan sebagai seorang second striker, terkadang sebagai winger.


10. Zlatan Ibrahimović


Ibrahimovic memang hanya bermain selama dua musim di AC Milan, namun performanya yang luar biasa membuat Ibra dianggap sebagai salah satu striker terbaik yang pernah bermain untuk klub ini. Teknik, kemampuan dribbling, dan insting mencetak golnya yang sangat tinggi membuat Ibrahimovic kerap dibanding-bandingkan dengan striker legendaris AC Milan, Marco van Basten. Selama dua tahun bermain untuk klub ini, Ibrahimovic memenangkan satu gelar Serie A dan satu kali menjadi top skorer Liga Italia.


9. Pietro Paolo Virdis


Pietro Paolo Virdis adalah seorang striker asal Italia yang bermain untuk AC Milan selama lima tahun dalam periode 1984-1989. Di Milan, ia memenangkan satu gelar Serie A, satu trofi Piala Champions, serta menjadi top skorer Liga Italia di tahun 1987. Karena usianya yang sudah cukup tua, Virdis akhirnya meninggalkan Milan di tahun 1989 untuk bergabung bersama Lecce. Ia akhirnya pensiun sebagai pesepakbola profesional di tahun 1991.


8. Marco Simone


Marco Simone adalah seorang penyerang sayap lincah asal Italia yang bergabung bersama AC Milan selama sembilan tahun. Ia dibeli AC Milan dari Como pada tahun 1989, dan selama bergabung di AC Milan Simone menjadi pemain favorit Arigo Sacchi dan Fabio Capello. Simone menunjukkan performa terbaiknya walaupun harus bersaing dengan striker kelas dunia seperti Marco van Basten, George Weah, dan Roberto Baggio. Selama berkarir di Milan, Simone memenangkan dua trofi Liga Champions dan empat gelar Serie A.


7. José Altafini


Jose Altafini adalah penyerang asal Brazil yang bermain untuk AC Milan dalam periode 1958-1969. Bersama Lionel Messi, Altafini menjadi pencetak gol terbanyak dalam satu musim kompetisi Liga Champions dengan total 14 gol. Karir Altafini di AC Milan cukup sukses, di mana ia memenangkan tiga gelar Serie A dan dua trofi Piala Champions. Ia juga merupakan striker yang bermain untuk dua tim nasional yang berbeda, Brazil dan Italia.


6. Daniele Massaro


Daniele Massaro adalah salah satu striker dengan penampilan terbanyak di AC Milan. Pemain ini bermain dalam periode 1986-1995, di mana ia memenangkan empat gelar Serie A dan dua trofi Liga Champions. Massaro juga merupakan bagian dari timnas Italia yang menjuarai Piala Dunia 1982, walaupun sama sekali tidak bermain dalam turnamen tersebut. Periode terbaik Massaro di Milan terjadi di musim 1993-94, di mana ia menjadi top skorer Milan sekaligus mencetak dua gol dalam final Liga Champions, mengalahkan Barcelona dengan skor 4-0.


5. George Weah


Prestasi individu terbaik Weah di AC Milan adalah memenangkan penghargaan Ballon d'Or di tahun 1995. Selama empat tahun bergabung dengan klub ini, Weah menunjukkan performa yang brilian. Ia kerap mencetak gol-gol indah serta mempersembahkan dua gelar Serie A untuk Milan. Duetnya bersama Marco van Basten dan Oliver Bierhoff sempat dianggap sebagai duet paling berbahaya di Serie A di akhir tahun 1990-an.


4. Marco van Basten


Jika saja tidak harus pensiun dini karena cedera, Marco van Basten bisa saja menduduki peringkat teratas dalam daftar ini. Van Basten bermain untuk Milan dalam periode 1987-1995. Catatan golnya cukup fantastis, di mana ia berhasil mencetak 124 gol dari 201 penampilan. Selama delapan tahun bergabung bersama Milan, ia memenangkan tiga gelar Serie A dan dua trofi Piala Champions. Tak hanya itu, ia juga dua kali menjadi top skorer Liga Italia dan sekali terpilih sebagai pemain terbaik dunia versi FIFA.


3. Gunnar Nordahl


Dengan total 221 gol yang dicetaknya dari 268 penampilan, Gunnar Nordahl adalah top skorer AC Milan sepanjang masa. Pemain ini bermain untuk Rossonero dari tahun 1948 hingga 1956, memenangkan dua gelar Serie A dan empat trofi Coppa Italia. Bersama rekan senegaranya dari Swedia, Gunnar Gren dan Nils Liedholm, Nordahl membentuk trio penyerangan yang dikenal dengan nama Gren-No-Li. Sepanjang karirnya di Milan, Nordahl lima kali menjadi top skorer Serie A.


2. Filippo Inzaghi


Cerdas dan efektif. Inzaghi memang bukan seorang striker dengan kemampuan fisik yang luar biasa, namun ia sangat pandai dalam menempatkan posisi dan efektif dalam menyelesaikan peluang. Ia bermain untuk AC Milan selama 11 tahun, memenangkan dua trofi Liga Champions dan dua gelar Serie A. Inzaghi adalah salah satu striker AC Milan yang paling loyal, di mana ia tetap memutuskan untuk bermain bersama klub ini di usia 39 tahun. Penampilan terakhirnya bersama klub ini terjadi di bulan Mei 2012 dalam pertandingan melawan Novara, di mana Inzaghi mencetak sebuah gol yang menentukan kemenangan Milan.


1. Andriy Shevchenko


Gelar striker AC Milan terbaik sepanjang masa tampaknya pantas diberikan pada Andriy Shevchenko. Striker asal Ukraina ini bermain untuk Milan selama delapan tahun, memenangkan satu gelar Serie A dan satu trofi Liga Champions. Periode terbaik Shevchenko terjadi di musim 2003-04, di mana ia berhasil membawa Milan menjuarai Serie A sekaligus menjadi top skorer kompetisi ini. Tak hanya itu, di tahun yang sama ia juga memenangkan gelar Ballon d'Or. Total, Shevchenko mencetak 175 gol dari 322 penampilan di AC Milan.